
dua tahun kemudian..
ternyata sudah 2 tahun lamanya, Arumi mengabdikan diri bekerja mengasuh Arza di kediaman Maulana. dua bulan yang lalu juga, Iya sudah ditawari pekerjaan sesuai dengan bidangnya di perusahaan Akbar.
tentu saja hal itu tidak akan pernah Arumi sia-siakan. iya harus bekerja untuk membantu perekonomian kedua orang tuanya di kampung. Nyonya Larissa dan Tuan timo Tian telah mengizinkan Arumi untuk bekerja sambil mengasuh Arza, bahkan tidak ada pengurangan nominal gaji dari hasil kerjanya mengasuh Arza itu. tentu saja Arumi melakukan pekerjaan double Dan harus mengatur waktu seefisien mungkin, agar tidak membuat salah satu pekerjaannya terbengkalai.
kini anak asuh Arumi telah berumur 5 tahun. Arza juga semakin dekat kepada ibu asuhnya itu. selama 2 tahun ini, Cynthia juga selalu melakukan pendekatan kepada putranya. namun setiap kali ia melakukannya, maka setiap kesempatan itu pula arza selalu menolak keinginan ibu kandungnya. seperti yang terjadi saat ini.
Cynthia pun memutuskan untuk datang lagi ke kediaman Maulana demi bertemu dengan putranya itu. karena jalannya untuk memikat Akbar yaitu melalui putranya. Ia datang dengan membawa beberapa tentengan di tangannya sebagai oleh-oleh untuk arzanka.
"yuhu assalamualaikum...!!!" seru Sintia sebelum memasuki gerbang rumah tersebut. ternyata para satpam lagi-lagi sudah disiagakan untuk menjaga pintu gerbang dari terobosan Sintia.
"waalaikumsalam nona. seperti biasa nona, jika anda datang kemari ingin membuat keributan. maka silakan angkat kaki dari kediaman ini." ucap salah satu satpam memperingati Cynthia. Cynthia pun langsung menatap mereka dengan tatapan merendahkan.
"eh Pak satpam..!! jangan ngomong sembarangan ya. Saya di sini ingin bertemu dengan anak dan suami saya. kalian tidak takut apa, kalau saya bisa saja melaporkan tindakan kalian ini kepada suami saya." ancam Chintya kepada kedua satpam itu.
kedua satpam itu pun saling melirik satu sama lain. mereka berdua itu berfikir barangkali Sintia telah gila. pasalnya Cynthia sudah berkali-kali ditolak oleh anaknya dan bahkan Tuan Akbar sendiri, tentu saja itu sudah cukup membuktikan bahwa Tuan Akbar sudah tidak menganggap Cynthia ada dalam kehidupan mereka lagi. tapi lihatlah sekarang, laganya benar-benar membuat menggelengkan kepala.
"silakan saja Nona melapor kepada tuan muda. kami tidak takut, lagi pula yang memberikan perintah seperti ini kepada kami adalah tuan muda. Jadi kami pasti tidak akan mendapatkan sanksi apapun dari tuan muda maupun tuan besar dan nyonya besar. lagi pula ini adalah perintah mereka." jelas satpam satunya lagi. Cynthia langsung menatap mereka dengan tatapan tajam berharap keduanya masih merasa takut kepadanya
__ADS_1
"tidak usah menatap kami seperti itu nona. kami tahu apa yang Nona pikirkan. sebaiknya Nona Langsung angkat kaki saja dari tempat ini dan tolong jangan datang lagi." timpal salah satu satpam itu lagi. Jujur saja, mereka cukup merasa bosan dengan yang terjadi akhir-akhir ini. apalagi yang melakukannya adalah orang yang sama setiap waktu.
"heh berani sekali kalian ya mengatakan hal itu kepadaku. aku benar-benar akan memastikan bahwa suamiku akan langsung memecat kalian dan menendang kalian dari sini." ancamnya lagi. pemandangan ini benar-benar membuat kedua satpam itu menjadi muak.
"sepertinya anda benar-benar sudah gila Nona. sebaiknya tidak usah bernegosiasi lagi dengannya, seret aja dari sini."ujar salah satu satpam yang sudah sangat merasa kesal terhadap Cynthia.
kedua satpam itu pun langsung melakukan rencana mereka. Cynthia yang melihat kedua satpam itu mendekat pun menjadi waspada.
"heh mau apa kalian.!! jangan dekat-dekat, nanti miskinnya ketularan." ujar Sintia lagi sambil memundurkan langkahnya beberapa langkah. ia juga melayangkan tatapan meremehkan kepada keduanya.
namun, kedua satpam itu sama sekali tidak memperdulikan nya. mereka langsung menyeret Chintya keluar dari gerbang rumah itu. seketika itu, Chintya pun langsung berteriak.
"mau apa kalian hah..!!! lepaskan aku.!!! aku tu mau masuk, dan bertemu dengan suami dan anakku..!!!" teriak Chintya. namun teriakannya sama sekali tak di gubris oleh keduanya. mereka pun langsung menghempaskan tubuh Chintya.
"kurang ajar ya kalian.!! lihat saja, suamiku pasti akan menendang kalian keluar dari mension ini." ancam Chintya. sementara kedua satpam itu tidak perduli dengan Omelan Cintya. mereka pun langsung menutup gerbang utama itu. melihat itu, Chintya pun kembali bergegas dan berusaha untuk masuk kembali, namun salah satu satpam itu, memegangi dirinya.
"lepaskan !! aku akan masuk dan mengaduhkan mu kepada ibu mertua ku." teriaknya lagi. tapi satpam itu tidak perduli.
"Anda memang sudah gila Nona. segera tinggalkan tempat ini. tuan kami sama sekali tidak menerima tamu yang gila seperti anda." ucap mereka lagi. setelah itu, kedua nya langsung meninggalkan Chintya yang masih berteriak-teriak diluar gerbang.
__ADS_1
"dasar !! lihat saja, aku akan membalas kalian nanti." ujar Chintya. setelah itu, ia langsung meninggalkan tempat itu dengan perasaan marah dan dongkol.
***
sementara ditempat lain, tepatnya di dalam mension mewah itu. tampak Arza dan Arumi sedang berbincang-bincang. Disana juga ada Nyonya Larissa yang ikut bergabung dengan Arumi untuk mendengarkan celotehan Arza.
"Arumi. mama mengucapkan terima kasih banyak ya nak. karena kamu, mama benar-benar melihat kebahagiaan yang terpancar diraut wajah Arza. hubungan nya dengan ayah nya juga semakin membaik. ia juga tumbuh menjadi anak yang pengertian dan mudah di nasehati. mama benar-benar bahagia nak." ucap nyonya Larissa kala itu. Arumi tersenyum mendengar penuturan dari sang Nyonya.
"mama jangan seperti itu. Arza menjadi anak yang patuh dan pengertian juga semua mama ikut andil. dan kalau dipikir-pikir, aku pasti tidak akan mungkin mendidik Arza sendiri kalau mama dan papa tidak ikut andil." ucapnya merasa tidak enak dengan penuturan Nyonya Larissa.
"iya nak, kamu benar. mama harap, Arza akan terus seperti ini. bahagia dan selalu bijaksana." tutur Nyonya Larissa lagi.
saat arzanka sedang bermain-main. tiba-tiba ia berlari ke arah Arumi dan nyonya Larissa.
"Mommy..!!" teriaknya sambil bergegas menghampiri mereka. Arumi dan Nyonya Larissa langsung melihat ke arah arzanka yang sedang berlari kecil menghampiri mereka.
"ada apa sayang.. kenapa tiba-tiba berlari seperti itu..??" tanya Arumi dengan suara khas nya.
"hehehe... bukan apa-apa mommy, Oma. Arza hanya tiba-tiba ingat sesuatu. kemarin, kata Miss disekolah Arza. dua hari lagi, kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan ya mommy..??" tanya Arza kepada Arumi. Arumi dan Nyonya Larissa tersenyum mendengar penuturan Arza.
__ADS_1
"iya sayang. lalu, apa Arza sudah siap untuk mulai berpuasa.?" tanya Arumi kepada Arza.
***bersambung***