PENGASUH BERHARGA

PENGASUH BERHARGA
24. mengkhawatirkan Arza


__ADS_3

selepas kepergian Cynthia dari kediaman Maulana itu. untuk sementara waktu suasana menjadi hening, mereka semua tenggelam dalam pikiran masing-masing. satu hal yang menyatukan pikiran mereka yaitu, pasti Cynthia akan kembali lagi ke kediaman Maulana.


mendapati semua orang diam membisu, Arza menatap orang-orang itu dengan penuh tanda tanya. Iya masih berada di dalam gendongan Arumi, seketika itu ia langsung bersuara yang sukses membuyarkan lamunan orang-orang yang ada di kediaman itu.


"Mommy Aku sangat lelah, Apakah pesta penyambutan ini tidak akan berakhir..?? Arza ingin tidur ditemani oleh mommy." ujar arzanka dengan suara khas bayinya.


semua orang yang ada di ruangan itu pun langsung terkejut, masing-masing dari mereka menarik nafas dengan dalam. kemudian tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa saat ini.


"Oh anak mommy sudah capek ya. kalau begitu izin dulu sama opa dan Oma." ucap Arumi kepada Arza. Arza pun dengan senang hati meminta izin kepada kedua paruh baya itu.


"opah Oma. Arza capek mau istirahat, Arza ke kamar dulu ya.." ucap arzan, ia meminta izin kepada opa dan Omanya. kedua paruh baya itu pun langsung menganggukkan kepala mereka.


mereka tidak sadar bahwasanya mereka cukup lama mengurung arzanka dalam pesta penyambutan kecil-kecilan ini. padahal kondisi arzanka belum begitu baik-baik saja.


"Iya sayang, maafkan opa dan oma ya. seharusnya Arza beristirahat dulu.." ujar Nyonya Larissa. Nyonya Larissa sempat khawatir takutnya cucunya akan bertanya mengenai Sintia walaupun Arza telah tahu siapa Cynthia sebenarnya.


namun dari raut wajah dan sorot matanya, Arza sama sekali tidak memperdulikan perempuan yang menjadi ibu kandungnya itu. bahkan saat mereka berdebat arza sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan terhadap Sintia.


setelah berpamitan kepada sepasang paruh baya dan para pelayan yang terkumpul di ruangan itu. Arumi langsung memboyong Arza ke dalam kamarnya untuk beristirahat.

__ADS_1


***


setelah kepergian arzanka dan Arumi, Nyonya Larissa pun beralih mengambil benda pipih yang terletak di atas meja. ia ingin menghubungi putranya Akbar Maulana, ia ingin mengadukan tentang kepulangan Cynthia yang masuk ke dalam mansion tanpa izin.


Tut


📱"assalamualaikum.. ma." ucap Akbar di seberang telepon.


📱"waalaikumsalam bar. Akbar kamu di mana saat ini.?? Apakah kamu sudah mengetahui bahwa mantan istrimu telah kembali, dan membuat keributan dimension kita." adu Nyonya Larissa kepada sang anak. ia berharap anaknya tidak lagi tertarik kepada Sintia yang dengan teganya meninggalkan cucu dan anaknya.


seusai Nyonya Larissa mengatakan hal itu, terdengar helaan nafas berat di seberang telepon. sepertinya apa yang Akbar perkirakan telah terjadi.


📱"aku sudah tahu ma, sebelum ia datang ke mansion, terlebih dahulu dia datang ke kantorku. aku pun sedikit beradu mulut dengannya dan kemudian mengusirnya dari sini. aku juga sempat berpikir kalau Sintia pasti akan datang ke kediaman Maulana. dan itu benar saja terjadi." ucap Akbar seolah merasa tidak tahu apa yang ia lakukan.


📱"lalu, apakah kamu masih mengharapkan Cynthia kembali kepadamu..?? Jujur saja jika itu adalah keinginanmu, Mama benar-benar akan menentangnya. dulu papa dan Mama sudah memberikan kamu Restu, walaupun mama sama papa tidak menerima ia sebagai menentukan. dan sekarang terbuktikan. maka jangan coba-coba meminta Restu kami lagi untuk kembali kepadanya." ucap Nyonya Larissa memperingati putranya.


📱"Iya mah, aku tahu. Aku pun tidak akan tertipu untuk yang kedua kalinya. waktu itu anggap saja aku khilaf sehingga aku memperistri Cynthia. Ya sudah mah, aku masih memiliki banyak pekerjaan. Oh, tapi bagaimana dengan putraku ma. Apakah ia kecewa karena aku tidak menyambutnya.?" tanya Akbar kepada Nyonya Larissa. Akbar sedikit merasa cemas bahwa anaknya mungkin akan marah kepadanya dan tidak mau lagi dengannya.


📱"tenang saja, putramu sepertinya tidak terlalu membutuhkanmu. kamu bisa tenang mengerjakan semua pekerjaan kantormu. lagi pula hal yang paling ia inginkan sudah kamu penuhi. mama hanya berpesan, sesibuk apapun kamu, Mama harap kamu dapat meluangkan waktu untuk anakmu. tapi kalau kamu memang ingin anakmu menjauh darimu Dan lebih menganggap orang lain sebagai keluarganya, maka itu tergantung denganmu." ucap Nyonya Larissa kembali memperingati Akbar mengenai putranya.

__ADS_1


Akbar yang mendengarkan penuturan sang mama mengenai putranya yang tak terlalu mengharapkan atau peduli dengannya, entah kenapa dari lubuk hatinya yang paling dalam ia merasa kecewa. namun kalau dipikir-pikir, Akbar tidak dapat menyalahkan anaknya. karena ketika ia merangkak, belajar berjalan dan bahkan saat ini, Akbar tak pernah datang menyertai tumbuh kembangnya. sehingga tidak terlalu memberikan kesan kepada Arza mengenai ayahnya.


tapi, ya.. kita doakan saja mudah-mudahan ayah dan anak ini akur kembali dan saling menyayangi satu sama lain. hehehe 🌝


📱"Ya sudah kalau begitu mah, Aku titip arza ya. kalau begitu panggilannya Aku tutup, assalamualaikum." setelah mendapatkan balasan, Akbar pun langsung menutup panggilan itu.


setelah panggilan itu berakhir, Nyonya Larissa menarik nafasnya dengan gusar. Iya tidak menyangka akan ada hal seperti ini terjadi di keluarganya. Nyonya Larissa juga bertekad dalam hati, Kalau iya tidak akan membiarkan Cynthia kembali masuk ke dalam keluarganya dan melukai anak dan cucunya.


tuan timotian yang masih setia berada di samping sang istri, langsung bertanya kepada Nyonya Larissa.


"bagaimana..?? Apa respon anak itu..??" tanya Tuan timotian kepada Nyonya Larissa. sebelum menjawab pertanyaan tuan timotian, Nyonya Larissa menarik nafasnya dengan dalam dan pasti.


"Akbar sudah tahu pah. bahkan, Cynthia lebih dulu mengunjungi Akbar di kantornya. yang berakhir dengan usiran dari Akbar. untuk sementara Mama cukup merasa tenang karena Akbar sudah dapat bersikap tegas terhadap perempuan itu. namun yang Mama khawatirkan adalah Arza." ucap Nyonya Larissa kepada suaminya. Tuan timotian pun merangkul pundak sang istri.


"tenang saja mah, Arza anak yang hebat. kalaupun nanti Cynthia mempengaruhi Arza, dengan umur yang seperti ini, mungkin kita berpikir kalau Arza tidak akan sanggup menghadapinya sendiri tanpa dampingan dari kita. namun, sejauh yang papa nilai. Arza cucu kita adalah orang yang bijaksana, pasti tidak akan mudah terpengaruh dengan bujuk rayu Sintia." ujar tuan timotian. Nyonya Larissa melihat suaminya dengan lekat. ada sebuah pertanyaan terlintas di kepalanya.


"Apakah papa berpikiran sama dengan Mama?. Apakah papa juga khawatir Cynthia akan memulai rencananya kepada cucu kita. di mana Di sana ia akan membujuk dan mempengaruhi arza untuk menerima ia kembali di kediaman ini." ucap Nyonya Larissa kepada suaminya. Tuan timotian pun tersenyum mendengar penuturan sang istri.


"tepat sekali istriku.!! pantesan saja kita berjodoh, ternyata kita se pemikiran hohoho. 🤭" ujar Tuan timotian membercandai sang istri. Nyonya Larissa pun tersenyum dan memukul sayang dengan suaminya.

__ADS_1


"sudahlah, kamu ini Pah. padahal sudah tua tetapi masih juga menggombal.." ujar Nyonya Larissa kepada sang suami.


***bersambung***


__ADS_2