
sementara di kamar Arza. Arumi dan arzanka sedang mengobrol ringan sesekali mereka akan bercanda.
"Mommy.. bisakah Arza seperti keluarga lainnya. yang memiliki ayah ibu yang lengkap.?" tanya Arza kepada Arumi.
Arumi yang mendengar penuturan Arza sejenak tertegun dan memandangi lekat wajah anak itu yang sedang sibuk dengan mainan di tangannya. ada rasa nyeri yang menghinggapi hati Arumi.
walaupun Arumi adalah orang miskin, namun ia masih dapat mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya. sementara Arza adalah cucu dari orang kaya, namun walaupun bergelimangan harta, ternyata tidak menjamin seseorang untuk bahagia, contohnya saja Arza. Ia memiliki segalanya, namun hanya satu yang kurang dalam hidupnya yaitu kasih sayang kedua orang tuanya.
Arumi pun dengan reflek membelai kepala anak itu. Iya tidak tahu harus menjelaskan apa kepada Arza, Karena posisinya sekarang hanyalah sebagai seorang pengasuh. Iya hanya bisa memberikan semangat dan menasehati saja.
"pasti bisa sayang, Arza kan masih punya ayah, juga punya mama. Arza juga punya opa dan Oma yang selalu menyayangi Arza. jadi Arza nggak boleh sedih seperti itu, apalagi Mommy di sini juga.." ucap Arumi sambil mengukir senyum di bibirnya.
Arza pun mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Arumi. Iya memandangi wajah Arumi dengan lekat seolah ia ingin menghafal setiap inci dari wajah Arumi.
__ADS_1
"mommy, Arza mengantuk.."; ucap arzanka beralih dan tidak ingin membahas mengenai keluarganya. Arumi pun tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu. ayo tidur bersama mommy." ucap Arumi. akhirnya Arumi dan Arza pun tidur di kamar arzanka, tidak ada larangan kepada Arumi untuk tidur di kamar arzanka. karena mereka tahu, kalau Arumi adalah orang yang sangat disayang oleh Arza.
***
setelah arzanka terlelap. Arumi pun seketika terbangun. Iya menatap wajah arzanka dengan lekat. kemudian tersenyum. setelah itu ia bangkit dari tidurnya dan akhirnya keluar dari kamar arzanka.
dia pun menuruni anak tangga satu persatu, tujuannya gini adalah dapur, Di mana para pelayan lalu lalang di sana. sesampainya Arumi di dapur, Di sana ia melihat seorang pelayan paruh baya yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya. beberapa pelayan lain juga berlalu-lalang di sekitarnya.
"Iya nona, Apakah ada yang bisa kami bantu..??" tanya pelayan senior yang bernama Ibu Retno. Arumi pun tersenyum mendengarkan pertanyaan itu.
"iya bi, Saya membutuhkan sesuatu. Oh ya kira-kira Di mana kamar saya.?" tanya Arumi terlebih dahulu.
__ADS_1
"oh, non Rumi ingin ke kamar untuk bersih-bersih..?? Ya sudah kalau begitu, ayo ikut bibi saja. biar bibi tunjukkan." ucap bibi Retno.
"Baiklah bi, terima kasih sebelumnya." ucap Arumi lagi dengan penuh terima kasih. setelah itu aruni pun mengikuti bibi Retno menuju tempat tujuannya.
tak lama mereka memutari rumah itu, akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan yang nampaknya sudah dibersihkan. semua di ruangan itu sudah ditata rapi.
"di sini kamarnya non. kamarnya sudah bibi bersihkan bersama dengan yang lain. semoga nyaman ya non."ujar bi Retno kepada Arumi. Arumi pun menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih kepada bi Retno.
"terima kasih banyak bi." ucap Arumi. bi Ratno pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"sama-sama non. kalau begitu istirahatlah, bibi akan melanjutkan pekerjaan sebelum makan malam tiba." ujar di Retno kepada Arumi. setelah itu bi Ratna pun langsung meninggalkan Arumi sendirian di sana.
***bersambung***
__ADS_1
Maaf ya pembacanya author. part-nya sangat pendek dan singkat. soalnya author lupa untuk menyambung ceritanya lagi. jadi beginilah adanya. nanti part berikutnya baru ceritanya akan panjang. tapi nggak janji ya hehehe 🙏✌️