PENGASUH BERHARGA

PENGASUH BERHARGA
8. taman bermain


__ADS_3

Setelah mereka selesai makan siang, seperti yang telah mereka janjikan kepada arzanka sebelumnya, kini mereka tengah berada di taman bermain. Di mana tempat ini begitu sangat ramai dengan anak-anak dan orang tua yang menemani mereka.


arzanka mengedarkan pandangannya dan melihat orang tua orang tua yang begitu antusias menemani anak-anak mereka bermain. sontak dalam hatinya merasa iri dan cemburu. Ia pun langsung mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Arumi yang juga tak kalah antusiasnya dengan dirinya.


"mommy, Kenapa setiap anak ditemani oleh orang tuanya. tapi tidak dengan arzanka." ucap arzanka dengan tatapan sayu dan sedih. Arumi, Nesya dan Pak Jojo yang mendengar penuturan dari arzanka sontak memasang wajah sedih. mereka ikut sedih merasakan apa yang arzanka rasakan, terlebih dengan Pak Jojo yang telah mengetahui kisah arzanka.


Arumi yang melihat tatapan sedih dan sayu yang keluar dari sorot mata arzanka itu langsung menurunkan dan mensejajarkan tingginya bersama dengan arzanka.


"sayang, Kenapa berbicara seperti itu. bukankah mommy dan tante Nesya dan Pak jojo sedang menemani Arza jalan-jalan. memangnya Arza tidak senang jalan-jalan bersama dengan Mommy dan juga tante Nesya.. Jangan sedih begitu dong nak, Kalau Arza sedih mending kita tidak jalan-jalan aja.." ucap Arumi membujuk arzanka agar kembali ceria. arzanka yang mendengarkan ancaman dari Arumi itu langsung kembali ceria. Iya tidak ingin momennya hari ini dibatalkan hanya karena ia merasa sedih dengan hidupnya.


"tidak Mommy jangan...!!! arzanka janji tidak akan sedih lagi. yang penting Mommy janji, nggak bakalan ninggalin Arza.." ucap arzanka cepat-cepat. Iya juga menyodorkan jari kelingkingnya untuk membuat janji dengan Arumi.


Pak Jojo yang mendengarkan bujukan lembut untuk arzanka, tersenyum senang. apalagi terlihat Arumi dengan mudanya membujuk arzanka agar tidak bersedih.


"Mommy janji..." ucap Arumi sambil mengaitkan jari kelingkingnya di jari kelingking arzanka.


"ye... makasih Mommy.." ucap arzanka langsung menenggelamkan satu kecupan di pipi Arumi. Iya juga mengalungkan tangannya di leher Arumi. dengan sekejap, arzanka telah berada di gendongan Arumi.


"lalu bagaimana..?? Apakah kita akan melanjutkan permainan kita..??" seru Arumi kepada arzanka.


"Iya Mommy. ayo kita lanjutkan.." ucap arzanka dengan riang gembira.


mereka semua pun langsung mencoba semua wahana permainan yang ada Disana. bahkan, pak Jojo juga ikut diajak oleh mereka. tampak sorot mata Arzanka begitu bahagia. walaupun ia sedari kecil tidak mendapatkan kasih sayang ayah dan ibu, namun hari ini ia cukup bahagia karena mendapatkan Mommy baru, dan juga bisa bermain dengan bebas.


cukup lama mereka berada di taman bermain. karena sepertinya, arzanka begitu aktif untuk bermain. namun saat ini, arzanka sudah tertidur di pangkuan Arumi Karena kelelahan.


"imut banget ya anak kamu Rum. tadi siang semangatnya begitu menggebu-gebu ingin bermain. eh sekarang malah tepar.." ucap Nesya sambil menoel Noel pipi arzanka yang sedang tidur itu.


"is... jangan di toel-toel pipinya nes.. nanti dia bangun." ucap Arumi sambil menepis tangan Nesya yang menusuk nusuk pipi Arzanka.

__ADS_1


Nesya yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang sahabat, Hanya mampu cengengesan saja.


"kamu, belum apa-apa sudah se protektif gitu kepada Arza. bagaimana kalau nanti benaran jadi anak.. hihihi.." gumam Nesya yang masih di dengar oleh telinga Arumi.


saat ini, mereka sudah didalam mobil pak Jojo. kini mereka sedang berjalan menuju rumah keluarga Maulana.


pak Jojo yang mendengar candaan kedua sahabat itu, hanya mampu tersenyum dan mengaminkan ucapan Nesya dalam hati.


pak Jojo sendiri sangat setuju jika Arumi benar menjadi ibu sambung untuk Arzanka. dari pembawaan Arumi serta perhatian yang diberikan kepada Arzanka, murni dari hati yang paling dalam.


( semoga saja, tuan muda cilik selalu bahagia. dan mudah- mudahan. apa yang di Inginkan tuan muda cilik dapat menjadi kenyataan. aamiin...) batin pak Jojo.


"biarkan saja. diakan sudah menjadi anak ku. jadi aku harus melindunginya dari tangan jahil mu itu." ucap Arumi lagi.


"oh.. berarti kamu sudah yakin donk, kalau nanti menikah dengan bapaknya." ucap Nesya absrud. Arumi yang mendengar ucapan Nesya langsung membulatkan matanya.


"eh.. enak aja. suka anaknya, bukan berarti suka bapaknya.." ucap Arumi lagi. semua yang ada disana pun terkekeh mendengar penuturan Arumi.


***


sebelumnya, mereka sangat mengkhawatirkan arzanka karena tidak mendapat kabar darinya. namun tiba-tiba, Arumi menelpon memberitahu bahwa mereka akan pergi ke taman bermain. dan sekarang, waktu hampir mencapai salat magrib, Arumi memberi kabar Lagi bahwa mereka telah di jalan Untuk mengantarkan arzanka pulang.


" ma,pa..." tiba-tiba terdengar suara yang memanggil kedua paruh baya itu.


Nyonya Larissa dan Tuan timotian yang merasa terpanggil langsung mengalihkan pandangan ke arah sumber suara. ternyata, yang memanggil mereka adalah Akbar Maulana Putra tunggal dari tuan timotian dan nyonya Larissa.


Nyonya Larissa yang melihat kedatangan putranya langsung berdiri. Iya sungguh terkejut melihat kedatangan sang anak. pasalnya, Akbar tak pernah menginjakkan kakinya di kediaman mereka setelah Cynthia meninggalkan nya dan pergi meninggalkan arzanka Maulana.


" Akbar..." ucap Nyonya Larissa dengan lirih. matanya berkaca-kaca melihat anaknya. tak bisa ia pungkiri, ada rasa rindu di dalam hati untuk putra tunggalnya ini.

__ADS_1


tak hanya Nyonya Larissa yang terkejut atas kepulangan Akbar Maulana itu. bahkan Tuan timotian pun ikut terkejut. Iya juga berdiri melihat kepulangan sang anak.


"ma, pa. apa kabar.." ucap Akbar Maulana. Nyonya Larissa pun langsung merengkuh tubuh putranya itu.


"Kenapa lama sekali kamu meninggalkan rumah. Apakah yang kamu marahi dan benci adalah papa sama Mama. yang pergi adalah Cynthia, tetapi kenapa papa sama Mama juga mendapat getahnya nak.." ucap Nyonya Larissa sambil memeluk tubuh Akbar.


Akbar juga ikut membalas pelukan sang mama. tiga tahun meninggalkan mereka tanpa memberi kabar dan juga tanpa melihat keadaan mereka, tentu saja membuat rasa rindu di dalam hati Akbar menjadi tumbuh.


"ternyata kamu tahu juga jalan pulang ya.. papa pikir selamanya Kamu tidak akan kembali ke rumah." ucap Tuan timotian. Jujur saja ia sangat merasa kesal kepada anaknya, walaupun begitu rasa rindu tetap ada dalam hatinya.


Ia hanya merasa kesal saja, hanya karena Akbar ditinggalkan oleh Cynthia, sampai membuat Akbar juga tega meninggalkan anaknya. bahkan sampai sekarang, arzanka Maulana tak pernah bertemu dan bersitatap dengan sang ayah. Ia hanya mengenal wajah ayahnya lewat figuran atau foto saja.


Akbar dan nyonya Larissa yang mendengarkan ucapan dari tuan timotian langsung melerai pelukan mereka. Akbar juga tidak marah mengenai apa yang telah disampaikan oleh ayahnya itu.


"maafkan Akbar pa. Akbar tahu Akbar salah..." ucap Akbar dengan perasaan penuh bersalah kepada kedua orang tuanya. Tuan timotian masih terus melemparkan tatapan kesal kepada sang anak.


"lalu, apa yang membuatmu berubah pikiran. sampai kamu memutuskan untuk pulang ke rumah. Apakah kamu sudah menemukan Cynthia..?? dan datang meminta restu kepada kami. kalau begitu Jangan berharap banyak.." ucap tuan timotian lagi. mendengar penuturan sang ayah, Akbar tersenyum getir. Iya ingat Bagaimana perjuangannya dulu mau minta restu kepada kedua orang tuanya.


banyak hal yang ia lakukan untuk meluluhkan hati kedua orang tuanya agar menerima Sintia sebagai menantu mereka. dan sampai sekarang itulah yang Akbar sesali.


kedua orang tuanya berkali-kali mengatakan bahwa Sintia tidak begitu tulus mencintainya. Cynthia hanya menjadikannya sebagai lompatan untuk karirnya saja. dan sekarang terbukti, setelah Cynthia melahirkan dan karirnya begitu bagus, Iya tega meninggalkan dirinya dan juga anak yang baru ia lahirkan.


"maafkan Akbar Pa. tapi Akbar ke sini bukan untuk itu, Akbar pulang murni karena kemauan Akbar sendiri." ucap Akbar lagi.


tapi tiba-tiba ya tersadar, Kenapa rumah orang tuanya terlihat sepi. ia mulai mencari keberadaan sang putra. Iya juga mengedarkan pandangannya ke sana kemari untuk menemukan keberadaan arzanka.


"mah, Pah. di mana Arzanka. kenapa dari tadi aku tak menemukan keberadaannya.?" tanya Akbar kepada kedua orang tuanya.


"kamu tidak perlu mencari keberadaan Arza, ia telah menemukan kebahagiaannya sendiri. kemungkinan Ia juga sudah tidak membutuhkan kamu dalam hidupnya.." ucap tuan timotian dengan ketus.

__ADS_1


penuturan Tuan timotian tentu saja membuat Akbar Maulana terkejut. Iya masih bertanya-tanya, Apa maksud dari penuturan sang ayah itu.


***bersambung***


__ADS_2