Penjara Cinta Sang Badboy

Penjara Cinta Sang Badboy
Hubungan kita gak sehat


__ADS_3

...************...


Gadis itu terbangun, dia membuka matanya secara perlahan.


Aroma obat langsung menyerang hidungnya, telinganya langsung menangkap suara-suara alat elektronik yang berbunyi seolah saling bersahutan.


Ketika matanya terbuka, tampak sebuah ruangan asing dengan langit-langit yang asing pula, dalam sekejap dia tau itu bukan kamarnya.


Sedikit denyut menyerang kepalanya, membuatnya kembali ingat kejadian terakhir yang menimpanya.


Dia ditabrak dengan sengaja. Mobilnya hancur, dia terluka, itu akibat orang-orang yang memiliki masalah dengan Bryan.


Lantas, dimana ia sekarang? Bukannya tadi dia diculik ya?


Ingatan akan luka langsung memberikan rasa sakit di bagian kepala dan kaki Shiren. Dia masih ingat tangannya yang tertancap pecahan kaca jendela mobil, kakinya yang terjepit, dan kepalanya yang terbentur.


Shiren mengedarkan pandangannya, mencoba memastikan dimana dia berada, barangkali jika dia di sekap dia harus segera melepaskan diri walau sulit.


Ah, rupanya dia ada di rumah sakit.


Setelah membuka matanya dengan sempurna, kesadarannya juga pilih total, dia sadar dia ada di rumah sakit dengan berbagai alat melekat di tubuhnya.


Pertanyaan selanjutnya yang muncul dibenaknya adalah, kenapa dia bisa ada di rumah sakit? Siapa yang membawanya?


Tak butuh waktu lama untuk Shiren menjawab pertanyaan itu, sesaat setelah dia--sang ayah, pahlawan sejati dalam hidup Shiren datang, dengan kemeja yang masih bersimbah darah.


Dibelakang sang ayah, ada sang kakak yang wajahnya tampak sedikit terluka dengan baju yang sama kotornya dengan sang ayah.


Benar!


Sudah pasti, sudah jelas, Nathan dan Arfen yang datang menyelamatkannya.

__ADS_1


Rasa takut dan sakit yang dia rasa ingin dia tumpahkan berbentuk air mata yang kini mengalir begitu saja dari mata indahnya.


Tangis haru pecah begitu saja dari sang ibu dan kakak ipar, semuanya datang memeluk Shiren, dia lega, namun juga sesak, tapi perasaan ini adalah perasaan yang nyaman.


Sang ayah memeluknya dengan lembut, Shiren menangis sejadi-jadinya, melupakan ketakutannya.


"Tidak apa-apa, semuanya baik-baik aja, Shiren udah aman, pasti selalu aman, karna Shiren putri Papa." Kata-kata Nathan itu sungguh bisa memberikan Shiren ketenangan.


"Papa ..." Tidak bisa Shiren bendung, air matanya mengalir begitu saja tak mau berhenti, dia menangis sesegukan walau sudah beberapa kali diperingatkan oleh Thifa--kakak iparnya untuk hati-hati karna masih banyak alat yang melekat di tubuhnya.


......................


Beberapa jam sudah berlalu, dokter minta untuk membiarkan Shiren seorang diri sekarang untuk istirahat, setidaknya satu jam.


Setelah puas menangis tadi, akhirnya dia mendengar penjelasan sang ayah, bahwa ketika Shiren ingin dibawa tadi, Nathan dan Arfen tepat datang, mereka sangat khawatir ketika melihat tubuh Shiren penuh darah.


Ah jangan ditanya akhir mereka bagaimana? Sudah jelas kan? Akhir yang paling buruk ada di tangan Arkasa, lagipula siapa suruh menyentuh keluarga Arkasa.


Tapi dari penjelasan Arfen, mereka belum bisa tau para penjahat itu siapa dan apa yang mereka inginkan dengan menculik Shiren, apa motif sesungguhnya.


Sementara Shiren ketika mendengar penjelasan itu hanya diam, bibirnya kaku, dia tidak bisa mengucapkan apa yang ada di hatinya, bahwa dia yakin kalau dia diincar karna Bryan. Shiren juga yakin bahwa orang-orang yang mengincarnya adalah orang-orang yang menaruh dendam kepada keonaran Bryan selama ini.


Bahkan sampai akhir, gue mau dia kelihatan baik di depan orang tua gue, aaa gue bodoh banget, padahal udah tau jelas sumber masalah utama ini ada dimana, tapi gak bisa gue lepas gitu aja.


Gue, Bryan, dan hubungan ini kayaknya masalah besar. Gue bodoh banget, udah jelas-jelas ini semua karna Bryan, dan gue harap dia masih b--


Hah, Shiren menghela napasnya sembari menatap langit-langit kamarnya.


Kira-kira gimana reaksi dia kalau dia tau gue kecelakaan ya gegara dia? Apa dia bakal nangis? Dia bakal nyesel? Gue harap dia nyesel sampe dia ninggalin semua kebiasaan buruknya itu.


Ah!

__ADS_1


Tiba-tiba Shiren punya ide lain, sepertinya dia bisa memanfaatkan hal ini untuk membuat Bryan berubah total.


Yap, gue bakal ancam dia, dia pasti merasa bersalah, kalo dia emang secinta itu sama gue, dia pasti gak mau gue terluka dan dia pasti bakal ninggalin kebiasaan buruknya? Huh! Semoga aja! Semoga aja prediksi gue bener!


Shiren menarik napasnya dalam-dalam, dia bersiap menghubungi Bryan dan memintanya untuk segera datang ke rumah sakit.


Klek ...


Baru saja Shiren berencana untuk menelpon Bryan, dan sang kekasih sudah ada di depannya, baru saja membuka pintu itu.


Bryan masuk secara perlahan, Shiren bisa melihat wajah lesu yang terpampang jelas disana, dengan mata yang sembab yang kini mengeluarkan air mata.


Bryan langsung mendekat dengan cepat.


Langkahnya memelan, dadanya semakin sesak ketika dia melihat kondisi sang gadis yang terbaring seperti ini. Terbaring dengan luka di sekujur tubuhnya, gadis yang paling dia cintai, yang paling ia rindukan senyuman cerianya kini terbaring dengan berbagai alat melekat di tubuhnya.


"Sayang, sakit ya? Maafin gue." Suara Bryan lirih, jelas kepedihan yang terpancar di matanya bukan omong kosong. Shiren jelas tau, Bryan sangat sakit sekarang, dia sedang menahan amarahnya.


Tangan pemuda itu gemetar, suaranya bergetar lirih mengkhawatirkan Shiren, dengan lembut jari jemari itu mendarat di kepala Shiren membelai rambutnya lembut.


"Tau ga? gue inget terakhir mereka bilang kalau mereka culik gue karna orang dari cakrawala. Please Bry, tolong, udahin segala tingkah laku Lo yang gak jelas itu. Lihat efeknya kan? Ini bukan permainan anak-anak, ini hal yang serius, ini bisa aja ngebahayain nyawa, jadi stop oke? Mungkin hari ini gue bisa selamat, atau bisa aja kedepannya Lo yang jadi korban, stop oke?"


Shiren mencoba berbicara lembut, dia memberikan penjelasan yang masuk akal dengan suara kelembutan. Dia harap kelembutan Shiren dan kondisinya saat ini bisa meluluhkan ego Bryan.


Bryan diam di tempatnya. Dia membeku.


Dia hanya menunduk lesu tanpa mengatakan apa-apa lagi, sebelum dia menarik nafas dan mulai mengatakan kata-kata yang tidak pernah Shiren duga akan keluar dari mulut Bryan.


"Kayaknya emang bahaya buat Lo deket gue, maka dari itu sebaiknya Lo ngejauh dari gue. Ayo kita udahin hubungan ini, hubungan kita gak sehat. Hubungan ini menyakitkan buat Lo kan?"


Ah ...

__ADS_1


Shiren memang sejak dulu mau putus.


Tapi entah kenapa jika Bryan yang meminta putus seperti sekarang, sebuah angin dingin menerpa hati Shiren.


__ADS_2