
“Ada apa hingga utusan kaisar ingin berbicara dengan saya?” Tanyaku pada utusan kaisar dihadapannya.
“Silahkan tuan Gautam Lawrence membaca surat dari kaisar.” Jelas utusan tersebut pada ku.
Kulihat surat dengan stempel emas yang terdapat pada surat tersebut. Surat dengan stempel emas memiliki makna permohonan dari kaisar.
***
Kepada Kepala Keluarga Lawrence,
Saya kaisar Richard dengan ini, ingin mengajukan permohonan kepada keluarga Lawrence untuk dapat menjodohkan Aurelia Lawrence dengan pangeran pertama Adam Richard. Permohonan ini bertujuan untuk menguatkan hubungan baik antar keluarga.
Atas permohonan ini, saya berharap dukungan dari Gautam Lawrence selaku kepala keluarga Lawrence.
^^^Kaisar Richard^^^
***
Setelah membaca surat tersebut aku merasa sedih karena cucu kesayanganku akan terjun ke dalam perebutan tahta para pangeran. Dalam kekaisaran ini perjodohan ditujukan untuk mempertahankan posisi pangeran. Apabila ada keluarga yang mendapatkan permohonan perjodohan sebagian besar bangsawan akan menerimanya untuk meningkatkan posisi keluarganya dalam kekaisaran. Namun hal tersebut tidak berlaku kepada keluarga Lawrence yang sudah memiliki posisi yang sangat kuat dalam kekaisaran ini.
Sebenarnya aku sangat ingin menolak permohonan perjodohan ini. Namun melihat kehadiran pangeran kedua yang tiba-tiba, membuatku berpikir dua kali. Kehadiran pangeran kedua memiliki kemungkinan untuk permohonan perjodohan dari permaisuri. Apabila aku menolak perjodohan dari istana sebanyak dua kali, itu akan dianggap sebagai penghinaan kepada kaisar.
“Baik, sampaikan kepada kaisar bahwa saya memerlukan waktu untuk memikirkannya.” Ucapku kepada utusan tersebut.
Setelah mendengarkan ucapanku utusan tersebut keluar. Sepanjang waktu pikiranku hanya berisi tentang perjodohan Aurel. Gadis kecil dan manis itu akhirnya harus tergabung dalam alur perebutan tahta kekaisaran. Aku tidak takut bila nama keluarga Lawrence dipergunakan untuk mendukung pangeran pertama. Hal yang membuatku takut adalah keamanan Aurel saat berada di istana. Selain itu aku takut apabila jauh dari cucu kesayanganku itu. Apabila hal ini sampai di telinga Louis mungkin ia akan langsung mendatangi kaisar untuk melakukan protes.
Jika melakukan pertimbangan, menjodohkan Aurel dengan pangeran pertama adalah pilihan terbaik, dibandingkan menjodohkan Aurel dengan pangeran kedua. Hal yang paling dikhawatirkan adalah kelicikan permaisuri. Aku khawatir jika permaisuri melakukan hal buruk pada Aurel.
Tok..tok..tok..
“Permisi tuan, para pangeran akan segera kembali.” Ucap pengawal rumah.
__ADS_1
“Baik, ayo kita antar para pangeran pulang.” Balasku seraya beranjak keluar ruangan.
Dari kejauhan kulihat Aurel bersama dengan para pangeran yang sedang ucapkan salam perpisahan. Sepanjang hari ini mereka bermain bersama. Pasti ada banyak hal yang telah mereka lalui hari ini. Semoga aku dapat melihat mereka harmonis seperti ini dimasa depan.
"Aku pulang, Aurel. Kamu jaga diri baik-baik ya." Ucap pangeran pertama pada cucuku itu.
"Aku juga akan pulang Aurel, jangan lupakan aku ya." Sahut pangeran kedua dengan bersemangat.
"Baik pangeran, hati-hati dijalan." Balas Aurel pada kedua pangeran tersebut.
"Suatu hari nanti ketika aku kembali setelah bertarung, aku akan datang menemuimu terlebih dahulu sebelum kembali ke istana." Ucap pangeran pertama dengan jari kelingking.
"Saya akan menyambut pangeran di gerbang pintu masuk kekaisaran ini." Ujar Aurel membalas jari janji kelingking pangeran pertama.
"Pangeran kedua, jangan lupa belajar dengan giat ya." Sambung Aurel.
"Iyaa, tentu. Ketika aku pulang dari akademi, aku akan mendatangimu." Jawab pangeran kedua dengan mengangkat jari kelingkingnya.
"Aurel akan menunggu." Sahut Aurel seraya membalas janji jari kelingking pangeran kedua.
"Para pangeran terima kasih telah datang berkunjung ke kediaman Lawrence." Ucapku dengan membungkukkan badan.
"Kami juga berterima kasih telah menyambut baik kedatangan kami." Balas pangeran pertama dengan menundukkan badan.
"Terima kasih atas segala pelayanan dan sambutan untuk kami hari ini." Sambung pangeran kedua dengan membungkukkan badan.
Setelah mengucapkan salam perpisahan, para pangeran mulai menaiki keretanya masing-masing. Mereka membuat tirai jendela kereta, sebelum akhirnya kereta berjalan meninggalkan kediaman Lawrence. Aku sangat bersyukur segalanya berjalan dengan baik hari ini.
.
.
__ADS_1
.
.
Hari ini adalah salah satu hari yang membahagiakan dalam hidupku. Gadis itu begitu spesial dan selalu membuatku terkagum. Sikapnya dalam menghadapi berbagai situasi sangat perlu dihargai. Ia memiliki kharisma seorang wanita bangsawan yang tidak semua bangsawan milik. Bahkan jika ia mengenakan pakaian rakyat biasa, kharisma itu tidak akan bisa ditutupi.
"Suasana hati pangeran pertama sangat bahagia hari ini." Ucap pengawal pribadiku seraya tertawa kecil.
"Hahaha, gadis itu di luar ekspektasi saya." Jawabku dengan tawa bahagia.
"Pasti karena nona Aurelia Lawrence." Sahut pengawalku dengan senyum terukir.
"Tadi aku melihat utusan istana di kediaman Lawrence. Apakah ada hal yang penting?" Tanyaku setelah mengingat kejadian itu.
"Ada surat dari kaisar, untuk hal yang terjadi hamba kurang mengerti pangeran." Jawab pengawalku itu.
Kira-kira apa yang terjadi hingga utusan istana datang ke kediaman Lawrence? Apakah ada sesuatu hal yang terjadi? Mungkin hanya perintah dari kaisar mengenai tugas penting.
"Kalau hamba mendengar dari para pelayan. Ada yang melihat surat itu memiliki stempel emas." Jelas pengawal yang membuatku terkejut.
"Hah? Stempel emas?" Tanyaku terkejut.
"Benar pangeran." Jawab pengawal itu.
Ada peristiwa apa sehingga kaisar mengeluarkan stempel emas. Umumnya jika itu adalah tugas dari kekaisaran pasti surat itu memiliki stempel berwarna merah. Hal apa yang membuat kaisar melakukan permohonan kepada keluarga Lawrence hari ini? hingga stempel emas yang digunakan. Semakin dipikirkan, aku tidak menemukan jawaban apapun.
Dalam sejarah kekaisaran terdapat empat macam stempel. Pertama adalah merah, yang memiliki arti perintah. Stempel merah dipergunakan untuk memberikan tugas atau perintah kepada para bangsawan. Kedua adalah putih, yang memiliki arti undangan. Stempel ini dipergunakan untuk mengundang para bangsawan agar mengikuti rapat atau kegiatan lainnya. Ketiga adalah hitam, yang memiliki arti hukuman. Stempel ini dipergunakan untuk memberikan hukum kepada para bangsawan yang berkhianat dan melakukan kesalahan. Terakhir adalah emas, yang memiliki arti permohonan. Stempel ini dipergunakan untuk melakukan permohonan kepada para bangsawan dan stempel ini sangat jarang dipergunakan.
"Apakah Lawrence sedang membuka bisnis yang menarik perhatian kaisar?" Tanyaku penasaran.
"Sejauh yang saya dengar hanyalah bisnis pertambangan." Sahut pengawalku itu.
__ADS_1
Bisnis pertambangan merupakan aspek penting dalam kekaisaran. Namun hal tersebut tidak cukup untuk membuat kaisar menggunakan stempel emas itu. Apakah ini ada hubungannya dengan Aurel? Beberapa waktu yang lalu, kaisar telah melihat aurora milik Aurel. Apakah Aurel akan dipergunakan juga oleh kaisar? Namun jika hal itu terjadi ayah dan juga kakeknya tidak akan tinggal diam.
"Harapanku Aurel baik-baik saja." Gumamku seraya menutup mata dan terlelap.