
“Kenapa hari ini membosankan sekali ya…” Gumamku dengan menatap langit-langit kamarku.
“Apakah kakek sibuk sekali hari ini? Bagaimana jika bermain dengan kakek.” Ucapku lalu beranjak pergi menuju ruangan kakek.
Sepanjang perjalanan kudapati banyak pelayan yang sedang sibuk membersihkan koridor. “Nona, anda mau kemana? Disini banyak debu, saya takut nona merasa tidak nyaman.” Ucap salah seorang pelayan.
“Ohh, saya ingin ke ruangan kakek.” Jawabku dengan tangan menunjuk ke arah ujung koridor.
“Baiklah, mari saya antar.” Balas pelayan itu untuk menemaniku menuju ke ruangan kakek.
Dalam perjalanan pelayan itu berusaha melindungi diriku agar tidak terkena debu yang berjatuhan. Beberapa tirai sudah diturunkan, banyak tangga-tangga yang terpasang untuk membantu membersihkan langit-langit ruangan.
“Baik nona, sudah sampai.” Ucap pelayan itu.
“Terima kasih yaa.” Balasku lalu mengetuk pintu ruangan kakek.
Tok..Tok…Tok..
“Masuk..” Sahut kakek di dalam ruangan.
Di dalam ruangan terlihat kakek sedang fokus menandatangani beberapa dokumen. Hingga akhirnya kakek menyadari keberadaanku. “Ohhh, Aurel. Kemarilah.”
“Kakek, halooo. Bagaimana kabar kakek?” Tanyaku dengan ceria.
“Baik, Aurel. Dengar-dengar kemarin kamu berjalan-jalan dengan ayahmu yaa?” Ucap kakek saat mengetahui kegiatanku kemarin.
“Iyaa kakek, ayah membelikanku banyak hal.” Jawabku dengan sangat gembira.
“Benarkah? Apakah kamu memiliki permintaan kepada kakek?” Tanya kakek padaku.
“Tidak kakek, Aurel hanya bosan karena kelasku libur beberapa minggu.” Ucapku dengan wajah murung.
“Hahaha, lucu sekali cucuku ini. Anak lain mungkin akan senang ketika libur kelas.” Sahut kakek menertawakanku.
“Tapi kakek, Aurel tidak memiliki kegiatan apapun.” Jawabku dengan bibir manyun.
“Iyaa, apakah kamu mau berkunjung ke daerah barat?” Tanya kakek untuk menghiburku.
“Ohh, daerah tempat keluarga ratu sebelumnya?” Sahutku dengan penuh semangat.
__ADS_1
Wajah kakek terkejut, tidak paham bagaimana aku mengetahui hal itu. “Kamu mengetahui hal itu Aurel?” Tanya kakek terkejut.
“Hihihi, iyaaa. Ayah menceritakannya padaku.” Ucapku dengan tertawa kecil.
“Ohh begitu, apakah Aurel ingin berkunjung ke daerah barat?” Tanya kakek kembali.
“Mau kakek..” Jawabku dengan bersemangat, hingga melompat-lompat kesana kemari. Kakek hanya tertawa senang melihat reaksi itu.
“Kakek dengar Aurel ingin membeli batu aurora?” Tanya kakek yang membuatku berhenti melompat-lompat.
“Iyaa, kakek. Apakah boleh?” Tanyaku ragu.
“Tentu saja boleh Aurel.” Jawab kakek dengan tersenyum.
Tok…Tok…Tok…
Seorang pria dengan kacamata bulat khas memasuki ruangan, di belakangnya terdapat seorang seorang pria dengan sebuah koper besar yang ditariknya.
“Ohh, Barnard dan Donald. Masuklah.” Ucap kakek kemudian menutup semua dokumen dan berdiri dari tempat duduknya.
“Iyaa, tuan ini seperti permintaan anda.” Ucap Barnard dengan hormat.
Pria yang dipanggil Donald oleh kakek mulai membuka kopernya. Di dalam koper terdapat berbagai macam batu aurora dengan berbagai warna.
“Apakah ini untukku?” Tanyaku bersemangat dan tidak menyangka.
“Tentu cucuku.” Jawab kakek dengan tersenyum.
Begitu banyak batu aurora di dalam koper tersebut. Namun, pandanganku terfokus pada salah satu batu berwarna putih dengan goresan berwarna emas di sekitarnya.
“Kakek, Aurel ingin itu.” Ucapku dengan menunjuk batu yang kuinginkan.
“Sepertinya nona tahu mana batu yang bagus.” Sahut pria pemilik koper tersebut.
Pria itu bernama Donald, di kehidupanku sebelumnya aku pernah mendengar kabar tentang Donald Harrison meskipun belum pernah bertemu dengan orang itu langsung. Donald Harrison adalah seorang pemilik toko batu dan permata aurora paling terkenal di kekaisaran ini. Namun, beberapa tahun kemudian dia terkena penyakit keras yang tidak diketahui penyebabnya. Sehingga karena usahanya memiliki kontribusi besar pada kestabilan kekaisaran, bisnisnya diambil alih oleh keluarga ratu yang menjabat sekarang. Ini adalah kali pertama aku bertemu dengan Donald Harrison, mungkin aku bisa merekutnya menjadi sekutuku. Melihat hubungannya dengan kakekku, mungkin akan jauh lebih mudah.
“Entahlah, Aurel merasa batu itu memanggilku.” Balasku dengan tertawa kecil.
“Omprakash merupakan pilihan yang bagus.” Sahut kakek melihat pilihanku.
__ADS_1
Omprakash merupakan batu dengan elemen dasar cahaya. Arti dari nama Omprakash adalah cahaya suci. Batu ini sering kali dipakai sebagai sebagai perlindungan. Di kehidupanku sebelumnya aku pernah membaca tentang batu ini. Konon katanya batu ini berasal dari air mata naga mistis di pegunungan timur, tidak ada yang tahu apakah itu nyata atau hanya legenda. Tetapi sebelum kematianku, batu ini digunakan salah satu petinggi akademi kekaisaran sebagai portal perlindungan. Dalam salah satu buku kuno yang pernah kubaca, tertulis bahwa batu Omprakash berukuran kecil mampu menjernihkan perairan yang tercemar. Memilih batu tersebut, mungkin adalah pilihan terbaik.
“Mungkin dibuat sebagai liontin akan bagus.” Ucap Barnard ketika melihatku menggenggam batu itu.
“Benar itu adalah ide bagus.” Ucap Donald seraya mengambil sesuatu dari sisi lain kopernya.
Donald meraih batu yang telah ku genggam dan memasangkan pada sebuah kalung titanium yang ia ambil dari kopernya. Setelah memastikan batu itu terpasang sempurna, ia memberikannya padaku.
“Wahhh, cantik sekali.” Ucapku terkagum.
“Apakah Aurel bahagia?” Tanya kakek dengan senyum tulus.
“Tidak perlu ditanya, kakek. Aurel sangat bahagia.” Jawabku begitu semangat yang membuat Barnard dan Donald tertawa kecil.
“Ok baik, Barnard tolong urus pembayarannya. Terima kasih telah membantuku membahagiakan cucuku.” Ucap kakek seraya menggendongku.
“Sama-sama tuan. Tuan Donald, ayo ikut saya.” Ujar Barnard, lalu pergi meninggalkan ruangan bersama Donald.
Aku sibuk melihat kalung yang telah terpasang di leherku, aku merasa senang sekali mendapatkan benda itu.
“Aurel, ketika kita pergi ke daerah barat kakek akan mengajarkanmu aurora.” Ucap kakek yang mengalihkan fokusku dari batu yang baru kumiliki.
“Ohh, baik kakek, Aurel tidak sabar.” Balasku begitu gembira.
“Apakah Aurel ingin mengikuti perkumpulan sosial?” Tanya kakek mengharapkan sebuah jawaban dariku.
“Hmmm…” Gumamku menimbang-nimbang keputusan.
Aku belum pernah mengikuti perkumpulan sosial, mungkin ini adalah ide bagus untuk menambah relasi. Aku harus mengikutinya, siapa tahu aku bisa bertemu dengan keluarga ratu sebelumnya dan menggali informasi yang diperlukan.
“Boleh kakek.” Jawabku ketika telah berpikir beberapa saat.
“Baiklah, nanti Aurel akan bertemu dengan keluarga ratu sebelumnya.” Ucap kakek yang membuatku terkejut.
Seketika aku merasa alam semesta sedang berada dipihakku, bagaimana bisa ada kebetulan seperti ini. Segalanya akan jadi lebih mudah dengan ini.
“Ibu ratu sebelumnya adalah ketua dari perkumpulan sosial yang akan kamu ikuti. Tenang disana akan ada anak-anak kecil yang usianya tidak terlalu jauh darimu.” Jelas kakek ketika melihat ekspresi wajahku.
“Apakah ibu ratu sebelumnya baik?” Tanyaku polos.
__ADS_1
“Tidak hanya baik, ia juga terkenal dengan etikanya yang sangat baik. Tidak heran ratu sebelumnya begitu sempurna, ia terlahir dari wanita yang hebat pula.” Jawab kakek untuk meyakinkanku.
“Baik kakek, Aurel menjadi tidak sabar ingin cepat-cepat berkunjung ke daerah barat.” Balasku dengan tawa kecil yang membuat kakek ikut tertawa juga.