Penyelamatan Keluarga Lawrence

Penyelamatan Keluarga Lawrence
BAB 18. Ratu Sebelum


__ADS_3

KRING!!! KRING!!!


Bunyi bel masuk toko berbunyi menyambut kedatanganku dengan ayah. Tampak seorang wanita berusia sekitar 30 tahun  sedang berdiri dibalik meja kasir. Senyum ramah terukir di bibirnya, tatapan mata lembut yang membuat anak kecil merasa nyaman. 


“Selamat datang! Kami punya banyak mainan, silahkan pilih.” Ucap wanita itu menyambut aku dan ayah.


Mataku berkeliling memperhatikan setiap sudut toko tersebut. Begitu banyak hal unik yang membuatku terpanah. Namun ada satu benda yang berada di ujung ruangan yang tak dapat mengalihkan fokusku. 


“Ayah, Aurel mau itu.” Ucapku dengan tangan tertuju pada mainan diujung ruangan.


“Aurel mau kotak musik?” Tanya ayah meyakinkan diriku.


“Iyaa ayah, benda itu terlihat cantik.” Sahutku tak sabar memiliki benda tersebut.


“Baik, nyonya tolong satu untuk anakku.” Ucap ayah pada wanita dibalik meja kasir itu.


“Baik Tuan.” Jawab wanita itu dengan tangan mulai membungkus mainan yang terbeli.


Melihat caranya membungkus, sepertinya ia memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup. Saat menerimanya, aku tidak melihat sedikitpun kertas yang berantakan. Melihat hal itu, mungkin ia pernah bekerja ditempat lain sebelumnya.


“Ini uangnya.” Ucap ayah seraya memberikan uang pada wanita itu.


“Baik, terima kasih tuan.” Balas wanita itu dengan senyum ramah.


Setelah selesai membeli mainan tersebut, ayah menggendongku untuk mengajakku berkeliling. Sepanjang jalan kudapati butik pakaian, toko kue, penginapan, restoran, dan pedagang kaki lima. Mataku tidak dapat berkedip karena takut melewatkan sesuatu.


“Aurel mau kue?” Tanya ayah padaku.


“Mauuu, Aurel mau makan kue coklat ayah.” Ucapku begitu ceria.


“Iyaa, ayo.” Sahut ayah, lalu menggendongku ke toko kue di seberang jalan. 


Toko kue itu identik dengan warna merah muda yang dominan tampak. Dari kaca toko terdapat berbagai kue yang terpampang dengan aneka rasa dan jenis. Banyak pengunjung yang sedang duduk menikmati kue di tempat outdoor toko kue tersebut. Ketika masuk, hidungku disambut oleh harumnya kue yang baru selesai dipanggang. Aroma harum kue tersebut seakan mampu membuatku terhipnotis dalam kelezatan aroma tersebut. 


“Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?” Ucap sang pemilik toko dengan kumisnya yang khas.

__ADS_1


“Paman…apakah ada kue coklat?” Ucapku seraya mendongakkan kepala ke atas.


“Ohh, apakah nona kecil ini menginginkan sesuatu yang manis?” Jawab sang pemilik toko dengan tawa kecil.


Pria tersebut berjalan menuju rak kaca di dekatnya, dengan hati-hati memasukkan sepotong kue coklat ke dalam kemasannya dengan memberikan tambahan biskuit coklat.


“Ini kue untukmu dan sebuah biskuit coklat sebagai hadiah.” Ucap sang pemilik toko seraya memberikan bungkusan merah muda itu padaku.


“Terima kasih paman.” Ucapku dengan tawa senang.


Ayah melakukan pembayaran untuk kue yang telah aku beli. Ketika menunggu ayah, aku sibuk berkeliling toko untuk melihat-lihat. Ada sebuah dinding yang berisi penuh dengan foto-foto, mungkin adalah foto para pelanggan disini. 


“Ohh, apakah itu pangeran pertama?” Cetusku saat melihat salah satu foto.


“Wahh.. sepertinya nona mengenalnya. Apakah nona pernah bertemu langsung?” Sahut sang pemilik toko.


“Iyaa, pernah. Pangeran pertama pernah bermain ke kediamanku.” Jawabku yang membuat paman kebingungan.


“Nona dari keluarga mana? Saya tahu nona adalah bangsawan tingkat tinggi dari cara pakaian nona dan ayah nona, namun saya masih tidak tahu kalian dari keluarga mana.”


Mendengar jawabanku, membuat sang pemilik toko terkejut dan kemudian berlutut. “Maafkan kesalahan saya nona, pria tua ini kurang wawasan hingga tidak mengenali anda dan ayah anda.” 


“Tidak apa paman, itu adalah hal wajar. Saya dan ayah saya kemari untuk berjalan-jalan, jadi tidak perlu semua orang mengenali saya dan ayah.” Jawabku untuk menenangkan sang paman.


“Terima kasih atas kebaikannya nona, saya selalu berusaha untuk memperlakukan semua pelanggan toko secara adil. Untuk beberapa nona dari bangsawan tinggi, ada yang tidak terima akan hal tersebut.” Balas sang pemilik toko padaku.


“Ohh, saya tidak seperti itu, tenang saja.” Ucapku dengan tawa kecil.


“Nona sangat baik seperti yang diceritakan orang-orang. Saya senang bisa bertemu anda.” Ucap sang pemilik toko, kemudian berdiri.


“Benarkah? Apakah namaku seterkenal itu?” Tanyaku penasaran.


“Iyaa Aurel, sejak kejadian di istana. Namamu tersebar di seluruh kekaisaran.” Jelas ayah padaku, yang aku balas dengan sebuah anggukan paham.


“Ohh iya paman, siapakah wanita di dekat pangeran pertama ini?” Tanyaku bingung.

__ADS_1


“Itu adalah yang mulia ratu sebelumnya.” Jelas pemilik toko padaku.


Di kehidupanku sebelumnya, aku tidak pernah melihat wajah ratu sebelumnya. Dari foto ini terlihat seberapa sayang ratu sebelumnya pada pangeran pertama. Mata ratu sangat mirip dengan pangeran.


“Ratu sebelumnya adalah orang yang baik nona.” Cetus pemilik toko seperti sedang mengingat sesuatu.


“Dahulu, jalanan utama kekaisaran hanyalah jalanan biasa yang kumuh dan tak terurus. Jalanan disini tidak seperti kawasan kediaman elit para bangsawan. Namun, ratu sebelumnya memperhatikan daerah ini dan merawatnya hingga seperti ini.” Sambung sang pemilik toko.


“Banyak permasalahan di kekaisaran ini yang diselesaikan oleh ratu.” Sahut ayahku yang sudah lama mengabdi untuk kekaisaran dan istana.


“Nona cepat tumbuh besar yaaa, kekaisaran ini memerlukan orang baik.” Ucap sang pemilik toko dengan senyuman tulus.


“Permisi..” Ucap seseorang dari pintu masuk toko.


“Sepertinya anda ada pelanggan, kami izin pergi. Terima kasih sudah melayani kami.” Ucap sang ayah kemudian menggendongku keluar toko.


Sepanjang jalan, aku penasaran dengan ratu sebelumnya. Mungkin aku perlu mencari tahu di perpustakaan kediaman Lawrence. Umumnya setiap anggota keluarga kekaisaran akan tercatat biografi kehidupannya.


“Aurel kenapa melamun?” Tanya ayah padaku.


“Apakah Aurel penasaran dengan ratu sebelumnya?” Sambung ayah ketika melihat tatapanku kosong.


“Iyaa ayah, apakah ayah mau menceritakan sesuatu?” Tanyaku dengan wajah polos.


“Ratu adalah orang yang baik, keluarganya tinggal di daerah barat kekaisaran ini. Keluarga ratu sebelumnya adalah pemilik tambang yang berkontribusi besar pada persediaan alat pertahanan kekaisaran, karena hal tersebut ratu memiliki kemampuan berpedang yang sangat hebat. Ketika berusia 21, ratu berani memimpin pasukan untuk mempertahankan daerah barat ketika diserang oleh pemberontak. Saat itu pasukan kekaisaran datang terlambat dikarenakan utusan dari daerah barat terbunuh di perjalanan. Perjuangan ratu dalam melawan pemberontak tersebar ke seluruh daerah kekaisaran hingga ia diundang menuju istana oleh raja. Disaat itulah, pertama kali pertemuan raja dengan ratu.” Jelas ayah padaku.


“Ohhh, begitu yaa?” Ucapku mengerti.


“Lalu…apakah keluarga ratu tidak pernah berkunjung ke istana?” Tanyaku penasaran.


“Kali terakhir mereka berkunjung ke istana adalah saat kematian ratu. Kedua orang tua ratu mengambil tubuh ratu untuk dikuburkan di daerah barat agar dekat dengan mereka.” Jawab ayah atas pertanyaanku.


“Lalu kenapa mereka tidak membawa Pangeran Pertama?” Tanyaku karena merasa kasihan dengan Pangeran Pertama.


“Saat itu keluarga ratu ingin membawa Pangeran Pertama pergi, namun keluarga kekaisaran tidak mengijinkan hal tersebut terjadi. Ratu sekarang yang dulunya menjadi selir berjanji pada keluarga ratu untuk menjaga pangeran.” Jelas ayah kembali padaku.

__ADS_1


__ADS_2