
Hari ini matahari cukup cerah, kata kakek kami akan kedatangan tamu yang sudah beberapa lama tidak bertemu. Ketika kakek berkata begitu aku berpikir kita akan kedatangan keluarga bangsawan di daerah barat ini. Namun, pagi itu aku dan kakek menunggu dibawah. Dari kejauhan terlihat lambang akademi kekaisaran. Kereta besar dengan warna hijau yang dominan dengan sebuah bendera berkibar di atas kereta itu.
“Guru Roland!!!!” Sapaku ketika melihat kedatangannya.
Seorang pria yang sudah tak kujumpai beberapa minggu kini kembali. Kini kulihat ekspresi wajah semangat yang diucapkan oleh Roland Glaz untuk menyapa kami.
“Setelah usai merapikan barang-barang di kamarmu, segera temui aku di ruang kerja.” Ucap kakek lalu pergi dengan raut wajah sedih.
Guru Roland mengangguk paham akan ucapan kakek. Di dalam pikiranku aku begitu bingung, karena sepertinya kakek dan guru Roland menyembunyikan sesuatu. “Apakah ada masalah?” Gumamku dalam hati.
Guru Roland berusaha mengalihkan pikiranku. Mungkin setelah melihat raut wajahku, ia menyadari aku sedang memikirkan sesuatu. “Nona Aurel, guru punya hadiah untukmu.” Ujar guru Roland dengan tangan sibuk mencari sesuatu di tasnya.
Setelah beberapa saat berlalu, sebuah gantungan ayamanan keluar dari tas guru. Gantungan dengan warna biru dan putih terlihat begitu cantik. Guru memberikannya di tanganku yang sudah sedari tadi terbuka. “Paman, ayaman ini cantik sekali.” Ucapku tertawa.
Paman tersenyum melihatku. “Nanti nona bisa kaitkan pada tusuk rambut nona untuk menambahkan kesan elegan, atau nona ingin mengaitkan pada pedang dan hal lain tidak masalah.” Jelas guru padaku.
Kemudian kami masuk ke rumah. Guru memberi tahu bahwa aku akan ada kelas siang nanti bersamanya. Dimana hari ini kami akan belajar terkait perdagangan, baik perdagangan milik kekaisaran maupun perdagangan milik bangsawan.
Berdasarkan kehidupan sebelumnya, aku pernah membaca terkait hal ini untuk pengetahuan dasar ketika aku berusaha mempertahankan kondisi keluarga Lawrence yang berantakan. Berdasarkan buku yang kubaca perdagangan yang dikuasai oleh negara merupakan bahan kebutuhan primer rakyat, bahan yang berkontribusi pada kestabilan ekonomi, dan bahan yang disita karena suatu hal. Sedangkan perdagangan milik bangsawan merupakan bisnis yang dibuat untuk mempertahankan kestabilan keluarga itu sendiri.
Usai berbincang dengan guru aku kembali ke kamar untuk bersantai, sebelum mengikuti kelas siang nanti. Sedangkan guru pergi kemar untuk merapikan barang dan setelah itu pergi ke ruang kerja kakek sesuai pesan kakek tadi.
.
__ADS_1
.
.
Pikiranku kosong dengan pandangan terarah pada jendela ruang kerjaku. Beberapa bulan yang lalu aku menemukan bercak hitam pada lengan putraku, Louis Lawrence. Louis hanya diam tanpa mengucapkan apapun ketika kutanya terkait bercak itu. “Louis, ada apa dengan lenganmu?” Tanyaku terkejut.
Louis hanya terdiam, seakan menyembunyikan sesuatu. “Tidak apa, ayah. Aku baik-baik saja.” Jawab Louis setelah beberapa saat terdiam dan tidak menjelaskan apapun. Setelah itu ia pergi meninggalkan aku yang masih terkejut dengan bercak di tangannya.
Aku tidak bisa tidur karena takut bahwa itu adalah sesuatu yang berbahaya. Aku pergi ke menara suci untuk mencari tahu terkait hal itu. Kepada seorang petinggi disana aku bertanya terkait apa yang kulihat pada tangan putraku. Pria dari menara suci itu menara suci itu bertanya terkait aurora milik putraku. “Tuan Lawrence apa aurora milik putramu?” Tanya pria itu.
“Kegelapan.” Jawabku singkat yang langsung membuat raut wajah pria di hadapanku berubah.
“Sepertinya saya tahu apa yang sedang putramu alami.” Ujar pria itu dengan wajah pucat, seakan berat mengucapkannya.
“Sangat berbahaya. Penyakit itu adalah black demon. Penyakit itu terbentuk dari sebagian aurora yang bermutasi sehingga menyerang balik tubuh pemiliknya. Penyakit itu akan sulit diidentifikasi, karena gejala awalnya hanyalah bercak hitam yang tidak terlalu penting. Namun, setelah beberapa waktu lalu bercak itu akan semakin menyebar. Pada tahap terakhir bercak tersebut akan berada di seluruh tubuh penderita. Black demon akan menggerogoti tubuh inangnya perlahan-lahan sehingga tidak diketahui gejala awalnya.” Jelas pria itu yang membuatku lemas.
“Lalu apakah ada obatnya?” Tanyaku dengan khawatir.
“Sayangnya sampai saat ini belum ada obat yang ditemukan untuk menangani penyakit tersebut. Bahkan untuk memperlambatnya kecepatan bercak hitamnya menyebar juga tidak ada.” Jawab pria itu yang membuatku menangis.
“Lalu berapa lama waktu yang putraku miliki??” Ucapku dengan kesedihan mendalam.
“Semua tergantung dengan seberapa besar kekuatan aurora yang putra anda miliki dan seberapa banyak aurora yang bermutasi. Semakin banyak yang bermutasi, kecepatan bercak menyebar akan semakin cepat. Umumnya sekitar 3 hingga 4 tahun penyakit itu dapat menyebar secara total.” Jelas pria itu kembali.
__ADS_1
“Penyakit ini tergolong dalam penyakit langkah dan merupakan efek dari kekuatan aurora yang besar dan penggunaan berlebihan.” Sambung pria menara suci itu.
“Lalu saya harus bagaimana?” Tanyaku karena tidak tahu harus melakukan apa.
“Anda tidak dapat melakukan apapun, selain menghabiskan waktu bersama putramu.” Ucap pria itu.
Mendengar jawabannya membuat pikiranku mendadak kosong. Aku tak ingin melihat Aurel sedih karena hal ini. Gadis yang masih kecil itu, sangat membutuhkan kasih sayang dari ayahnya hingga ia menginjak masa dewasa. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Aurel harus kehilangan ayahnya juga.
“Mendengar cerita anda, sepertinya putra anda sudah tahu tentang penyakit yang ia derita.” Ujar pria menara suci itu setelah berpikir sejenak.
“Apakah benar-benar tidak ada jalan?..” Sahutku semakin lemas, aku benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan.
“Mungkin ada, tapi pasti sulit. Anda hanya dapat melakukan penelitian terkait penyakit itu. Masih ada cukup waktu untuk melakukannya.” Ucap pria itu, yang membuat aku memiliki sedikit harapan..
.
.
Kenangan itu cukup membuatku tidak dapat beristirahat dengan tenang. Mengkhawatirkan segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Karena aku sendiri tidak tahu seberapa banyak aurora yang bermutasi dalam tubuh putraku. Aku hanya takut penyebaran bercak hitam itu lebih cepat dari waktu yang telah diperkirakan oleh petinggi menara suci. Bahkan hingga sekarang aku tidak tahu bagaimana cara memberi tahu Aurel tentang ini. Mungkin ini alasan Louis tidak menceritakan penyakitnya pada siapapun, karena takut hal itu sampai bocor dan terdengar oleh Aurel.
Louis pasti tidak siap menceritakan dan melihat reaksi Aurel. Bagi Louis, kebahagian Aurel adalah segalanya. Louis tidak akan sanggup melihat Aurel menjadi murung setelah mengetahui ayahya menderita penyakit yang hingga saat ini tidak dapat diredakan, bahkan disembuhkan. Aku bahkan tidak mengerti harus menceritakan pada gadis berusia 7 tahun itu atau tidak. Usianya terlalu dini untuk mengetahui hal ini. Namun, disisi lain ia berhak mengetahui hal ini.
TOK!!..TOK!!...TOK!!
__ADS_1
“Iyaa…silahkan masuk…” Sahutku dari dalam ruangan.