
"Ayah, apa yang terjadi pada Aurel?" Ucapku panik setelah mendengar berita tentang Aurel.
Saat sedang mencari pelaku bersama dengan pasukan elit kekaisaran. Tak sengaja ku dengarkan berita tentang putriku Aurel.
"Katanya racun pangeran pertama telah keluar berkat bantuan nona Lawrence, putri Louis Lawrence." Ucap seorang bangsawan sedang bergosip.
"Hah? benarkah?" Tanya bangsawan lain tak percaya.
"Bukankah nona itu masih sangat kecil?" Balas seorang bangsawan lainnya.
"Iyaa benar, dengar-dengar nona itu memiliki aurora lebih besar daripada milik pendeta terbaik di aula putih." Jelas bangsawan tersebut pada teman-temannya yang lain.
"Wah, aku harus menjaga hubungan baik dengan Lawrence. Masa depan keluarga itu akan sangat cerah karena nona tersebut." Ujar bangsawan tersebut sambil meminum wine di tangannya.
Mendengar berita tersebut, hatiku begitu bangga memiliki putri kecilku. Sejak kapan gadis kecil itu menjadi begitu kuat? Dulu saat kecil dia sangat lemah dan pucat. Kini dia sudah tumbuh semakin kuat.
"Namun dengar-dengar sang nona pingsan karena terlalu banyak mengeluarkan aurora." Ucap bangsawan itu.
"Ohh, kasihannya. Pasti begitu sakit dengan tubuh kecil mengeluarkan aurora sebanyak itu." Balas bangsawan itu merasa kasihan pada putriku.
Mendengar ucapan itu, membuat kekhawatiranku muncul. Seberapa besar aurora yang telah tubuh kecil itu keluarga untuk menyelamatkan pangeran pertama? Emosiku memuncak, ku cari dimana keberadaan putriku sekarang. Hingga tiba di ruangan tersebut, kulihat ayah yang terduduk lemas menatap putriku. Didalam juga terdapat pendeta dan kaisar.
Air mataku tak mampu terbendung. Aku belum pernah merasa sesakit ini semenjak kematian istri tercintaku dulu. Tubuh kecil dan lemas kini terbaring tak berdaya diatas tempat tidur. Aku telah melampaui ekspektasi ayah, Aurel.
"Ayah, apa yang terjadi pada Aurel?" Tanyaku khawatir.
"Aurel tidak sadarkan diri setelah menyelamatkan pangeran pertama." Jawab kakek dengan nada sedih.
"Maafkan aku Louis, putri mengalami hal ini karena menyelamatkan putraku." Jelas kaisar merasa bersalah.
Aku tidak mau kehilangan orang yang kusayang untuk kedua kalinya. Baru sebentar aku merasakan menjadi seorang ayah. Baru sebentar aku memperhatikan putri yang sebelumnya tak pernah aku pedulikan. Aku ingin menghabiskan waktu bersama putriku seperti yang kami lakukan akhir-akhir ini. Tolong jangan pergi, Aurel.
Beberapa saat kemudian pendeta telah selesai mengobati Aurel.
"Nona akan baik-baik saja, nona hanya perlu istirahat yang cukup." Ucap pendeta tersebut seusia mengobatiku.
"Apakah tidak ada sesuatu yang berbahaya dengan Aurel?" Tanyaku panik.
"Tidak, nona hanya perlu istirahat. Usahakan nona tidak menggunakan aurora sebelum tubuhnya benar-benar pulih." Ucap pendeta itu padaku.
__ADS_1
"Baik." Jawabku merasa begitu lega.
Setelah proses pengobatan tersebut, ayah memutuskan membawa pulang Aurel ke kediaman Lawrence. Kaisar mempersilahkan kami untuk meninggalkan perayaan lebih awal. Sejak hari itu, nama putriku terkenal di seluruh sudut kekaisaran ini.
Setelah peristiwa ini aku harus melatih aurora Aurel, agar dia tidak mengalami hal berbahaya seperti itu lagi. Putriku sudah bisa berdiri dengan kakinya sendiri sekarang...
.
.
.
.
Kesadaranku kembali dengan pandangan yang masih buram kutatap langit kamarku. Kepalaku begitu sakit, sebenarnya apa yang terjadi sebelum aku bangun. Yang mampu aku ingat hanyalah perayaan musim panen, di tengah-tengah acara dadaku sesak dan kesadaranku perlahan hilang.
Semuanya gelap dan dingin, hingga ada cahaya yang begitu terang dan hangat. Cahaya itu membuat ku merasa aman, lebih hangat dari aurora milik ibuku dulu.
"Pangeran sudah sadar, akan segera saya panggilkan kaisar kemari." Ucap pelayan yang baru saja masuk itu.
Apa yang telah terjadi sebenarnya? Sudah berapa lama kesadaranku hilang? Apakah aku diracuni? Mungkin waktu telah berlalu cukup lama.
"Pangeran kau telah sadar? Syukurlah. Nona itu berhasil menyelamatkanmu." Ucap ayah padaku.
"Yang mulia sebelumnya apa yang telah terjadi padaku?" Tanyaku penasaran.
"Seminggu yang lalu saat perayaan musim panen, pangeran diracuni seseorang. Para pendeta terbaik telah dikerahkan untuk menyelamatkan pangeran pada saat itu. Namun kondisi tubuh pangeran tidak kunjung membaik, hingga nona dari keluarga Lawrence datang dan menyelamatkan pangeran." Jelas kaisar padaku.
"Tetapi nona tersebut kehilangan kesadaran akibat menggunakan aurora yang terlalu banyak." Sambungan kaisar.
"Apakah itu Elis Lawrence? Setahu saya auroranya adalah air, bagaimana bisa?" Tanyaku karena tidak paham.
"Bukan, nona yang menyelamatkan pangeran adalah Aurelia Lawrence. Putri dari Louis Lawrence, pemimpin pasukan elit kekaisaran." Jawab kaisar atas pertanyaanku.
"T-Tapi dia masih muda, bagaimana bisa?" Ucapku terkejut.
Bagaimana bisa gadis yang lebih muda dari pangeran kedua bisa menyelamatkanku? Apakah dia begitu hebat sehingga mampu mengalahkan pendeta aula putih? Mungkin dia adalah saintis, kekaisaran akan menuju masa kejayaan jika itu benar.
"Pangeran harus berterima kasih secara langsung pada nona itu saat tubuh pangeran telah pulih." Ucap kaisar sambil menepuk pundakku.
__ADS_1
Aurelia Lawrence, putri dari Louis Lawrence. Gadis yang tidak pernah muncul sebelumnya. Pada saat perayaan kemarin aku ingat ada seorang gadis kecil bersama dengan tuan kepala keluarga Lawrence, kemungkinan dia adalah Aurelia Lawrence. Tubuhnya begitu kecil, kemungkinan dia masih berusia 7 tahun.
Setahuku Louis Lawrence adalah pemilik aurora kegelapan. Mungkin aurora yang dimiliki oleh Aurelia berasal dari ibunya. Berdasarkan berita yang beredar di kalangan bangsawan, istri dari Louis Lawrence adalah seorang penari yang tidak diketahui latar belakangnya. Dapat disimpulkan bahwa latar belakang ibu Aurelia tidak sederhana.
Dalam sejarah kekaisaran, aurora cahaya jarang sekali dimiliki oleh seorang wanita. Sebagian besar pemilik aurora cahaya adalah seorang pria, sehingga mereka menjadi seorang pendeta. Bagi wanita yang memiliki aurora cahaya akan menjadi seorang saintis. Saintis terakhir kali muncul sekitar 120 tahun yang lalu, pada saat itu kekaisaran ini sangat diberkati oleh dewi.
"Saya akan mengunjungi kediaman Lawrence saat kondisi tubuhku telah membaik." Ucapku pada kaisar.
.
.
.
.
"Ramalan tersebut terjadi tuan." Ucap pria berjubah hitam.
"Seminggu yang lalu ada kabar dari istana bahwa pangeran diracuni, kemudian seorang nona dari keluarga Lawrence muncul dan menyelamatkannya." Sambung pria berjubah hitam itu.
"Benar, gadis yang diramalkan muncul." Ucapku tersenyum.
"Akhirnya penantian tuan telah tiba." Sahut pria itu.
"Berapa usai gadis itu sekarang?"
"7 tahun tuan." Balasnya atas pertanyaanku."
"Kapan tuan akan menemuinya?" Sambung pria jubah hitam itu.
"Tunggu waktu yang tepat." Jawabku menatap langit dari jendela ruang kerjaku.
Tok..Tok..Tok..
"Tuan permisi, Ada tamu dari Oxley yang ingin menemui tuan ketua." Ucap seorang pelayan setelah memasuki ruanganku.
"Baik, mari kita temui."
Masih ada 4 tahun hingga waktu itu tiba, aku akan menjaganya hingga peristiwa itu. Setelah itu kita akan sering bertemu, Aurel. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian lagi. Tunggu hingga semuanya telah siap, kita akan bersama-sama lagi. Ibu merindukanmu putriku….
__ADS_1