
Betapa terkejutnya Carissa mendengar ucapan Derrel yang begitu kejam kepadanya, bagaimana mungkin pria ini mengatakan hal menjijikan kepadanya..kepadanya.
Carissa menggeleng, bergerak mundur menjauhi Derrell yang tampak siap menerkamnya, bahkan tubuhnya merasa ngeri sendiri membayangkan tubuh kokoh itu akan melakukan sesuatu kepadanya,
''Tuan Derrell sadarlah ada apa denganmu...jangan lakukan itu padaku.''jerit Carissa memohon.
Namun Derrell hanya tersenyum dingin, seperti tidak perduli dengan rintihan Carissa di bawahnya, dalam sekejap pria itu menarik tubuh Carissa dan mengunci pergerakannya, hingga gadis itu tak dapat bergerak.
Derrell mencengkram ujung dagu Carissa dan menariknya mendekat ke wajahnya.
''Ada yang bilang ke ingin tahuanmu akan membuat dirimu celaka, kau tau siapa gadis yang kau lepaskan tadi.''
Carisaa menggeleng, dia mulai meneteskan airmata ketakutan.
''Aku tidak tau.''
Derrell tertawa..
''Dia adalah gadis yang sudah payah di carikan anak buahku untuk melayani kebutuhan bercintaku di atas ranjang dan kau tau Carissa, dia seorang perawan, dan dengan bodohnya kau berani melepaskan dirinya,''
Carissa tercekat mendengarkan kata makan malam
''Makam malam..itu artinya setiap hari Derell..kau menemukan gadis perawan baru untuk bercinta.''
''Kau pintar menebak, aku tak suka gadis yang pintar aku hanya ingin kemurnian..namun kau telah merusak kesenanganku.''
''Kesenangan apa..kau terlalu menjijikan Derell tak taukah dirimu kalau apa yang kau lakukan ini sungguh mengerikan.''
Derrell mengerang, Carissa memang punya bakat untuk merusak kesenangan seseorang, kemarin dia melakukannya pada Lea adik angkatnya dan seolah itu sudah menjadi sifat Carissa kembali mengulangi perbuatannya dan bagi Derrell ini sudah mencapai puncak kesabarannya, pria itu membiarkan Carisaa mengatakan apapun sesukanya sebelum pria itu memaksanya dalam percintaan panas malam ini.
''Aku punya uang dan aku bisa melakukan apapun.''
''Tapi tetap saja di mataku kau adalah pria yang menjijinkan bahkan sebanyak apapun perbuatan baikmu tak akan menghapus rasa jijik ku padamu.''
''Cukup...Carissa..''
Carissa terkejut ketika tubuhnya di dorong cukup keras hingga membentur ranjang empuk di belakangnya, tubuhnya terbanting disana, dan ketika dia ingin bangun Derrell kembali menerjangnya dan tidak membiarkan dirinya bergerak atau menghindar.
''Lepaskan aku Derell apa yang kau lakukan..''jerit Carissa histeris, mencoba menepis sentuhan liar Derrell yang cukup dominan kepadanya walau sia-sia.
Tubuh kokoh Derrell melingkupinya dan membuat Carisa benar-benar terjebak sekarang tanpa mampu melawan.
__ADS_1
Derrell tertawa menang sambil mendekatkan wajahnya..pria itu menggertakan giginya,
''Carissa....kau bukan hanya telah merusak kepercayaan adikku Lea kepadamu namu kau juga telah menghancurkan kepercayaanku kepadamu.''
''Jangan....aku mohon Derrell, aku minta maaf tentang Lea aku sudah menjalani hukuman bukan dan tentang gadis itu aku tidak sengaja.'' desah Carissa dengan wajah pucat.
''Jika kau sengaja melepaskan gadis itu maka kau harus rela menyerahkan dirimu, dan bagiku tak ada tawar menawar Carissa.''
''Tidak aku mohon.''
Carissa menjerit memohon ampun ketika dengan tiba-tiba, Derrell merobek paksa pakaiannya hingga terlepas dari tubuhnya dan segera menciuminya.
''Tidak...''
Carissa merintih putus asa ketika pria itu menciuminya dengan putusa asa, memberi jejak basah di daerah sensitifnya hingga tangisan gadis itu pecah di seluruh kamar, namun sekali lagi tangisannya tidak membuat Derrell berhenti.
''Kau akan menjadil milikku Carissa.'' desis Derrell dengan ketegasan sempurna.
''Tidak....Derrell jangan.'' isak Carissa mengiba.
Derrell melepaskan semua penghalang tubuh indah Carissa dan menekannya tetap berada di bawahnya, pria itu tak perduli ratap tangis Carissa yang memohon agar dia berhenti namun, Derrell tidak bisa berhenti sebelum dia mencapai puncak rasa puas..dan semuanya baru saja di mulai.
Sampai akhirnya Carissa sampai di ujung perlawanannya, ia kelelahan sendiri tak mampu melawan seorang Derrell yang begitu kuat. dan ketika Derrell bergerak ingin menyatukan tubuhnya, sontak Carissa bergerak mundur mencoba memohon sekali lagi.
''Derrell...aku mohon lepaskan aku..''airmata sudah mengalir membasahi wajah Carisa, hatinya sakit sekali menyadari dia sudah tak bisa lepas.
''Sssstt...tenanglah Carissa, pria itu mengecup bibirnya dengan panas..mungkin saja setelah ini kau akan menjadi kesayanganku.''desis Derrell menggertakan gigi.
Derrell menekan tubuh Carissa agar tidak bergerak dan sesaat kemudian pria itu menggerakan tubuhnya mencoba menyatukan diri dengan milik Carissa dengan susah payah, Carissa masih suci dan memang sulit baginya untuk menyatukan diri meski sulit namun tak ada yang bisa menghentikan Derrel, sesaat kemudian, terdengar jerit Carissa tangisan gadis itu pecah memenuhi ruangan,hatinya hancur berkeping-keping ketika sadar, ia telah kehilangan kesucian karna kecerobohannya sendiri.
Yah...semua karna kebodohannya, rasa sakit itu menembus kesadarannya seolah menjadi hukuman yang paling berat untuk dirinya. di saat yang sama bayangan wajah Dava pria yang di cintai muncul di dalam ingatannya dan semakin menyakitinya dengan begitu kuat. hingga Carissa hanya mengigit bibirnya sampai hampir berdarah ketika pria itu berhasil memilikinya..
''Sakit sekali..'' rintih Carissa di sela penyatuan paksa yang di lakukan Derrell kepadanya.
**********
Malam itu...
Setelah Derrell berhasil menyalurkan hasratnya pria itu pergi begitu saja setelah mendapat panggilan telp, dan kesempatan itu di gunakan Carissa untuk menyelinap keluar dari Club yang mengerikan itu untuknya, tak ada satu pun yang menghadangnya karna Derrell sudah mengumumkan kalau Carissa adalah wanita barunya.
Tanpa di sadari Carissa, langkahnya di ikuti seorang pria yang mengawasinya dari jarak yang aman, sambil melaporkan keadaan Carissa pria itu terus mengikuti Carissa sampai ke mobil.
__ADS_1
''Tuan....semua baik-baik saja nona Carissa sudah masuk ke dalam mobil..aku akan terus mengawasinya.''
*************
2 hari kemudian...
Carissa mengurung dirinya sendiri di dalam kamar menutup segala akses dunia luar dan hanya berdiam diri di kamar, hanya sendirian karna ayahnya sudah memilih tinggal bersama keluarga barunya dan tidak perduli kepadanya, dirumah besar ini Carissa hanya di kelilingi pelayan setianya, Carissa memejamkan matanya, setiap detik hanya ada airmata yang mengalir, Carisaa tak bisa mengendalikan rasa sakitnya kali ini, jika ini hukuman yang pantas dia dapatkan karna menghancurkan Lea, bukankah hukuman ini terlalu berat, paling tidak Lea tidak kehilangan apapun, luka hati bisa di obati sedangkan dirinya tak bisa lagi kembali seperti dahulu, menjadi wanita yang di sentuh seorang Mafia kejam menjadi pukulan tersendiri bagi Carissa hingga dia tak bisa memaafkan diri sendiri, dia jijik pada dirinya sendiri.
Sebuah ketukan di pintu kamar membuat Carissa menoleh, ketika sang pelayan masuk dengan hati-hati.
''Nona Carissa, ada dua teman nona di depan.'
''Siapa mereka.''
''Nona Faya dan Lidya.'' jawab sang pelayan.
Carissa menggeleng malas, dia tak ingin bertemu siapapun.
''Katakan pada mereka aku sedang tidur dan tak ingin di ganggu.''
''Baik nona.''
**********
Faya dan Lydia tak bisa mempercayai apa yang di dengarkan dari pelayan Carissa, gadis itu menolak bertemu. dan bukan hanya sekali Carissa menghindari mereka, dan hal itu cukup membuat Faya dan Lydia marah.
''Apakah dia sedang bercanda dengan kita.''
Lydia mengerutkan kening...ia menoleh pada Faya.
''Bagaimana kalau kita mengeluarkan kartu terakhir untuk membalas Carissa dengan melukai Lea, dan memakai nama Carissa..aku ingin melihat bagaimana gadis sombong ini jatuh.''desis Faya penuh dendam.
''Tentu saja...ayo kita pergi dan lakukan dengan cepat.''
Keduanya meninggalkan rumah milik Carissa dengan hati yang panas.
*******
Lea membeku ketika pagi ini dia mendapatkan pesan pemberitahuan seorangt yang misterius, dan pernyataannya membuat geger karna pelaku sebenarnya yang telah mengerjai dan mempermalukannya hingga Lea benar-benar hancur ternyata adalah Carisaa.
''Carissa adalah pelakunya, tidak mungkin.'' desah Lea begitu terpukul.
__ADS_1