
Carissa merasa gemas mendengar penjelasan Dava yang berbelit-belit,
Carissa : Apa yang terjadi pada Lea, katakan.
Dava : Kemarilah, ada banyak polisi di tempat ini dan aku tak bisa menjelaskan di telp, Carissa aku akan mengirimkan alamatnya sekarang juga kepadamu.
Hening.....
Tubuh Carissa bergetar takut sekarang, yah..dia tak pernah bisa membayangkan hal buruk yang mungkin terjadi kepada Lea,
Carissa akan menggeleng dengan rasa sakit yang samar muncul di dadanya, tubuhnya goyah hingga tak mampu berdiri, beruntung sang Ayah sigap untuk menangkap tubuhnya.
''Ada apa Carissa, apa yang terjadi.''
Carissa menoleh dengan penuh airmata, ia menggeleng dengan hati yang hancur.
''Ayah, mengapa dadaku sesak sekarang, aa....aku takut sekali ayah, antarkan aku sekarang.''
Albert meraih tubuh putrinya dan memeluk Carissa sekaligus menenangkan dirinya, sungguh ia merasa ikut hancur ketika merasakan kesedihan Carissa,
''Apa yang terjadi, siapa Lea.''
''Oh..tidak, aku tak bisa memaafkan dirinya jika sesuatu terjadi kepadanya Ayah, Lea sahabatku dan aku menyakitinya.'' tangis Carissa pecah saat itu juga.
Albert mengangguk mengusap punggung Carissa dengan lembut.
''Tenanglah sahabatmu akan baik-baik saja, bagaimana kalau kita pergi sekarang, dia pasti menunggumu.'' bisik Albert dengan susah payah.
Carrisa menganggukan kepalanya, patuh. lalu mereka masuk ke mobil.
***********************
Mobil yang di kendarai Carissa dan sang ayah akhirnya tiba di lokasi yang di kirimkan oleh Dava, dari jauh ada banyak polisi yang sudah datang di lokasi kejadian yaitu di atas tebing tinggi di hadapannya adalah jurang lautan lepas yang membentang luas, jatuh di sana jangan harap bisa selamat,
''Lea.'' jerit Carissa tidak terkendali,
Carissa membuka pintu mobil dengan lemah, ia melangkah gontai mendekati lokasi yang sedang di pagari garis polisi, ada banyak orang hingga Carissa menjadi pusing.
''Lea...Lea...ya ampun, Lea.''
Seolah mendapat kekuatan lebih, Carissa berlari ke arah kerumuman banyak orang dengan pandangan syok, ia sudah tidak memperhatikan sekelilingnya,
''Lea...''
Carissa ingin berlari menembus garis polisi namun tubuhnya di tangkap oleh beberapa petugas karna itu sangat berbahaya.
''Nona...jangan mendekat.''ucap salah satu polisi wanita kepadanya.
Carissa menoleh frustasi, airmatanya sudah mengalir dari tadi,
__ADS_1
''Apa yang terjadi pada Lea, apa yang terjadi dimana dia.''jerit Carissa histeris.
''Nona Carissa tenanglah, maafkan kami harus menyampaikan hal ini kepadamu, dengan semua bukti yang kami temukan, kami bisa menyimpulkan kalau nona Lea di nyatakan meninggal dengan melompat ke dalam jurang laut ini, dia bisa di pastikan tidak selamat.''
''Apa.''
Seperti mendapatkan tamparan keras, Carissa begitu terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh para petugas ini dan merasakan nyeri menjalar di dadanya, dia segera menggeleng,.
''Tidak..ini tidak benar, tidak benar kalau Lea bunuh diri, aku tak akan percaya kalau aku belum melihat bukti, mungkin saja dia terpeleset dan jatuh, bagaimana kalau kita menyelamatkannya.''
''Maaf nona Carisa, aku tau kau berduka tapi cobalah berpikir, jika anggota kami turun pasti ada korban yang lain kau liat ombak yang tinggi itu, belum lagi angin yang kencang, maaf tapi tak ada yang bisa kami lakukan.''
''Apa karna Lea bukan siapa-siapa karna itu kalian tidak menolongnya.'' teriaknya murka.
Petugas itu berusaha tenang dan mengerti betapa terlukanya Carissa sekarang, sang ayah juga sedang mendampinginya dan memeluknya untuk menenangkan putrinya,
''Carissa tenanglah sayangku, kau harus sabar.''
''Tidak mau ayah, aku menyayangi Lea..mengapa dia melakukan itu, mengapa dia meninggalkan aku.''
Sementara itu Dava datang dan ikut menenangkan Carissa yang rapuh.
''Carissa ini keputusannya, kau tak bisa melakukan apapun lagi ini adalah jalan hidupnya sayang.''
''Tapi dia tidak punya siapapun selain aku sahabatnya..kami bertengkar ketika terakhir kalinya bertemu dan aku sangat menyesal.''isak Carissa begitu terguncang.
Albert ikut sedih dengan apa yang di katakan sang putri,sampai salah seorang petugas mendekati Albert.
''Alea.''ucap Albert sedikit mengenang, salah satu putri kembarnya bernama Alea, mudah-mudahkan bukan dia.
''Baikah aku akan bertanggung jawab.''ucap Albert mengikuti langkah petugas menuju sebuah mobil di mana ada seorang wanita yang meneteskan airmatanya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun,
''Kami akan memasukannya ke panti sosial tapi kami butuh tanda tangan seseorang yang mungkin akan bertanggung jawab.''
Albert mengangguk,
''Siapa dia.''
''Wanita ini adalah ibu kandung dari nona Alea, kami menemukannya di pinggir jurang sendirian dan sedang menangis.''
Albert mengangguk lalu mendekati wanita itu bermaksud ingin melihat sosok seperti apakah ibu dari Alea, sahabat putrinya.
''Maaf nyonya, aku turut berduka.''
Albert membeku, lebih tepatnya dia sungguh syok ketika wanita itu menoleh dengan ekspresi yang beku.
''Tidak mungkin...Clarisa.'' teriak Albert dengan suara yang tercekat.
Sementara Clarissa hanya mengerutkan kening, airmatanya mengalir deras.
__ADS_1
''Kau..''
*************
Crang!!!!!
Derrell tak mampu menahan rasa terkejutnya ketika dia mendapat berita buruk pagi ini kalau, sesuatu terjadi kepada Lea,
airmatanya mengalir penuh rasa sakit,
''Apa maksudmu Lea.''
''Tuan Derrell sayangnya kejadian itu memanglah benar...nona Lea sudah meninggal karna menjatuhkan diri dari atas tebing tinggi.''
Derrell begitu marah, dia tidak terima adik angkat yang begitu baik padanya melakukan hal itu, sekuat tenaga Derrell mendekati sang anak buah dan mencengkram ujung jasnya dengan kuat,
''Kau berbohong, itu tidak benar..adikku, tidak pernah melakukan itu, dia bahkan baru saja memberikan aku makan siang, dia tidak mungkin melakukannya.''teriak Derrell murka.
''Tapi semua itu memanglah benar tuan Derrell kalau nona Lea di nyatakan meninggall.''
''Apakah polisi sudah menemukan tubuhnya.''
Anak buahnya menggeleng, ada pakaian robek yang tersebar di sekitar jurang dan menurut tangkapan cctv nona Lea memakai gaun itu terakhir kalinya terlihat, sang anak buahnya juga meneteskan airmata sedihnya, yah...bagaimana pun ia juga sempat mengenal nona Lea dan tau kebaikannya, jadi dirinya ikut sedih karna kehilangan.
''Tidak mungkin, Alea....mengapa kau melakukan ini.'' teriak Derrell merasa hancur, setelah dia kehilangan keluarga dan menemukan Alea, Derrell begitu bahagia dan bertekad akan membahagiakan Lea, namun semuanya hancur.
''Apa yang membuatnya melakukan ini hah...mengapa dia melakukan ini.''
Sang anak buah tampak sedikit hati-hati, karna bagaimana pun ini tentang nona Carissa, gadis istimewa di hati tuan Derrell.
''Katakan siapa..''
''Tuan Derrell, maaf harus mengatakan hal ini tapi menurut mata-mata kita terakhir kalinya nona Lea terlihat murung ketika bertengkar dengan nona Carissa.''
Derrell menoleh tajam,
''Carissa.''
''Yah....nona Carissa, dan sejak saat itu hubungan pertemanan mereka menjadi hancur, nona Lea terlihat murung sejak saat itu sampai akhirnya di temukan bunuh diri.''
Derrell menyentuh dadanya, bagaimana mungkin Carissa tega melakukan itu pada Carissa, bukankah mereka sesungguhnya adalah sahabat, bukankah dendam itu sudah berakhir, bukankah segalanya sudah baik-baik saja.
Derrell mengepalkan tangannya,
''Carissa...Carissa, dia bahkan terlalu angkuh untuk merendah, bukankah hal itu terlalu mengerikan.''
Derrell tertawa dengan airmata yang mengalir, pandangannya berubah seketika menjadi dingin,
''Carissa, kau akan membayar dengan sangat mahal.''desis Derrell penuh dendam.
__ADS_1
***************