Penyesalan Si Kembar

Penyesalan Si Kembar
Dava Yang Ingin Kembali


__ADS_3

Katakan apapun dan jangan pernah mengatakan kalau Carissa adalah pelakunya katakan apapun seperti seluruh kampus yang merencanakan ini dan dia akan percaya dan bukan kenyataan ini kalau Carissa.


''Tidak mungkin Carissa, tidak mungkin Carissa menghianatiku.''jerit Lea histeris.


Gadis itu segera meraih tasnya dan keluar dari Apartement.


***********


Sementara itu,


Carissa melangkah bersama Dava sepajang trotoar sambil berbincang, Dava teramat menyesal karna dirinya selama ini telah salah menilai Carissa, dia pikir Carissa tidak baik namun sebaliknya ternyata Lea adalah gadis yang mengerikan, hingga Dava sama sekali tak ingin memberi Lea kesempatan.


''Bagaimana kabarmu Carissa, mengapa kau tidak muncul di kampus.'' lirik Dava dengan tatapan sendu.


Carissa menghela nafas, sebenarnya Carissa tak ingin keluar dari rumahnya namun Dava mendatanginya dan meminta bertemu karna itu ia tak punya pilihan lain selain menerima ajakan Dava untuk berjalan-jalan di sekitar komplek rumahnya.

__ADS_1


''Aku baik Dava, sebenarnya aku hanya sedang lelah karna sesuatu.''


''Apa yang terjadi.''


Carissa sedikit heran karna Dava terlihat mendekatinya meski dia menganggap hal itu adalah hal yang biasa. Selama ini Dava menjauhinya ketika masih bersama Lea namun sekarang ketika Lea terpuruk dengan mudahnya Dava berpaling, bahkan menjauhi Lea dengan kejam.


''Tidak ada yang terjadi, Carissa menghentikan langkahnya, Dava..aku harap kau benar-benar tau kalau kau tak perlu memberi perhatian kepadaku karna itu tak perlu, yang harus kau beri perhatian sekarang adalah Lea...karna Lea adalah kekasihmu, jadi berhenti mendekatiku Dava..apa kau mengerti.'' desah Carissa cukup tegas.


Carissa melangkah melewati Dava namun dalam sekejap Dava menarik lengannya mendekat..


Carisa menoleh gusar, menghempas tangannya yang di pegang Dava dan mengeraskan wajahnya..


''Ada apa denganmu Dava.''


'Tolong beri aku kesempatan Carissa, mungkin kemarin aku telah salah memilih gadis yang punya masa lalu kotor, bahkan orang tuaku tak ingin mendengar namanya....Carissa, orang tuaku benar seharusnya aku lebih memilihmu...status mu jelas kita dari keluarga yang sederajat jadi aku pikir kita lebih cocok, di banding aku dan Lea....aku sungguh menyesal pernah bersikap kasar padamu demi wanita rendahan itu namun Carissa, aku berjanji padamu jika kau memberi aku kesempatan sekali lgi maka aku akan membuktikan padamu kalau aku akan bisa membahagiakanmu..Carissa.''

__ADS_1


Plak!!!!!


Sebelum Dava menyelesaikan ucapannya, dia terkejut ketika Carissa menamparnya dengan kuat. Betapa marahnya Carissa sekarang, bagaimana mungkinn Dava mampu mengucapkan hal sekejam itu, dan mengapa Carissa bisa jatuh cinta dengan pria sebejat ini yang mencampakan wanita semudah dia membuang Tissue, gadis itu menggertakan giginya.


''Maaf, tapi aku sama sekali tidak menyukai pria bejat sepertimu, aku pikir kau pria yang baik namun kau tak lebih dari pria tak tau malu yang sangat rendah, Dava..kau tidak akan pernah aku beri kesempatan, pergilah atau aku akan menghancurkanmu.''


Carissa melangkah meninggalkan Dava yang putus asa, pria itu tak menyerah Carissa adalah gadis kaya raya dan dia tak akan pernah melepaskan Carissa.


Ketika Carissa melangkah, gadis itu terkejut ketika Dava mengejarnya dan memeluknya dari belakang, hingga gadis itu meronta sekuat tenaga...disaat yang sama sebuah taxi berhenti tepat di hadapan Carissa dan Dava.


''Carissa,....aku tidak percaya kau adalah penghianat yang jahat.''jerit Lea histeris.


Carissa terkejut setengah mati melihat Lea yang berdiri dengan airmata,


''Oh..Lea ini tidak seperti yang kau pikirkan.''

__ADS_1


''Aku benci padamu Carissa.'' jerit Lea dengan tangisan yang pecah.


__ADS_2