Penyesalan Si Kembar

Penyesalan Si Kembar
Salah Paham


__ADS_3

Carissa terkejut ketika ia menangkap Lea berdiri di hadapannya dengan tatapan hancur yah bagaimana bisa Lea disini dan mengapa waktunya jutsru tepat dengan kedatangan Dava.


''Lea aku mohon beri aku waktu untuk memberimu penjelasan aku dan Dava...''


''Diam kau Carissa ternyata apa yang selama ini aku dengar benar adanya kau dan Dava telah merencanakan ini untuk menyingkirkan aku.''


Carissa menggeleng menolak tuduhan Lea kepadanya tentu saja dia tidak begitu...Carissa menyingkirkan pegangan Dava lalu mendekati Lea yang bergerak mundur dan menghindarinya, gadis itu tak mau mendengar penjelasan apapun dari Carissa yang telah di anggapnya sebagai penghianat dengan wajah beku Lea mendekati mobilnya sebelum dia masuk ke dalam mobil gadis itu menatap Carissa dengan sorot mata tajam.


''Ingatlah ini baik-baik kalau aku tak akan pernah memaafkan mu Carissa,kau gadis jahat kau kejam dan semoga kau mendapat balasan yang setimpal.''


''Tidak....Lea...aku mohon jangan pergi aku mohon Lea jangan tinggalkan aku...dengarkan aku dulu...Lea.''


Dengan putus asa Carissa memukul kaca mobil untuk menghentikan Lea pergi namun semua itu sia-sia Lea bahkan tidak menatap matanya hal itu membuat hati Carissa teriris, airmatanya menetes entah karna apa tapi menyadari rasa sakit di mata Lea membuatnya nyeri sungguh tak ada yang lebih menyakiti nya sekarang di banding melihat sahabat baiknya membencinya, Carissa bahkan sudah hidup sebatang kara tanpa siapapun, ia bahkan tak punya kesucian lagi hal itu membuat Carissa begitu terpuruk. semua egonya runtuh seketika.


''Carissa sudahlah...tak usah mengejarnya..biar Lea kembali kepada asalnya dan kau bersama denganku.''


Carissa menoleh tajam..


''Aku tak pernah melihat ada pria yang tidak tau malu sepertimu Dava..kau terlalu meremehkan aku dan ingat ini baik-baik aku akan menghancurkanmu jika kau tidak berhenti.''


Mendengar perkataan Carissa membuat Dava tertawa, yah...bahkan dia sudah mendengar sebuah kenyataan kalau ayah Carissa telah menikah lagi dan melupakan keluarganya hal itu adalah kesempatan bagi Dava untuk mendekati Carissa karna dialah satu-satunya pewaris harta kekayaan tuan Albert yah, jika Dava bisa menikah dengan Carissa maka kedudukannya sebagai seorang pengusaha muda akan meroket, dia sudah sadar kalau harta dan tahta lebih penting dari cinta, dia tak butuh cinta di dalam hidupnya.


''Bukankah kau sudah tak punya siapapun di sampingmu saat ini...ayahmu telah menikah lagi dan kau sendirian kau punya seseorang untuk mendukungmu...memangnya aku salah jika aku berpikiran lebih terbuka, dengan kenyataan masa lalu Lea...apakah ada keluarga yang mau menerimanya aku bertanya padamu Carissa,apakah ada yang akan menerimanya.''teriak Dava menahan emosinya.


''Tapi sikapmu terlalu kejam Dava.''


''Kejam...apakah kau tidak salah bicara, lalu bagaimana denganmu Carissa renungkan lah bagaimana dirimu dulu ..aku bahkan gampang mengingat kalau satu-satunya kebaikan dalam dirimu adalah ketika kau berteman dengan Lea...lalu bagaimana hasil dari kebaikanmu sendiri..dia bahkan hanya mengingat satu kesalahan saja dan melupakan seribu kebaikanmu Carissa, apa untungnya bagimu menjadi orang baik.''

__ADS_1


Deg!!!!!!


Ucapan Dava seperti sebuah tamparan keras baginya, untuk sesaat Carissa ikut merenung,mengapa perkataan Dava ada benarnya..selama ini dia selalu bersikap kejam dan tak ada satupun yang berani menyakitinya apalagi menyumpahinya dan yang di lkuka Lea sedikit berlebihan bukankah dia hanya melakukan satu kesalahan dan hal itu tak akan pernah di lihat Lea padahal selama ini Carissa selalu bersikap baik, dia juga sudah minta maaf karna membuat Lea sakit hati dan semua ini tidak cukup.


Carissa memejamkan matanya, bukankah semua orang pad akhirnya hanya akan mencontai diriya sendiri...?


"Carissa......bersamaku kita akan menjadi lebih baik, kita akan menikah dan melahirkan generasi kelas atas...karna Lea dan sejenis mereka berada terlalu jauh di bawah kita jadi sulit bagi mereka untuk berada di lingkungan kita."


Dava menyentuh punggung Carissa dan mengusapnya perlahan dan menghasutnya lalu Carissa mulai terlena...


"Carissa aku tau kau sedang khawatir padanya namun tenanglah Lea hanya menggertak mu saja dan tak akan pernah serius membecimu..sebentar lagi dia akan kembali dan menjilat di kakimu.. bukankah orang miskin akan terus melakukannya sepanjang hidup mereka."


Dava merasa lega ketika ia berhasil membawa Carissa menuju mobilnya dan menuntun gadis cantik itu masuk. setelah itu Dava menyusul masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin mobil.


"Aku akan membawamu ke tempat yang indah dan disana kau bisa meredakan semua perasaan marahmu Carissa."


Dava tersenyum lega karna akhirnya dia bisa mendapat kepercayaan Carissa dan kini tinggal mengambil hati Carissa lalu menguasainya, pria itu tersenyum penuh rencana.


Mobil melaju pelan meninggalkan komplek perumahan Carissa namun ketika akan berbelok arah, Dava cukup terkejut ketika menyadari ada sebuah mobil mewah yang terparkir melintang di badan jalan dan seorang pria bersandar di mobil mewahnya dengan sebuah pistol di tangannya.


Dava cukup terkejut melihat pria itu dan bermaksud untuk bertanya mengapa dia harus menghalangi jalan. sementara Carissa mengangkat wajahnya dan menoleh pada Dava yang bersiap turun dari mobil.


"Ada apa."


"Aku tak tau siapa tapi aku akan menghadapinya kau tunggu saja di mobil Carissa."


Carissa hanya mengangguk patuh dan memalingkan wajahnya ke arah depan jalan dan dia benar-benar terkejut menemukan seorang pria yang begitu dia kenal mendekati mobil mereka.

__ADS_1


dan kenyataan itu membuat Carissa menjadi pucat.


Dialah Derrell Dark, pria kejam itu mendekati Dava yang mendekatinya, kemarahan Derrell memuncak hari ini di tambah rasa cemburu yang menguasainya.


Dava bersedekap angkuh mendekati Derrell dengan tatapan dingin.


''Mengapa kau menghalangi jalan kami...kau tau aku adalah.''


Bughh!!!!!


Dava mengerang kesakitan ketika mendapat serangan tiba-tiba kepalanya di pukul dengan ganggang pistol dan rasanya sangat menyakitkan untuknya..darah segar seketika mengalir dari hidungnya tak berhenti sampai disana, Derrel kembali meraihnya dan memukulnya kali ini Dava tak berkutik Derrell menggertakan giginya..tidak membiarkan Dava mengambil nafas.


''Mengapa kau memukulku apa salahku.'' teriak Dava di sela rasa sakitnya.


Derrell tertawa dingin tatapan membunuhnya mengarah pada pria itu.


''Kau telah berani mengusik dua gadisku dan hukuman untukmu adalah mati.'' desis Derrel menakutkan.


Derrell mengarahkan pistol ke pelipis Dava bersiap menembak namun pria itu terkejut.


''Derrrell apa yang kau lakukan jangan bunuh dia.'' jerit Carissa dengan suara keras.


Derrell menoleh gusar, beraninya gadis ini membela pria lain di depannya, beraninya dia.


Derrell tersenyum kejam,kesempatan itu di gunakannya untuk mencekal tangan Carissa dengan posesif.


''Mulai saat ini kau adalah milikku Carissa.''

__ADS_1


''Lepaskan aku Derrell apa yang kau lakukan.'' Carissa berusaha melepaskan pegangan Derrell yang sekeras batu.


__ADS_2