
Derrell menarik Carissa merapat kepadanya seolah menunjukan kepemilikan kepada gadis itu sementara Kevin sedikit tidak terima, bayangkan saja bagaimana bisa Carissa terlibat dengan Derrell.
Derrell melangkah mendekati Kevin dan tersenyum,
''Dia adalah milikku.''desis Derrell tenang.
Carissa dan Kevin sama-sama terkejut dengan pernyataan Derrell dan gadis itu segera meronta, melepaskan cengkraman tangan Derrell yang teramat kuat kepadanya.
''Derrell apa yang kau bicarakan ini.''
''Itu benar bukan, Carissa kita punya hubungan yang dekat katakan padaku apakah kau akan menyangkal ini di depan Kevin.''desis Derrell seolah menantang.
Kevin menatap mata Carissa cukup serius, dan akhirnya dia menghela nafas panjang menyadari kalau apa yang di katakan oleh Derrell benar, karna Carissa tidak mampu menjawab satu patah katapun.
''Carissa....semua orang punya masa lalu...aku juga, aku akan menerimamu.''
''Apa kau sudah gila Kevin...apakah kau pikir aku akan melepaskan Carissa untukmu.''
''Apakah kau mantan kekasihnya yang masih berharap tuan Derrell.'' balas Kevin tanpa takut.
Derrell tertawa dingin, sinar matanya terlihat siap membunuh, pria ini benar-benar ingin menguji dirinya.
''Jadi kau pikir hubungan kami seperti sepasang kekasih.''
''Apa maksudmu.'' balas Kevin penasaran, yah..tentu saja dia penasaran mengapa Derrell begitu percaya diri.
__ADS_1
''Karna kami berdua...''
''Cukup Derrell.'' ucap Carissa tiba-tiba hingga membuat Derrell terdiam,
Carisa menundukan kepalanya,
''Aku harus pergi karna kepalaku pusing sekali...tolong sampaikan salamku pada Mila dan yang lain..permisi.''ucap Carissa singkat.
''Carissa.'' panggil Kevin.
Namun Carissa sudah lebih dahulu melangkah meninggalkan tempat itu, dan ketika Kevin ingin menyusul, langkahnya terhenti setelah di hadang oleh Derrell, pria itu menaikann sudut bibirnya.
''Jadi kau pikir aku akan membiarkan dirimu mendekati Carissa.''
''Selagi dia belum menikah maka wajar aku mengejarnya.''balas Kevin tak terima.
''Dan kau pikir kau akan mendapatkannya meski dia belum menikah.''
''Yah...aku akan mengejarnya jadi tuan Derrell bagaimana kalau kita bersaing dengan adil..karna aku juga tak ingin kehilangan Carissa.''
Kevin lalu melangkah meninggalkan Derrell sampai hampir menyentuh pagar.
''Carissa mungkin sekarang sudah mengandung anakku.''ucap Derrell dengan ketenangan yang mengerikan.
Deg!!!
__ADS_1
Langkah Kevin terhenti ketika mendengar ucapan Derrell,
''Apa maksudmu tuan Derrell.''
Derrell menaikan sudut bibirnya ia mendekati Kevin yang tampak pucat dan syok, betapa rapuhnya Kevin saat ini.
''Bukankah aku sudah memperingatkanmu sebelumnya, jangan ganggu Carissa karna dia adalah wanitaku, anakku sedang bertumbuh di dalam dirinya, jadi Kevin..bukankah sangat memalukan jika kau merebut milikku itu tidak sopan.''bisik Derrell tajam.
Usai berkata, Derrell akhirnya meninggalkan tempat itu dan menyusul Carissa, sementara Kevin berdiri dengan wajah kecewa.dia tidak menyangka seorang Carissa bisa terlibat dengan Derrel..sungguh hal itu tidak mungkin.
*********
''Tunggu Carissa.''
Derrell melangkah cepat dan menarik lengan Carissa hingga gadis itu terpaksa berbalik kepadanya..
''Derrell lepaskan aku, kau mau apa...''jerit Carissa mencoba melepaskan dirinya.
Derrell menarik tubuh Carissa merapat kepadanya sehingga dia bisa melihat wajah Carissa setelah sekian lama, dia mendekatkan wajahnya, membayangkan bagaimana Carissa di pesta tadi, Carissa semakin cantik, aura wajahnya lebih bersinar dari sebelumnya.
''Derrel..ada apa denganmu, lepaskan aku.''
''Tidak....Kau tak akan pernah aku lepaskan Carissa..tidak akan.''
''Lepaskan aku.''jerit Carissa melawan.
__ADS_1
Namun Derrell membuka pintu mobil dan mendorong Carissa untuk masuk, sial dia tak akan melepas Carissa lagi.
Derrell tersenyum menang.