
Betapa malunya Clarisa melihat kakaknya jatuh mencium lantai, dan menjadi tontonan banyak pengunjung restoran, sementara Albert mengusap wajahnya dia cemburu dan memukul bekas kakak iparnya kini habislah dirinya.
''Kakak...maafkan aku biar aku membantumu.'' ucap Albert membantu kakak lelaki Clarissa berdiri tegak,
''Albert..apa yang kau lakukan ini.''
''Maafkan aku Clarisa aku pikir kau bersama dengan pria lain disini.''
''Jika ya...maka kau tidak punya hak sama sekali Albert.''
''Oya..jangan lupa kalau kau punya ibu dari dua orang remaja, jangan lupakan statusmu..''
Albert tak mampu menahan diri melihat tampilan Clarisa malam ini, wanita ini sangat cantik dengan kulit yang halus terawat tak ada satu cacatpun yang di dapati oleh Albert kecantikannya bahkan sama seperti 18 tahun lalu walau kini dalam versi lebih dewasa.
''Aku tak pernah lupa tanggung jawabku, maaf bukankah kau yang sering lupa dan meninggalkan Carissa sendirian dirumah.''
''Dan kau pikir hidup Alea juga baik saja..'' desis Albert menekan.
Hening...
Clarisa dan Albert masih perang kata sedangkan kakaknya hanya memutar bola matanya jengah..
''Jangan lupa aku adalah korban.'' ucap kakak Clarisa menyela keduanya yang tampak masih punya kekuatan untuk bertengkar.
''Aku sungguh minta maaf atas kelancanganku kak aku sungguh minta maaf.'' Albert mengeryit.
Albert menundukan kepalanya dalam-dalam tanda penyesalan dan Roni adalah kakak dari Clarisa hanya melirik kesal walau harus di bungkus dengan senyuman ala kadarnya, betapa malunya dirinya saat ini ketika mantan iparnya memukulnya dengan keras dan menjadi sumber perhatian.
''Ada apa dengan kalian berdua, jika ingin kembali jangan bersikap seperti anak kecil..tapi jujur saja.''
''Kakak aku tidak.'' suara Clarisa terputus ketika menyadari Albert menangkap jemarinya di hadapan kakak Clarissa,
''Apa yang kau lakukan ini...lepaskan Albert.'' desis Clarisa memberi peringatan yang hanya di dengar oleh mereka berdua.
''Tidak..aku tidak akan melepaskannya.''
Roni yang merasa lucu melihat sepasang mantan itu bertengkar,
''Albert ayo makan bersama.'' tawar Roni lembut.
''Kakak tidak usah, Albert akan pergi karna dia sudah makan dan dia sedang sibuk.''ucap Clarisa yang memberi klarifikasi.
Mata tajam Roni terarah pada Albert
''Apa kau sudah makan, dan mau pergi.''
Di luar dugaan Albert menggeleng tegas,
''Aku belum makan, dan tak ingin pergi.'' jawabnya polos.
__ADS_1
''Tak ingin pergi.''jerit Clarisa tidak terima.''
Albert mendekat mengusir jarak di antara mereka, dia menaikan sudut bibinya.
''Bersiaplah karna aku tidak akan menyerah padamu...dan satu lagi aku benar-benar lapar.''
Albert lalu melangkah begitu saja meninggalkan Clarissa yang benar-benar kesal di buatnya.
***********
Mereka duduk berdampingan, ini kali pertama setelah 18 tahun mereka bertemu.
Roni bersama istrinya dan sementata Clarisa duduk di samping Albert sungguh ini adalah situasi yang canggung bagi Clarisa kedatangan Albert sama sekali di luar rencananya.
''Aku senang sekali setelah belasan tahun akhirnya kita bisa duduk bersama lagi.'' ucap istri Roni kakak ipar Clarisa yang bernama Karina.
Albert tersenyum dan mengangguk.
''Aku senang sekali kita bisa bertemu kembali.''
''Bagaimana anak-anak...Clarisa dan Lea.''
Clarissa berdehem, sang kakak tidak tau kalau selama waktu yang panjang itu mereka berbagi anak, karna sang kakak memang tinggal di luar negri dan Clarisa menutupi segalanya dari keluarga besarnya.
''Anak-anak baik-baik saja mereka sibuk dengan studynya.''sambung Clarisa.
''Mungkin sudah saatnya kalian berdua berdamai.''
''Kami baik-baik saja kakak, kami berdua selalu ada waktu untuk anak-anak.''Clarisa memberi alasan.
Sementara Albert hanya tersenyum.
''Aku juga memikirkan itu kakak, aku ingin kalau rumah tangga kami bisa bersatu kembali demi anak-anak, bagaimana pun kami punya anak perempuan dan ini adalah masa labil untuk mereka.''
''Kalian masih bisa punya anak lagi,setidaknya satu karna Clarisa baru 36 tahun.''ucap Roni mendukung.
Roni adalah kakak tertua pengganti orang tua itu sebabnya Clarisa berhati-hati jika bicara.
''Bagaimana yah...kakak tidak semudah itu.''
''Semua mudah asal kau mau Clarissa.'' kali ini Albert menatap mata Clarissa yang membara.
''Kakak setuju Clarisa, usia kita sudah semakin tua bukankah saling menjaga adalah yang terbaik toh..ini demi putri kalian sendiri.''ucap Roni tegas.
Albert tersenyum menang sembari memegang gelas di tangannya, dia bisa menyadari rasa kesal yang tergambar jelas di wajah mantan istrinya ini Clarisa terlihat seperti wanita yang sedang ingin membunuh, dia sangat marah.
''Mungkin nanti kami pikirkan..'' balas Clarisa mulai tak nyaman.
''Bagus adikku, kakak hanya ingin kalian bahagia.''
__ADS_1
''Aku mengerti.'' Clarissa mencoba tersenyum.
''Dan dimana kau tinggal sekarang Albert.''
''Aku dan Clarisa tinggal serumah karna putri kami tidak melepaskan kami tinggal terpisah.''
Deg!!!!
Kejujuran Albert sanggup membuat senyum di wajah Roni semakin mengembang dia mengangguk penuh arti pada bekas adik iparnya itu.
''Lihat saja...anak-anak bahkan tidak ingin melihat kalian pisah.''
''Tapi aku belum..''
''Pikirkanlah demi anak-anak kalian.''tatap Roni dengan tajam pada Clarisa yang berdehem gugup.
************
''Kau sangat memalukan hari ini Albert, untuk apa kau menemuiku, untuk apa kau mengikuti aku.'' jerit Clarissa membuka pintu kamarnya, hari ini dia berencana mengadu hidup pada kakaknya dan memikirkan kemungkinan dia akan pindah keluar negri dengan membawa anak-anak tapi di luar dugaan Albert malah muncul dan menghancurkan semua yang telah di susun rapi.
Albert mengikuti langkah Clarisa masuk ke kamar, malam ini dia akan melakukan semua yang ada di kepalanya anak-anak tidak ada jadi dia tak akan pernah mundur.
Sementara Clarisa masih di liputi emosi jadi dia tidak terlalu waspada ketika Albert mengunci pintu kamar di belakangnya wanita itu melepas jaketnya dan menampakan bahu mulusnya memang dia memakai gaun yang cukup terbuka, Clarisa punya tubuh yang bagus.
''Sayang dengarkan aku, aku akan memutuskan Monica...aku merasa ada yang tak beres dengannya.''
''Para pria selalu mencari kesalahan jika sudah merasa bosan, cih.'' desis Clarisa menyindir.
Albert melepas jasnya berikut dasinya dia melepas kancing kemeja paling atas dan membiarkannya terbuka sedikit.
''Aku tidak begitu Clarisa,aku minta maaf kepadamu.''
Kali ini Albert meraih jemari Clarisaa dan menariknya mendekat.
''Albert.''
Clarissa terkejut ketika tubuhnya kini berada di dalam pelukan Albert yang posesif, mereka saling menatap tajam..
''Lepaskan aku apa yang akan kau lakukan, bukankah kau harus malu pada anak-anak.''
''Well sejauh ini anak-anak setuju mereka bahkan memintaku tidak melepasmu..''
'Jangan bermimpi karna aku tidak sudi.''
Clarisa mencoba mendorong tubuh Albert menjauh namun disaat yang sama, Albert mendorong Clarisa hingga jatuh di tempat tidur dan bergerak mendekatinya.
''Menyerahlah Clarisa kau milikku.''desis Albert mendekat.
''Albert hentikan.''
__ADS_1