
Carissa hanya merintih ketika Derrell menerjang tubuhnya sekali lagi menghempaskannya ke atas ranjang dan menekannya disana, bibir Derrell mencium dengan kasar meninggalkan jejak nyeri disana hingga Carissa tak mampu menolak.
Sinar mata Derrell terlihat begitu dingin ketika membuka paksa pakainnya dan membuatnya polos, Derrell punya alasan untuk melakukan itu karna dia tidak terima ketika Carissa telah berani menyakiti Lea, sampai mengakibatkan Lea putus asa dan meninggal, karna itu Derrell akan memberi rasa sakit yang tidak akan pernah di bayangkan oleh Carissa seumur hidup dan setiap saat dia akan merasakan sakit itu.
''Arragghh..Derrell cukup.''
Carissa menjerit ketika pria itu menciumnya dengan kasar hingga meninggalkan jejak tanda merah di daerah sensitifnya, namun bukannya berhenti Derrell semakin tidak terkendali.
Pria itu menggertakan giginya, dan semakin mencium Carissa dengan menyakitkan, ada banyak tanda memerah di sekitar puncak dadanya, dan pria itu terus memberi rasa sakit hingga tangisan Carissa pecah saat itu juga.
''Lepaskan Derrell, ini menyakitkan.''isak Carissa memohon untuk berhenti namun sayangnya bagi Derrell dia baru saja memulai.
''Kau harus merasakan sakit lebih sakit yang Lea alami, kau adalah bekas milikku dan siapa lagi yang akan mencintai seorang nona Carissa yang terhormat.''
''Kau kejam Derrell, kau sangat kejam.''isak Carissa masih meronta, namun pria itu kembali menekan tubuhnya hingga menyerahkan diri sepenuhnya.
''Aku kejam yah aku akui lalu bagaimana denganmu Carissa, kau telah mengancam Lea, kau membully nya hingga gadis itu putus asa dan memilih bunuh diri, semua ini kesalahanmu dan aku tak akan memaafkanmu kali ini Carissa.''
''Oh...Derrell, apakah setelah ini kau akan benar-benar melepaskan aku.''isak Carissa ketika menyentuh lengan Derrel dengan jemari yang bergetar.
Carissa yang memang sedang lemah akhirnya pasrah, hanya airmata yang mengalir mewakili hatinya yang begitu nyeri, menatap wajah Derrell yang sama sekali tidak iba melihat kondisinya. Carissa merasa ia sudah hancur lebur saat ini, ia telah kehilangan Lea saudara kembarnya dan saat ini harus puas menerima percintaan kasar dari pria yang begitu kejam.
''Tentu saja, aku bisa mendapatkan pengganti 1000 wanita yang memuaskan aku Carissa, dan kau tak akan pernah aku sentuh setelah ini.''desis Derrell tegas.
''Yah...baiklah, lakukanlah Derrel, aku menerimanya.''
Jemari Carissa menjauh dari lengan Derrell tadi lalu ia memejamkan matanya, sembari menggigit bibirnya mencoba menahan rasa sakit, disaat itulah Derrell membeku, melihat sisi rapuh seorang Carissa yang terkenal sombong dan angkuh, ia sedikit iba namun tidak membiarkan perasaan itu bertahan lama, Carissa harus menerima hukumannya, dan untuk itu dia harus mengabaikan perasaannya.
__ADS_1
Pria itu segera mengarahkan miliknya untuk melakukan penyatuan yang cukup menyakitkan untuk Carisa, gadis itu kembali menangis keras, namun tidak bisa berbuat apapun, Derrell membalas dendam lewat penyatuan penuh rasa sakit, tak perduli betapa kuatnya Carissa memohon namun tetap saja, Derrell semakin menggerakan tubuhnya memasuk Carissa yang tidak siap bercinta.
Sampai akhirnya, Derrell meraih sebuah pelepasan yang indah dan di saat itulah tubuh Carissa yang tak berdaya jatuh pingsan di atas ranjang, tepatnya di bawah tubuh Derrell yang puas, pria itu membeku menatap mata Carissa yang tertutup rapat.
Ia segera menjauhkan dirinya, dan mengerang,
Sial....mengapa aku merasakan perasaan ini kepadamu yang menjadi musuhku Carissa, batin Derrell tak terima.
***********
Carissa terbangun dan langsung merasakan nyeri yang cukup kuat menyerangnya, gadis itu merintih merasakan sakit, ia pun membeku ketika menemukan dirinya di sebuah ranjang milik Derrell, dia masih seperti tadi polos di bawa selimut..airmata Carissa kembali menetes ketika ingatan tentang percintaan menyakitkan itu menyerangnya, ia memandang ke segala arah dan tidak menemukan Derrel, Carissa berusah bangkit dan mengambil bajunya yang telah rusak, namun beruntung dia menemukan pakaian baru yang di beli Derrell untuknya, dengan langkah tertatih, Carissa menuju toilet.
*****
Setelah merasa lebih baik, Carissa segera keluar dari kamar, dengan pakain baru dan langkahnya terhenti ketika dia menemukan Derrell berdiri membelakanginya, Carissa menundukan wajahnya sambil melangkah mendekati Derrell, ia cukup susah payah ketika melangkah karna rasa nyeri pada miliknya yang ia rasakan.
Seketika itu Derrell menoleh dan membeku, menemukan wajah Carrissa yang mendung namun sangat memikatnya, membuat jantungnya berdebar, ia tak mengerti mengapa dia merasakan itu, dia ingin melihat Carissa benar-benar terluka sampai dia benci dan tak ingin menyentuh Carissa lagi,
Tapi kenyataannya sekarang justru, Derrell begitu menggilai Carissa, tatapan matanya yang sayu dan pasrah membuat Derrell menggila..
Sial.
''Bagus,...kau bisa pulang sendiri atau aku harus mengantarmu Carissa.''
Carrisa buru-buru menggeleng, dia tersenyum sedikit takut namun menatap mata Derrell yang dingin.
''Aa...aku baik-baik saja, aku bisa berjalan sendiri, aku...aku bawa mobil.''
__ADS_1
Derrell memindai tubuh Carissa dengan cepat, walau dia memejamkan matanya Derrell tau percintaan yang dia lakukan tadi sungguh menyakitkan, Carissa pasti merasakan sakit namun sungguh di luar dugaan gadis itu malah tersenyum, Derrell mendekat namun sontak Carissa bergerak mundur menghindar karna takut Derrell akan memaksanya lagi. sampai tubuhnya sedikit gemetar, Carissa menunjukan trauma dirinya.
hal itu membuat Derrell terganggu.
''Carisaa.''
''Aku mohon jangan melakukannya lagi Derrell tolonglah...aaku tidak kuat.'' airmata Carissa tak kuasa ia tahan.
Airmatanya kembali mengalir deras, membasahi wajahnya hingga Derrell memalingkan wajahnya tak ingin menatap Carissa lama,...dia takut hatinya akan mengambil alih.
''Baiklah pergi sekarang juga Carissa dan ingat perkataanku, di antara kita tak akan pernah ada hubungan apapun.''
''Yah....aku mengerti Derrell, dan sebelum aku pergi aku ingin minta maaf padamu.''
'Minta maaf.''
''Yah...kau sudah melakukan hal yang benar, aku harus di hukum karna perbuatanku pada Lea keterlaluan, aku sadar sekarang kalau aku sudah menyakitinya sangat dalam...semoga kau bahagia Derrell, aku harap kita tak akan pernah bertemu lagi.''ucap Carissa dengan isakan sedih.
Dengan meremas kedua tangannya Carissa melangkah keluar apartement dengan hati yang hancur, sementara Derrell masih berdiri dengan mata yang terpejam, hatinya seperti di remas dengan kuat ketika dia mendengar bunyi pintu yang tertutup, Carissa telah pergi setelah mendapatkan hukuman darinya.
Pria itu menghela nafas...mengapa dia harus merasakan sesak ini pada Carissa.?
Derrell melangkah menuju balkon, menggunakan teropong kecilnya dia mengawasi Carissa dari jauh, ia mengerutkan keningnya.
''Mengapa aku harus mengawasinya, mengapa....'' teriak Derrell melemparkan teropong kecilnya ke lantai dan pecah.
''Aku tak akan pernah jatuh cinta padamu Carissa, tidak akan.'' teriak Derrell penuh janji.
__ADS_1