Penyesalan Si Kembar

Penyesalan Si Kembar
Derrell Dark


__ADS_3

Lea melangkah menuju pintu apartemennya dan segera membukanya..Derrell berdiri disana dengan wajah cemasnya..


''Apa kau baik-baik saja...'' ucap Derrel langsung menyentuh wajah Lea yang sembab..


''Kakak....ayo masuk dulu..''


''Lea...kakak sudah tau siapa yang melakukan ini semua..''


''Baiklah ayo..kita bicara di dalam kak...ada sahabatku Carissa...''


''Carissa...''ulang Derrell dengan kilatan amarah namun dia menyembunyikannya dengan cepat hingga Lea tidak tau..


''Yah...dia menemaniku dari kampus..dia adalah penyelamatku..'


''Benarkah...''


Lea mengangguk dengan senyuman di wajah sembabnya lalu menarik lengan Derrell untuk segera masuk ke ruang tamu dan disanalah pria itu berhadapan dengan sosok Carissa untuk pertama kalinya...


Carissa langsung berdiri waspada...ini pertama kalinya dia berhadapan dengan sosok Derrell yang menakutkan baginya apalagi menyadari bagaimana petualangan sang mafia ini dengan para gadis...tubuh Carissa merinding seketika..


''Carissa..ini adalah kakak angkatku namanya kak Derrel...dan kak Derrell ini adalah sahabatku namanya Carissa...'' ucap Lea mencoba tersenyum meski dia masih terluka..


Carissa membeku ketika tatapan Derrel begitu tajam seperti seekor elang yang sedang memindai mangsanya...tubuh Carissa kaku di tempatnya seolah kekuatan pergi darinya..


''Mengapa hanya saling menatap begitu..ayo berkenalan..''ucap Lea setengah mendorong Derrel mendekat..


Pria itu akhirnya mengangguk mendekati Carissa dan mengulurkan tangannya...keduanya saling bertatapan tajam..


''Carissa...kau dan Lea mirip kalian seperti kembar...senang bertemu dengamu Carissa..''


Carissa mencoba tersenyum meski itu sedikit terpaksa..pria ini berbicara dengan lembut namun berbeda dengan tatapan tajamnya yang garang..Carissa cukup takut melihat kenyataan di depan matanya kalau Derrell tampak menahan amarah padanya..


''Namaku Carissa...''ucap Carissa sambil membalas uluran tangan Derrell saat itu..


Hening..


Carissa menjadi waspada ketika Derrell tak ingin melepaskan genggaman tangan padanya dan malah menggenggamnya semakin erat...pria itu menaikan sudut bibirnya..


''Namaku Derrell Dark seperti yang kau tau Carissa...kurasa kita akan sering bertemu..''


''Tuan terlalu sibuk jadi itu mustahil..''


Derrell melepaskan genggamannya namun tidak dengan matanya yang tajam..


''Tergantung apa yang menjadi prioritasku Carissa...'' desis Derrel menekan dalam tatapannya..

__ADS_1


Lea pun tersenyum..


''Duduk dulu kak...mau minum apa...aku akan membuatkannya..''


''Kopi pahit...''desis Derrel terus memenjara mata Carissa hingga gadis itu tidak nyaman..


''Bagaimana kalau aku membuatnya Lea..kau duduk saja dengan kakakmu..''


''Ah...jangan begitu Carissa...itu namanya tidak sopan...aku akan meninggalkan kalian sebentar saja..''


Carissa merasa sesak nafas karna jarak dapur dengan ruang tamu cukup terhalang jadi itu memudahkan Derrel bicara tanpa di dengar oleh Lea...mengapa pria ini menatapnya dengan tajam..apa dia mengetahui sesuatu..??


''Mengapa kau gugup dan tidak tenang Carissa..'' ucap Derrell dengan santai..


Carissa tertawa...menutupi kegugupannya..


''Aku hanya seorang gadis lemah yang pasti akan gugup berada di depan seorang Mafia...sepertimu..''desis Carissa mengangkat wajahnya sedikit angkuh.


''Gadis lemah....'' ulang Derrel seakan tertawa mengejek.


Carissa menjadi semakin gugup....ketika


kali ini Derrell berdiri dan mendekati Carissa yang bergerak mundur di sudut sofa...ketika pria itu mendekatkan wajahnya Carissa menjadi pucat..


Carissa ingin bangkit dari sofa namun di luar dugaannya ketika dia ingin bangkit Derrel mendorong tubuhnya dan tetap menekannya di bawah sofa..hingga pria itu benar-benar mencengkram tubuh Carissa di bawahnya dengan tatapan mengancam hingga Carissa ketakutan...


''Kau pikir kau akan mudah membohongi semua orang dengan wajah lugumu...''


''Apa maksudmu tuan Derrelll...'' Carissa mencoba bersikap polos..


Derrell tersenyum dingin, meraih ujung dagu Carissa dan sedikit menekannya hingga gadis itu meringis karna Derrell benar-benar mengancamnya..


''Kau tau apa yang aku maksudkan Carissa apakah aku perlu menyebutkannya disini di hadapan Lea...agar dia tau siapa dirimu..''


Mendengar hal itu Carissa sontak terbatuk dengan dramatis..tubuhnya gemeter...sebelumnya tak ada orang yang berani mengancamnya secara terbuka, semua orang takut padanya, semuanya berada di bawah kakinya namun hal berbeda di alaminya saat ini pria ini benar-benar telah menemukan kebenaran..


''Lepaskan aku....tuan Derrell....aku rasa kau salah informasi....aku tidak seperti yang kau tuduhkan..''


''Benarkah...aku penasaran sekali dan menunggu penjelasanmu secara detail dan jangan mengira kau bisa lolos dari semua ini Carissa Delvina,...''desis Derrell dengan nada ancaman..


Tubuh Carissa merinding membayangkan kalau Derrell bahkan sudah tau nama lengkapnya itu artinya pria dewasa ini telah menyelidiki dirinya...


Mata Carissa berkaca-kaca menahan rasa takut...


''Lepaskan aku..''

__ADS_1


Carrisa memalingkan wajah sekaligus menepis tangan Derrel yang tadi mencengkram ujung dagunya....Carissa bisa bernafas lega karna Derrel menjauhkan dirinya, berdiri di hadapannya dengan tatapan membunuh..


''Kau tak akan aku lepaskan Carissa...apa kau mengerti...''


Carrissa memalingkan wajahnya tak ingin berada di bawah ancaman mata tajam Derrel..sekarang dia harus mencari cara bagaimana melepaskan diri dari cengkraman pria ini..yah...ia harus melepaskan dirinnya....


Tak berselang waktu kemudian...


Lea datang dengan membawa kopi juga minuman dingin untuk Carissa...


''Maaf aku sedikit lama kak karna aku harus memanaskan air..''


''Tidak masalah adikku sayang....aku rasa sahabatmu benar-benar gadis yang menarik...kami bertukar pikiran banyak hal.''ucap Derrell menatap mata Carissa..


''Oh...aku senang sekali kalau begitu kak....nah Carissa...kakak ku baik bukan..''


Carissa tersenyum, sembari menatap Derrell yang dingin...melihat bagaimana Derrell tersenyum dengan penuh kasih sayang kepada Lea.. dan pemandangan itu tak luput dari tatapan Carissa hingga dia menghela nafas panjang..astaga..apa yang telah dia lakukan...Carissa telah menggali lubang yang dalam untuk dirinya sendiri dan saat ini dia sudah jatuh ke dalamnya..


''Carissa minumlah....''ucap Lea meletakan minuman dingin di atas meja.


''Baik Lea...''


Mereka pun duduk bertiga..


''Kakak bilang apa tadi...apakah kakak sudah tau orang yang mengerjaiku..aku penasaran apakah aku mengenalnya..''


Mata Carissa melebar terkejut dengan pertanyaan Lea sementara Derrell menyeruput kopi miliknya dengan pandangan tidak terbaca..


'Aku sedang mencurigai seseorang meski aku sedikit tak yakin..'' Derrell menyipitkan matanya ke arah Carissa yang sudah tak bisa bertahan di ruangan yang sama dengannya..


''Baiklah aku percaya pada kakak...untuk sementara ini aku minta maaf karna aku tidak bisa ke Club...oh...wajahku bahkan ada di mana-mana...aku malu untuk keluar rumah..tega sekali orang itu..'' Lea menundukan wajahnya dalam-dalam..


Disaat itulah Carissa merasa terpukul dadanya,...ia merasa bersalah benar-benar bersalah pada Lea...di antara temannya Lea begitu tulus..tapi Carissa bahkan menusuknya dari belakang.....


''Tenang saja Lea....karna sahabatmu Carissa akan bersedia menggantikan pekerjaanmu di Club.''


''Apa...'' jerit Carissa dengan suara tercekat..


Lea menoleh dengan mata yang basah,....


''Carissa kau benar-benar sahabatku yang baik...tolong urus kakakku sampai masalah ini selesai..aku percaya padamu kalau kau adalah gadis yang baik..''bisik Lea memeluk Carissa dengan erat..


Mengapa jadi begini....mengapa dia yang malah terjerumus dengan mafia kejam ini....?


''Lea...aku....''

__ADS_1


__ADS_2