Penyesalan Si Kembar

Penyesalan Si Kembar
Menangkap Lea


__ADS_3

Dava membeku ketika menatap sosok Lea yang sedang tersungkur di lantai dengan membawa banyak gelas Bir di tangannya, dada Dava bergemuruh ketika melihat Lea bahkan terlihat kurus, karna pekerjaannya untuk beberapa saat Dava menatap Lea dengan begitu tajam,


''Apa yang kau lakukan pelayan bodoh, kau membasahi gaun mahalku.''jerit seorang gadis yang terlihat kaya kepadanya.


''Aku minta maaf.''ucap Lea dengan dingin,


''Maaf...apa kau tidak salah bicara, kau selalu meminta maaf apa kau sudah gila..dasar orang miskin sialan.''


Dengan geram gadis itu mendekati Lea dengan maksud ingin menarik rambutnya atau apapun itu ia tak perduli, dan ketika tangan gadis itu hampir mencapai tubuh Lea, sebuah tangan keras mencengkramnya dengan kuat dan mendorongnya ke belakang, gadis itu terkejut ketika Dava berdiri melindungi Lea di belakangnya,


''Siapa kau.'' gadis di depannya tampak segan dan malu.


Melihat tampangnya saja gadis ini tau Dava bukanlah pria yang sembarangan, tapi mengapa membela gadis miskin ini.


''Jika tanganmu menyentuhnya maka akan aku patahkan.''desis Dava mengancam.


''Aaarrggh,.....kau tak melihat gaun baru ini rusak ini mahal dan.''


Gadis itu terkeju ketika Dava mengeluarkan cek kosong dan meletakannya di atas meja,


''Tulis kerugianmu disini aku akan menggantinya namun kau harus meminta maaf padanya.''desis Dava menggertakan giginya.


''Siapa gadis itu.''


''Dia kekasihku.''balas Dava dingin.


Seketika ruangan menjadi hening, sementara Lea mencoba menguatkan diri meski dia teramat menyesal karna kecerobohanya Dava akhirnya menemukan dirinya, gadis itu meneteskan airmatanya ketika wajahnya tertunduk dalam, Lea seakan tidak mengerti mengapa dia tak bisa tenang bukankah dia sudah mengalah dan menjauh..?


Lea mengumpulkan pecahan gelas, namun Dava menarik tubuhnya berdiri dan menggenggam tangannya dengan erat.


''Sudah cukup aku melihatmu seperti ini Lea.''tatap Dava tajam.


Lea hanya diam saja, airmatanya menetes dan membuang pandangannya, ketika gadis itu mendekat dan meminta maaf, tentu saja dia minta maaf karna uang yang di berikan Dava tidak main-main, bisa membeli 10 gaun mahal lagi.


''Aku minta maaf atas kesalahanku.''ucap gadis itu pada Lea yang mencoba tersenyum.


''Aku baik-baik saja, aku hanya seorang pelayan seharusnya aku minta maaf.''


''Apa kau sudah gila, kau akan menjadi istriku sebentar lagi.''ucap Dava tajam.


Lagi-lagi semua orang diruangan itu menjadi terkejut, bukankah ini keberuntungan untuk gadis ini.


''Jadi ikut aku sekarang Lea, kau harus pulang bersamaku.''desis Dava dengan tajam.

__ADS_1


Mau tidak mau Lea ikut melangkah keluar bersama Dava meninggalkan Bar itu sementara gadis tadi hanya menghela nafas, pelayan bar itu benar-benar beruntung.


**********


Dava menarik Lea sampai di luar dan hendak memasuki mobil namun Lea menghempaskan pegangan Dava cukup kuat hingga Dava menghentikan langkahnya dan menatap mata Lea yang tergenang oleh airmata, padangan gadis itu mengeras dan dingin.


''Terimakasih tuan telah menyelamatkan aku.''


Lea menundukan kepalanya dalam-dalam, dan membalikan tubuhnya hendak melangkah pergi,


''Jangan mencoba pergi Lea.'' teriak Dava memberi peringatan.


Lea membeku disana, gadis itu memejamkan matanya ketika airmatanya mengalir deras di wajahnya.


''Kau tidak bisa pergi begitu saja, kau tidak boleh meninggalkan aku.''teriak Dava murka.


Lea pun mengusap airmatanya dan melangkah menyusuri trotoar mengabaikan panggilan Dava di belakangnya, dan ketika langkahnya sedikit jauh Alea terkejut ketika Dava mencekal tangannya dan menariknya mendekat.


''Lea.''


Dava membeku ketika melihat airmata yang mengalir deras dari matanya, ada rasa sakit disana dan hal itu cukup membuatnya nyeri.


''Apa yang kau inginkan sebenarnya dariku tuan Dava yang terhormat.''desis Lea mencoba menahan perasaannya.


''Sejauh apapun seorang berlari dia harus kembali kerumahnya.''


''Aku tak punya rumah, aku tak punya siapapun aku bahkan sudah mati apa kau mengerti tuan Dava jadi tinggalkan aku sekarang.''


''Tidak..aku tak akan meninggalkanmu kalau itu maksudmu Lea.''


''Baiklah aku yang pergi.''


Namun sedetik kemudian Lea membeku ketika Dava menariknya mendekat dan memeluknya dengan begitu erat, hingga keheningan melanda mereka saat ini, Dava memejamkan matanya dengan rasa sesak di dada bagaimana pun tak ada yang lebih membahagiakan selain menemukan kekasihnya yang dia pikir telah meninggal hidup kembali di depannya. Dava sungguh begitu bahagia saat ini.


''Lea...kau tau betapa bahagianya aku saat ini, kau masih hidup dan ada di hadapanku sekarang aku tak butuh apapun lagi untuk menggenggam hidupku Lea...aku mencintaimu sangat mencintaimu.''


Lea mulai terisak dan meneteskan airmatanya,


''Lepaskan aku bukankah aku sudah mati dan kau bahagia, kau bisa mendekati Carissa kalau perlu kalian sederajat dan aku.''


''Tidak..''


Pria itu melepaskan pelukannya matanya juga basah, menatap Lea yang begitu ia rindukan.

__ADS_1


''Aku dan Carissa tidak punya hubungan apapun kami mencintai orang yang berbeda, dan kau tau Carissa mencintai kakak angkatmu Derrell.''


''Apa.''


Dava menarik tubuh Lea merapat kepadanya pria itu menangis ketika membayangkan dia begitu tersiksa ketika menyadari Lea menghilang di lautan, semua orang berpikir gadis ini sudah mati dan ia menangisi Lea sepanjang malam.


''Aku mencintaimu Lea dan hanya kau...aku mohon jangan menghilang lagi karna aku tidak akan sekuat itu.'' desah Dava menatap Lea dengan tajam.


''Aku tak ingin kembali bersamamu kehidupanku disini dan aku bahagia.''


Dava menggeleng dengan tegas,


''Aku tak akan membiarkannya.''


''Mengapa..kita berbeda, aku gadis miskin namaku telah tercemar disana dan aku..tak akan pernah kembali.''


''Namamu sudah di pulihkan Carissa sudah minta maaf di depan media, kembalilah dan aku akan langsung menikahimu.''


''Aku tidak mau.''jerit Lea mencoba menjauh.


''Lea.''


''Lupakan aku Dava, carilah yang sederajat denganmu karna aku tak akan kembali padamu.''


Lea menepis airmatanya dan membalikan tubuhnya dia melangkah meninggalkan Dava yang berdiri dengan penuh kebekuan..


''Alea.''


''Tidak...aku tak bisa bersamamu jadi pergilah yang jauh.'' desis Lea dengan dingin.


Lea melangkah meninggalkan Dava yang berdiri seolah tanpa daya, dan ketika Lea sedikit menjauh ia membeku ketika mendengar sesuatu yang jatuh, gadis itu menoleh dan menemukan Dava ambruk jatuh di aspal.


Lea membeku disana, melihat Dava tergeletak di jalan, tanpa berpikir apapun gadis itu melompat dan berlari ke arah Dava yang masih tak sadar, jantung Lea berdebar cemas melihat pria yang dia cintai tidak sadarkan diri.


''Dava...Dava...bangun, jangan begini.'' tangis Alea pecah di kesunyian malam dan dia menjerit keras.


''Aku mencintaimu Dava aku mohon...jangan mati.'' tangis Alea dengan polos.


Namun dia terkejut ketika Dava menarik tubuhnya mendekat dan jatuh di atas tubuh Dava pria itu membuka matanya dalam sekejap hingga mereka saling menatap.


''Kau tidak apa-apa Dava, kau membohongiku.''jerit Alea dengan tatapan tak percaya.


''Aku tak akan pernah melepaskanmu Lea.''

__ADS_1


Dava mendekatkan wajahnya, melirik bibir Lea dan ia tersenyum.


__ADS_2