
Carisa menatap pesan yang di kirimkan oleh Dava dan membacanya berulang-ulang, airmatanya mengalir deras di wajahnya menyadari Alea sudah di temukan, sudah di temukan dan yang menemukan ternyata adalah pria yang Lea cintai yaitu Dava, kini gadis itu tersenyum lega, Dava bilang besok Dava akan mempertemukan mereka tanpa sepengetahuan Alea dan Carissa tidak sabar untuk menemui Alea sebagai adik kembarnya dan bukan sebagai teman, dan Carissa harap Alea mau menerima kenyataan dan memaafkan dirinya juga kembali pada keluarga mereka, hanya itu harapan terbesarnya saat ini.
Sementara Carissa hanya mampu menghela nafas, dia baru saja mengintip dari balik tembok dan mendengar semuanya hatinya begitu sakit sekali mendengar ketika kedua orang uanya malah bertengkar karna memperebutkan mereka, gadis muda itu menundukan kepalanya, apakah mungkin kedua orang bisa bersama kembali, bukankah hal itu sangat menyakitkan untuknya.?
Carissa melirik jam di tangannya, hari ini Carissa akan menghadiri makan malam atas undangan teman dari sahabatnya di sebuah restoran yang cukup mewah, letaknya di di luar kota di dekat pantai, gadis itu lalu mempersiapkan segalanya, mereka mungkin akan menginab semalam disana.
Jadi malam ini Carissa akan pamit pada ibu dan juga ayahnya, gadis itu kembali ke lantai atas tepatnya di kamar sang ibu, untuk berencana pamit namun ketika Carisaa keluar dari lift dia langsung mendengarkan pertengkaran ibu dan ayahnya yang terdengar, Carissa menyandarkan tubuhnya di samping lift dan mencoba mendengar semua pertengkaran ibu dan ayahnya.
*******
Albert menatap Clarisa yang berdiri dan menghindar dari tatapan Albert yang tajam.
''Apa maksudmu Clarisa, haruskah kita membagi lagi anak-anak.''
''Yah...mereka sudah dewasa dan mereka bebas untuk memilih denganku atau denganku, tapi aku yakin anak-anak akan lebih nyaman bersama ibunya dari pada ayahnya. karna apa seorang ibu tidak akan pernah menghianati anak yang dia lahirkan sendiri dengan susah payah, tapi berbeda kalau itu seorang ayah.''tatap Clarisa dingin.
Albert mengusap wajahnya dengan kasar, ia mendekati Clarisa, tatapan itu masih sama, seperti yang dia liat 18 tahun lalu dimana Clarissa membencinya.
''Clarisaa.''
''Apa maumu.''
''Bukankah sudah cukup, kedua putri kita sudah beranjak dewasa bukankah sudah cukup membiarkan mereka hidup dalam kebimbangan, sudah 18 tahun bukankah sudah cukup, mereka harus mendapatkan kasih sayang.''
''Apa maksudmu.'' desis Clarissa tak terima.
Albert mendekati mantan istinya dan menatapnya tajam.
''Bagaimana kalau kita berdua menikah saja, dan hidup bersama dua anak kita,''
''Apa kau sedang bercanda denganku.'' suara Clarissa meninggi di wajah culasnya.
Wanita itu berkaca-kaca menahan rasa marah di dalam dirinya, sungguh hal yang paling dia ingat selama 18 tahun ini adalah penghianatan Albert yang cukup membuatnya hancur.
''Aku tidak bercanda Clarisa, sudah cukup aku melihat para putriku saling membenci, mereka terpisah padahal ini masa-masa penting dalam hidup mereka, dan mengenai kita aku minta maaf Clarisa...aku.'
''Tidak akan ada maaf bagimu Albert, jika memang mereka memintaku memilih maka aku akan membiarkan mereka bersamamu dan aku pergi.''
__ADS_1
Clarisa melangkah menuju kamarnya, di ikuti Albert di belakangnya,
''Clarisa...Clarissa tolong dengarkan aku...Clarisa.'' Albert berteriak putus asa dari luar sementara Clarisa tak ingin memberi kesempatan, wanita itu membanting pintu di belakangnya dan membuat Albert hanya menyandarkan kepalanya di pintu kamar Clarisa.
Betapa Albert masih sangat mencintai mantan istrinya, ibu dari kedua putri kembarnya pria itu mengerutkan kening ketika matanya basah oleh airmata, kini dia begitu menginginkan Clarisa lebih dari sebelumnya, Albert ingin sekali mereka bisa bersama dan kali ini dia tak ingin menyerah,
karna Albert akhirnya sadar kalau cinta yang dia inginkan adalah Clarisa bukan Monica, pria itu menundukan kepalanya..
''Ayah.''
Suara serak itu membuat hati Albert begitu nyeri luar biasa dia menoleh dan menemukan putrinya Carissa berdiri dengan airmata yang menetes.
''Carissa.''
Carissa langsung menghambur dan memeluk Albert dan menangis di dalam pelukan ayahnya.
Albert menuntun tubuh Carissa menuju balkon seraya menghapus airmata putrinya,
'Sayanng...jangan terlalu khawatir oke...ayah akan baik-baik saja.''
''Aku ingin ibu dan ayah bersatu...aku mohon.''isak Carissa menatap Albert dengan tajam.
''Apakah Ayah masih mencintai tante Monica..apa ayah lebih memilihnya...apakah ayah lebih sayang pada tante Monica di banding aku dan Lea.'
Hening..
Albert mengerang....
''Sayangku Carissa, ayah mohon kepadamu tolong jangan pernah membandingkan kalian dengan tante Monica, dengarkan ayah kalau.''
''Jika ayah kembali pada ibu, jika ayah bisa meminta maaf dan membuat ibu bahagia maka itu adalah hadiag terindah untukku Ayah...''
''Carissa.''
''Aku tidak ingin berpisah lagi ayah...hanya ayah yang mampu menyatukan keluarga kita dan aku mohon kali ini...jangan kecewakan aku dan Lea.''
''Carissa.''
__ADS_1
''Aku akan pergi sekarang, aku ada pesta dan aku harap ayah benar-benar mengabulkan keinginanku dan Lea, kami berharap pada ayah kali ini...aku mohon.''bisik Carissa seraya menghapus airmatanya,
''Baiklah, hati-hati jangan lupa kabari ayah jika sudah sampai disana.''
''Aku berjanji ayah.''balas Carissa penuh senyum.
Gadis itu lalu memeluk sang ayah dan sesaat kemudian dia pergi meninggalkan Albert yang merenung sendirian disana, pria itu mengepalkan tangannya dia menatap Carissa yang melangkah lemah menuju lift dan menghilang disini, Albert menghela nafasnya..
Sudah cukup penghianatannya selama ini jadi Albert akan memutuskan sesuatu yang akan merubah masa depannya dan keluarganya demi anak-anak yang dia cintai, yah pria itu menganggukan kepalanya.
Tak berapa lama kemudian pintu kamar Clarisa terbuka, wanita yang masih cantik itu keluar dari kamarnya dengan pakaian yang cukup rapi, ia tidak menyadari kalau Albert sedang menatapnya dengan pandangan tajam dari arah balkon, Clarisa buru-buru melangkah menuju lift.
''Clarisa mau kemana.''desah Albert lalu melangkah mengikuti Clarisa.
Berada di dalam mobilnya Albert merasa sudah gila karna dia ternyata sedang mengikuti mobil Clarisa dari belakang, pria itu tampak kesal karna membayangkan kalau Clarisaa mungkin akan bertemu seorang pria di luar sana, rasa cemburu Albert membakarnya dengan cepat.
Akhirnya mobil yang di tumpangi Clarissa sampai di sebuah Restoran dan Hotel mewah dia melihat wanita itu turun dari dalam mobil dan melangkah percaya diri untuk masuk,
Albert melonggarkan dasinya, mau apa Clarissa disini apakah bertemu seseorang, jelas Carrisa sang putri juga Alea pasti mendukungnya jadi Albert tidak akan pernah membiarkan Clarisa bertemu pria lain di luar sana.
Pria itu melangkah turun dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam gedung, dan sinar matanya langsung membara ketika dia melihat seseorang memeluk Clarissa dengan posesif.
Sial...
Albert melangkah cepat, di buru emosi yang mulai memuncak, dan ketika sampai di depan Clarisa dia tidak menunggu, Albert kemudian menarik lengan pria itu cukup kuat dan..
Bughhhh
Tanpa aba-aba Albert memukul wajah pria itu dan langsung jatuh terkapar di lantai, Clarisa begitu terkejut melihat apa yang di lakukan Albert.
''Apa yang kau lakukan Albert.''
''Bukankah aku yang harus bertanya apa yang kau lakukan Clarisa, apa kau sedang membalas sakit hatimu padaku tapi mengapa kau harus selingkuh juga..kau tau aku tidak akan membiarkannya.''
''Dia kakak kandungku, apa kau melupakannya.'' jerit Clarissa histeris.
Wajah Albert memutih dia tampak pucat.
__ADS_1
''Apa maksudmu..''
Clarissa menggertakan gigi.