
Lea meneteskan airmatanya ketika tubuhnya di dorong cukup keras oleh Carissa yang terlihat benci, gadis itu segera bangkit dan mendekati Carissa dengan putus asa ingin menyentuh Carissa dan meminta maaf namun Carissa tidak memberi kesempatan.
'Carissa jangan begini...wajar kan kalau aku marah, siapa yang tidak marah ketika tau kau mendekatiku hanya untuk mengerjai ku.'' airmata Lea menetes.
''Kau sudah tau bukan itulah kenyataannya lalu kau pikir aku akan mendekati kmu karna murni ingin berteman, ayolah Lea yang benar saja..kau bahkan tidak punya power apapun selain sedikit kepintaran di kepalamu.''
''Carissa aku tau kau sebenarnya gadis baik..jangan lakukan ini Carissa ini bukan sifat aslimu ka.''isak Lea memohon maaf pada Carissa.
Lea pikir Carissa akan menerima semuanya dengan tangan terbuka dan mereka bisa menjadi sahabat lagi namun dia salah karna Carissa mendekati Lea dengan tatapan membunuh ia sangat kesal karna seorang Lea, hidupnya hancur berantakan dan saat ini dia tak bisa melepaskan diri dari jeratan seorang Derrell Dark dan semua itu karna Lea.
''Aku baru merasakan betapa sialnya ketika aku terlibat denganmu, yah..Lea bahkan hidupku hancur berantakan karna dirimu karna aku berteman dengan kelas rendah sepertimu jadi menyingkir sekarang dari hidupku setidaknya kau harus punya sedikit rasa malu bukan.'' desis Carissa kali ini melangkah dengan sengaja menubruk tubuh Lea dengan maksud menyakiti gadis itu.
Lea akhirnya tak punya kekuatan untuk menghalangi kepergian Carissa meski hatinya sungguh terluka.
❤️❤️❤️❤️
Carissa mempercepat langkahnya ketika melihat Faya dan Lidya melangkah menuju kantin,kepalan di tangan Carissa cukup kuat siap untuk menghajar keduanya. yah bukan tanpa alasan Carissa ingin memberi pelajaran pada mereka karna, ia tau Faya di balik tersebarnya kebenaran hingga sampai ke telinga Lea.
Faya langsung memperbaiki sikapnya ketika menyadari Carissa mendekat, hal yang sama juga di lakukan oleh Lydia mereka akan menangkis segala tuduhan dan bersikap seperti penjilat. Melihat kedatangan Carissa membuat Faya dan Lydia tersenyum dan mendekati gadis itu.
''Carissa..sahabatku, kami merindukanmu kemana saja beberapa hari ini kampus sangat sepi loh.''ucap Faya mulai bersikap manis.
''Tentu saja aku dan Faya selalu merindukanmu...semua baik-baik saja bukan.''tanya Lydia dengan mulut manisnya.
Carissa sudah menyiapkan diri,
''Kalian berdua adalah benar seorang penjilat, beraninya kalian berbohong padaku.''
''Carissa apa maksudmu.'' sanggah Faya protes.
Plak!!!
Plak!!!
Faya dan Lydia begitu terkejut ketika bukan senyuman yang di dapat namun sebuah tamparan masing-masing mendarat di wajah mereka masing-masing, masih di hinggapi rasa terkejut kedua gadis itu tampak syok dan malu, karna tamparan keras Carissa sungguh mampu mempermalukan mereka, karna menjadi tontonan banyak mahasiswa yang lewat.
''Carissa!!! Apa yang kau lakukan, ini sakit.''jerit Faya memegang pipinya.
''Kalian salah besar kalau bermaksud membohongiku, penjilat kalian berdua telah berani mempermalukan aku dan menghianatiku maka lihatlah apa yang akan aku lakukan.'' desis Carissa tajam.
Carissa melangkah begitu saja meninggalkan Faya dan Lydia yang meringis kesakitan, kedua gadis itu berlari meninggalkan tempat itu dengan cepat, mereka sadar kalau ancaman Carissa begitu nyata, dan Carissa tak akan ragu untuk menghancurkan mereka sedikitpun.
************
__ADS_1
Waktu menunjukan sore hari, dan Carissa melangkah keluar dari kampus dengan langkah gontai, ia merasa benar-benar kesepian sekarang, tidak punya teman dan saudara apalagi saat ini dia harus menjadi pelampiasan Derrell,
sebuah telp masuk membuat Carissa menghentikan langkahnya, ia mengeluarkan ponselnya dan mengerutkan kening.
Pelayan rumahnya.? gadis itu berpikir keras.
**********
Sesampainya dirumah, Carissa benar-benar terkejut ketika mendapati ada sebuah kunci yang di berikan oleh pelayan rumahnya, pelayan itu sudah bekerja cukup lama dirumahnya.
''Ada apa, mengapa kau menyerahkan kunci ini padaku.''lirik Carissa bertanya.
''Ini adalah kunci sebuah gudang yang sudah lama tidak di buka, tuan sudah pergi dengan keluarga barunya, nona Carrissa pernah bilang penasaran dengan isi gudang ini bukan.''
Carissa mengangguk membenarkan,dari kecil ayah tidak pernah membiarkan dirinya masuk ke dalam gudang rahasianya, meski Carissa merengek namun tetap saja, ia tidak di ijinkan masuk ke dalam gudang tua itu.sudah lama memang mungkin saja, Carissa akan menemukan sesuatu tentang ibunya, sejak kecil Carissa tidak pernah tau bahkan wajah sang ibu karna Ayah tidak pernah menginjinkannya.
Carissa menggenggam kunci di tangannya, mungkin inilah saatnya dia mengetahui kebenaran, mata Carissa berkaca-kaca saat ini dia benar-benar berharap menemukan keajaiban tentang ibunya.
''Baiklah..ayo kita ke gudang sekarang.''
''Baik nona Carissa.''
********
''Apakah nona siap.''
''Yah....aku akan membukanya, kalian pergi saja aku ingin masuk sendiri saja.''
''Kami akan berjaga di luar nona Carissa.''ucap sang pelayan dengan patuh.
Carissa menoleh dengan wajah terharu, selama ini dia selalu bersikap kejam pada para pelayannya namun ternyata merekalah yang menemaninya sampai saat ini.
gadis itu mengangguk dengan mata berkaca-kaca.
''Terimakasih.''
Para pelayan tampak tersenyum bahagia ketika mendengar kata terimakasih untuk pertama kalinya di dengar dari bibir nona muda mereka.
''Yah nona Carissa.''
*********
Pintu terbuka dan Carissa melangkah masuk ke tengah ruangan yang masih tampak bersih, ia memalingkan wajahnya ke sekeliling mencari petunjuk apapun yang bisa menjadi informasi untuknya. dan sebuah foto keluarga terbalik menarik perhatian Carissa hingga gadis itu melangkah mendekat, ada beberapa foto berukuran besar yang tertumpuk disana, di antaranya sebuah foto pernikahan disana ada gambar ayah dan ibunya.
__ADS_1
Carissa tak sanggup membendung airmatanya, ketika melihat foto wanita yang dia duga adalah ibu kandungnya, berdiri dengan senyuman manis di sebelahnya tampak ayahnya masih muda dan tersenyum, mereka tampak bahagia.
''Ibu...jadi ternyata kau adalah ibuku.''isak Carissa sembari mememeluk foto kedua orang tuanya dengan sesak di dadanya.
Sungguh dia sangat terpukul dengan kenyataan kalau nasibnya begitu menyedihkan. Carissa menangis dengan keras.
''Ibu..dimana kau sekarang bu..dimana.''
Disaat menangis, tatapan Carissa berhenti pada sebuah foto sepasang anak kembar yang tergeletak paling bawah, gadis itu mengerutkan kening.
''Siapa ini..mengapa ada dua.''desah Carisa dengan mata yang basah.
Carissa berdiri dan menatap lekat-lekat foto di tangannya lalu mengerutkan kening,
''Foto siapa ini, apakah ini adalah foto miliknya..lalu siapa di sampingnya, mengapa mereka begitu mirip.? Carissa menghela nafas.
Pandangannya mengeras...
********
Albert sedang melakukan rapat internal dengan beberapa bawahannya ketika Carissa melangkah masuk dengan wajah gusar.
''Carissa sayang, ada apa..seharusnya hubungi ayah dulu sayang, ayah sedang rapat.''
Carissa menajamkan tatapannya.
''Aku ingin bicara dengan ayah, sekarang dan aku tak mau menunggu.''desis Carissa keras kepala.
Albert sudah tau kalau Carissa tak suka di bantah, lalu meminta para bawahannya meninggalkan ruang rapat dan meninggalkan mereka berdua sendiri.
Albert melepaskan kacamatanya dan menatap mata Carissa.
''Katakan pada ayah, apa yang terjadi padamu Carissa, kali ini apalagi.''ucapnya menahan dirnya.
Carissa mendekati sang ayah dan meletakan sebuah foto pernikahan orang tuanya dan tak lupa foto sepasang anak kembar di atas meja.
Albert begitu terkejut,
''Jelaskan padaku ayah, siapa mereka.''desis Carissa menuntut.
Albert menghela nafas.
''Carisaa.''
__ADS_1