
Clarissa berseru dengan panik ketika menyadari Albert menyergap nya dan menghempaskan tubuhnya jatuh ke atas ranjang dan setengah menindihnya Clarissa tidak terima dan berusaha meronta sekuat tenaga.
''Albert apa yang kau lakukan.. lepaskan aku.''
''Menyerah lah Clarissa kau adalah milikku.''
''Apa kau sudah gila...lepaskan aku jangan lupa kita sudah bercerai sejak lama dan kau pikir aku akan memaafkan dirimu.''
Ssstt.........
Clarissa mengerang ketika tatapan Albert berubah tajam, nafas mereka tercekat dan dia mulai kehilangan kendali diri.
Albert menatap Clarisa dari atas tubuhnya dan mendekatkan wajahnya hingga nyaris saja ia mencium bibir Clarissa namun wanita itu memalingkan wajahnya menghindari ciuman Albert sementara pria itu tidak menyerah sedikit pun Albert mencengkram Clarissa agar menyerah padanya hingga wanita itu menjadi putus asa.
''Albert...astaga lepaskan aku.''jerit Clarissa masih melawan.
''Aku mencintaimu Clarisa..aku mencintaimu.'' desah Albert dengan tatapan yang serius.
Mendengar hal ini membuat wajah Clarissa merah padam,.dia langsung tertawa dingin hingga Albert terkejut.
''Kau pikir ini mudah bagiku kau pikir ini adil bagiku selama bertahun-tahun kau menghianati aku Albert kau menghianati ku bersama Monica jadi kau pikir aku akan menerima begitu saja.''
''Semua ini sudah berlalu Clarisa, semua sudah berlalu jadi mengapa kita tidak kembali bersama dengan kedua putri kita.''
''Aku tidak nau..'' jerit Clarisa mengenang
__ADS_1
''Kau harus mau karna aku tidak suka penolakn.''
''Apa....
Alex merasa sudah kehilangan pikiran ketika dia sangat tergila-gila pada mantan istrinya yang selama ini daa cari..dan pria ini semakin tak sabar agar ia dan Clarisa bersatu
Srakk....
Albert melepas atasan Clarissa dan menatap sang wanita dengan tajam.
''Jika aku menginginkan dirimu maka itulah yang akan kau dapatkan dan kita akan segera menikah setelah ini.''
''Albert tolong jangan begini caranya ok jangan....''
''Ssst sayangku setelah ini tak ada yang akan memisahkan kita, aku mencintaimu sejak awal dan satu-satunya kebodohan ku adalah melepaskan dirimu Clarissa.''desis Albert kembali mencumbu Clarisa kali ini lebih panas dari sebelumnya.
♥️♥️♥️♥️
Carissa turun dari mobilnya menuju tempat acara pernikahan salah seorang temannya, ada banyak tamu yang datang dan hampir sebagian besar dari mereka sudah tunangan atau membawa pasangan dan hal inilah yang membuat gadis itu hanya menghela nafas pasrah dia tak punya siapapun untuk bersandar kali ini, dia benar-benar tidak punya siapapun, ini cukup membuat Carissa tidak percaya diri meski dia mencoba untuk santai, namun ketika melihat beberapa kumpulan pada musuhnya, Carissa harus kembali menelan rasa sakitnya, apalagi di antara mereka ada kumpulan beberapa gadis itu yang menatap sinis kepada nya, Carissa memutus kan untuk pulang lebih dahulu saja ia takut kalau akan menghancurkan pesta orang lain.
Namun ketika dia melangkah Faya dan Lydia mendekatinya,
''Carissa....''isak.mereka serempak langsung menghampiri Carissa dan memeluk dengan erat, tak perduli Carissa terlihat lebih dingin.
''Carissa apa kabar.'' Isak mereka dengan sesal.
__ADS_1
Carissa menaikan sudut bibirnya sebenarnya sudah lama dia ingin memaafkan mereka tapi biar saja mereka tau rasanya kehilangan sahabat.
''Maafkan kami yah... maaf Carissa.''isak.keduanya dengan penyesalan yang dalam.
''Baiklah aku sudah memaafkan kalian.''
''Yey.... terimakasih Carissa.''
''Bagaimana kalau kita masuk.''
Carissa sejenak ragu.
''Yah.....''
''Ayo kita sama-sama jomblo..''sambung Faya tertawa.
''Oya aku melihat kakak angkat Lea disini bersama kekasihnya.''
Carissa menoleh
''Maksudmu... Derrell.'' desah Carissa menyembunyikan rasa sedihnya.
Bersamaan dengan ucapan Faya sosok Derrell muncul sembari menggenggam tangan seorang gadis muda, tak sengaja mereka saling menatap tajam.
Derrell tersenyum dingin.
__ADS_1