
Carissa terbangun tiba-tiba ketika ponselnya berdering keras, itu adalah telp dari Derrell Dark kepadanya, sial bahkan pria itu tidak melepaskannya.
Carissa berusaha mengabaikan panggilan telpnya namun sia-sia, bunyi nyaring itu seolah tidak lelah untuk membangunkannya.
''Ahh,....sial sekali, mengapa pria itu menggangguku.''jerit Carissa mencoba bangkit dan ingatakannya langsung mendekapnya ketika Carissa sadar ini adalah waktu hukuman untuk dirinya, gadis itu segera bergegas turun dari ranjang dan buru-buru masuk ke kamar mandi.
***********
Carissa turun dari mobil mewahnya dengan melakukan penyamaran gadis itu memakai topi dan masker, bukan tanpa alasan dia melakukannya karna Carissa ingin menghindari siapapun yang mungkin mengenalnya.
Yah,..jika teman-temannya tau dia masuk ke dalam club milik Derrell maka namanya akan tercemar dengan cepat dan bukan tidak mungkin ia akan di samakan dengan Lea, dan Carisaa tidak ingin itu terjadi. melangkah melewati jalan beraspal sekitar 10 menit Carissa langsung berhenti di depan Club malam yang begitu megah dan luas, ada beberapa bodyguard yang berjaga di depan, dan salah seorang di antara mereka memandang ke arahnya. Carissa sedikit gugup ketika pria itu mendekatinya.
''Siapa kau...mengapa melihat dari jauh, apakah kau adalah mata-mata.''
Carissa tertawa sinis.
''Aku adalah pekerja baru tuan Derrell Dark, namaku Carissa jadi aku datang untuk..''
''Nona Carissa, silahkan lewat sini ruangan tuan Derrell ada di lantai atas.''
Carissa bergidik ngeri ketika pria bertubuh besar itu menuntun langkahnya naik ke lantai atas, gadis itu cukup terkejut menyadari ada banyak pemandangan yang tak seharusnya dia lihat di sekitar club itu. Carissa menggeleng jijik, memang pemandangan apa yang dia harapkan, para pasangan mabuk yang saling bercumbu, bahkan ada yang berciuman sampai melakukan tindakan liar adalah pemandangan yang harus di biasakan mata sucinya.
Astaga..ini semua karna ide gilanya untuk menghancurkan Lea, padahal dia sendiri yang terjebak sekarang.
******
Ting...
Pintu lift terbuka dan di hadapkan dengan sebuah pintu besar berwarna hitam,
''Silahkan masuk nona Carissa.''
''Baik,terimakasih.''balas Carissa bergidik ngeri, astaga mengapa semua ini sangat menakutkan.
Ceklek.
Carissa masuk ke dalam sebuah ruangan mirip ruang kerja, kata Lea dia cuma harus membersihkan ruang tamu dan mengisi kulkas dengan minuman dingin untuk Derrell, setelah melakukan semuanya dia boleh pulang.
Sesimpel itu menurut Lea, asal dia tak boleh masuk ke dalam kamar milik Derrell karna itu area terlarang yang tak boleh di masuki siapapun.
Carissa menghela nafas berat, bagaimana cara membersihkan ini semua, dia bahkan memakai pelayan hanya untuk mengambil air minum untuknya.
Carissa menghela nafas...yah hanya mengelap meja, menyapu itu saja..lakukan dengan cepat dan keluar dari tempat hina ini.
__ADS_1
Carissa mulai mengambil tisu basah yang dia bawa sendiri dan mulai mendekati meja...
Namun baru saja dia ingin mengelap meja, terdengar suara rintihan dari dalam kamar, hingga gadis itu menoleh penasaran,
''Tidak boleh Carissa, kau tidak boleh mendekati kamar.''
Sekali lagi, Carissa mengabaikan rintihan di dalam kamar milik Derrell.dan langsung mengelap meja kerja pria itu dan sekali lagi terdengar suara rintihan kali ini terdengar jelas di telinganya.
Carissa menegakan tubuhnya, dia tak bisa berkonsentrasi kalau begini, apa yang terjadi di dalam kamar.?
Carissa benar-benar penasaran dan rasa ingin taunya menuntutnya agar mendekati pintu kamar,
meski dia kembali berhenti di tengah jalan ketika ia ingat nasehat Lea kepadanya.
Carissa, apa kau sudah gila..kau sedang mendekati kandang macan, kembalilah dan bekerja, kau tidak ingin tuan Derrell marah bukan..?
kali ini, Carissa berhasil menghardik diri sendiri gadis itu kembali lagi fokus untuk bekerja, dengan cepat dia mulai membersihkan meja kerja Derrell dan menyapu ruangan yang cukup luas itu namun ketika dia mendekati kulkas yang berada cukup dekat dengan pintu kamar Derrell dia kembali mendengar suara tangisan dari dalam kamar.
''Tolong aku...siapapun, tolong.''
Carissa menutup pintu kulkas, rasa penasarannya lebih besar dari rasa takutnya, gadis itu segera mendekati pintu dan berusaha mengintip ke dalam kamar melalui lubang kunci.
''Aapa yang terjadi di dalam, astaga apa yang terjadi.''
Crasshh!!!
Seketika itu juga pintu kamar terbuka, dan Carissa melangkah masuk, dia berhasil membuka pintu kamar setelah mendapatkan kunci kamarnya di laci meja kerja Derrell, segera Carissa berlari masuk ke dalam kamar.
Dan....
Langkah Carissa terhenti ketika dia melihat dengan jelas, seorang gadis muda terlentang terikat di tengah ranjang menangis memohon kepadanya.
''Apa yang terjadi.''
''Aku mohon tolong aku nona..aku mohon.''jerit gadis itu histeris.
Carissa segera mendekati gadis yang tampak seusia dengannya itu lalu menatapnya dengan tajam.
''Mengapa tanganmu di ikat, siapa yang melakukannya.''
''Tuan Derrell yang melakukan semua ini, aku di tangkap oleh anak buahnya.''isak gadis itu sesegukan.
Carissa segera membuka ikatan di tangan sang gadis lalu membantunya berdiri. Keduanya saling menatap.
__ADS_1
''Katakan bagaimana kau bisa terlibat dengan tuan DerrelL.''
Brugghhh!!!!
Carissa terkejut ketika tubuhnya di dorong cukup keras oleh gadis itu hingga dirinyalah yang membentur ranjang, dengan cepat gadis itu berlari keluar kamar dan mengunci Carissa dari luar, dengan panik Carissa menjerit sambil berlari ke arah pintu dan memukul-mukul pintu kamar namun tak ada jawaban sama sekali.
''Apa yang kau lakukan, cepat buka pintu kamar.''jerit Carissa mulai menangis histeris dia begitu ketakutan ketika tau gadis itu menipunya.
Carissa telah melakukan kesalahan besar dengan menolong gadis itu, dan malah dia sendiri yang terjebak. Bagaimana kalau tuan Derrel datang maka habislah dirinya.
Carissa memukul-mukul pintu namun semua itu percuma, hingga dia menjadi pasrah sekarang bagaimana menghubungi Lea dan meminta tolong bahkan tasnya berada di luar kamar.
''Siapapun tolong aku.''jerit Carissa histeris.
10 Menit, 20 menit berlalu, dan Carissa terkejut mendengar langkah berat mendekati kamar, ia segera menegakan tubuhnya tersenyum menyadari ada pertolongan yang datang.
Ceklek!!
Pintu terbuka lebar dan Carissa membeku ketika sosok Darrell muncul dengan menggunakan handuk yang melilit pinggangnya, tubuh atletisnya terpahat sempurnya tanpa pakaian.
sinar mata Derrell menajam.
''Apa yang telah kau lakukan di kamarku.''
Pandangan Derrell menyapu dan jatuh pada ranjang kosong di hadapannya.
''Kau telah melepaskan makan malamku.''
''Makan malam apa.''
Tak butuh waktu lama bagi otak Carissa mencerna apa yang di maksud dengan makan malam ketika pandangan Derrell jatuh pada ranjang kosong di depannya.
''Derrell...''
Pria itu tersenyum dingin, mendekati Carissa dan meraih tubuhnya berdiri hingga sejajar dengan matanya.
''Kau telah melakukan kesalahan fatal dengan melepaskannya kini kau harus bersedia menjadi penggantinya.''
''Tidak..apa maksudmu.''
''Buka pakaianmu dengan sukarela Carissa.'
''Tidak........'' jerit Carissa meronta.
__ADS_1