
Carissa membeku mendengar ucapan Derrel kepadanya..pria itu sedang berusaha mengancamnya sekarang..
''Jadi kau benar ingin menggantikan pekerjaanku Carissa, astaga mengapa kau baik sekali..''
''Aku baik..''ulang Carissa beku..
Lea memeluknya sekali lagi dengan mata yang basah...
''Aku tidak punya kakak perempuan, dan bagiku kau sudah seperti kakakku Carissa, kau melindungiku bahkan kau tidak segan-segan menggantikan pekerjaanku di tempat kakak...padahal kau gadis kaya raya..oh...betapa beruntungnya aku..''isak Lea..
Masih di dalam pelukannya mata Carrisa di paku di tempat ketika menatap sosok Derrell yang menatapnya tajam penuh senyuman rencana..
''Baiklah..tenang saja Lea...''
Pelukan mereka terlepas dan Lea menjadi terharu...
Carissa merasa tidak betah berlama-lama berada di sini bersama Derrell karna itu dia harus segera pergi.
''Lea aku harus pergi sekarang...''
Carissa bangkit dia tidak melihat ke arah Derrel lagi karna menyadari betapa menakutkannya pria ini..jadi Carissa memutuskan untuk melarikan diri secepatnya..
''Aku juga harus pergi jadi Carissa bagaimana kalau kita sama-sama..''
Derrell meneguk kopi pahitnya hingga habis lalu bangkit berdiri menatap Carissa dengan menantang.
''Wah..mengapa kalian pergi bersama dan meninggalkan aku sendiri..''
''Aku akan datang menjengukmu Lea secepatnya..dan tuan Derrell mengapa tidak tinggal sebentar saja...bersama adikmu..''
''Terimakasih Carissa tanpa kau bilang aku akan menemani adikku tapi dia tau pekerjaan kakaknya..''
''Yah..kakak adalah pria yang sibuk dan aku mengerti...aku akan baik-baik saja.''ucap Lea menjelaskan.
Carissa memutar bolamatanya dengan jengah..baiklah jadi Derrell benar-benar ingin mengerjainya.
''Baiklah...aku harus pergi...''
Carissa memeluk Lea di ikuti Derrell yang memeluk Lea...
lalu gadis itu mengantar mereka sampai ke pintu dan melambaikan tangan..ketika pintu tertutup Lea merenung..
__ADS_1
''Mengapa aku melihat mereka seperti pasangan yang ideal..'' gumam Lea dengan tatapan penuh harap..
*************
Carissa melangkah dengan cepat menuju lift dan menekannya buru-buru tujuannya agar Derrell tidak bisa ikut masuk..ia sempat tersenyum lega ketika pintu lift tertutup namun tak lama..senyumnya menguap dengan cepat ketika lift terbuka dan sosok Derrel muncul disana dengan tatapan beku..
''Derrell..'
''Kau mau lari kemana Carissa..''
Carissa tersudut di dinding liff sementara Derrell menjebaknya disana...
''Kau pikir aku takut padamu..kau tak bisa mengancamku..''jerit Carissa putus asa..
''Gadis menipulatif sepertimu harus di beri hukuman yang pantas...kau telah berani menghancurkan hidup adikku..''
''Bukan aku pelakunya..''
Sinar mata Derrel menajam..
''Benarkah kau tak mau mengaku..''ulang Derrell dengan nada tinggi..
''Aku tidak pernah..''
Ting..
Pintu lift terbuka hingga kesempatan itu di gunakan Derrell untuk mencengkram Carissa bersamanya...
Pria itu menyeret Carissa dan memaksa Carissa ikut dengannya hingga Carissa hanya mengerang..mencoba meminta tolong namun percuma karna tak ada siapapun disini..
''Lepaskan aku Derrell...''
''Dalam mimpimu Carissa..''ucap Derrell tak perduli..
Carissa harus pasrah ketika pria itu membawanya menuju parkiran mobilnya dan membenturkan tubuhnya cukup keras...ia terlihat begitu menyimpan kemarahan kepada Carissa...
''Kau mau bukti yang menjelaskan kalau ternyata kau adalah dalang di balik ini semua Carissa...''
Gadis itu membeku, wajahnya pucat pasi...dia tak bisa membalas tuduhan Derrell kepadanya..jadi ia tak berkutik..
Derrell tertawa dingin menyadari Carissa tak dapat melawan argumennya..
__ADS_1
''Bukankah kau adalah musuh yang berkedok sahabat Lea...bagaimana kalau aku mempermalukanmu dengan cara yang sama...dan mengatakan pada semua orang kalau ternyata seorang Carissa Delvina bukanlah sebaik yang mereka liat...kau hanya bersembunyi di balik wajah lugumu...dan aku tak akan pernah membiarkan Lea berteman dengan ular sepertimu..''
Derrell melepaskan cengkramannya...lalu melangkah menuju mobilnya...hoh apa yang akan pria ini lakukan..tidak mungkin dia ingin melakukan sesuatu kan...?? ketika Derrell ingin masuk ke dalam mobil..
Carissa mendekati pria itu dan menarik lengannya cukup kuat hingga Derrell menoleh kepadanya....
''Jangan katakan apapun pada Lea aku mohon...''
''Apa maksudmu...''
Airmata Carissa menetes di wajahnya...
''Aku mohon..jangan mengatakan hal itu padanya atau dia akan semakin terluka..''
''Lantas...kau pikir aku akan diam saja melihat kau dengan kejam menghancurkan mental adikku..'' teriak Derrell murka..
''Aku tau....aku minta maafpun itu tak akan pernah bisa menyelesaikan segalanya...Derrell...setidaknya aku akan membersihkan namanya dan aku perlu waktu..''
Derrel kembali mencengkram tubuh Carissa dan membenturkannya di tubuhnya di mobil hingga gadis itu ketakutan...
''Dengarkan aku baik-baik Carissa..jika terjadi sesuatu dengan adikku maka aku akan melenyapkan kau dan siapapun yang terlibat..jangan lupa sebagai hukuman mulai besok kau harus bekerja menggantikan Lea di Club milikku,....apa kau mengerti..''
Carissa tidak punya pilihan selain menyanggupi permintaan Derrell karna memang dia tidak punya kekuatan di hadapan pria kejam ini...Carissa menganggukan kepalanya dengan patuh, dia menundukan kepalanya..
''Aku akan membersihkan segala kerusakan yang aku buat dengan cepat tapi sampai itu semua terjadi aku mohon padamu agar menyembunyikan segalanya dari Lea...aku akan mengaku padanya dan memohon maaf...hanya saja..jangan mengatakan apapun kepadanya aku mohon.....''pinta Carissa dengan suara serak.
Derrell mengangguk setuju bagaimana pun dia tau betapa rapuhnya seorang Lea....dia bahkan tidak berani untuk mengatakan semuanya perasaan sakitnya dan hanya menyembunyikannya untuk diri sendiri...
Lea memang gadis yang rapuh namun begitu penyayang dan tulus, itu sebabnya Derrell begitu menyayanginya dengan begitu besar...
''Baiklah kalau begitu Carissa aku memberikan waktu kepadamu hari ini..karna besok pagi aku ingin semua sudah terkendali apa kau mengerti..''
''Yah....aku mengerti..''ucap Carissa sedikit gemetar...
Carissa lalu menundukan wajahnya ketika Derrell masuk ke mobilnya dan meninggalkan kawasan apartemen itu lebih dahulu,...masih berdiri lama disana, Carissa begitu terpukul sampai dia kakinya menjadi ngilu dan jatuh tersungkur disana...airmatanya menetes, betapa takutnya dia..
Tuan Derrell sedang mengancamnya dan dia tau apa artinya tatapan itu...Carissa sudah tau apa yang akan terjadi kepadanya kalau sampai Lea mengetahui segalanya atau mungkin karna perbuatannya terjadi sesuatu pada Lea maka ia akan menjadi sasaran amarah tuan Derrell...dia yakin sekali...
Oh....penyesalan pun tak ada gunanya..dia harus mempersiapkan dirinya..dan kalau bisa menghentikan Faya dan Lydia untuk rencana buruk mereka atau mereka semua akan hancur..
Carissa segera mengambil ponselnya dan mencoba menelfon Faya sahabatnya sekaligus suruhannya dalam misi mempermalukan Lea....Carissa berdoa dalam hati kalau mereka akan mengangkat telp darinya dan membatalkan rencana terakhir yang mungkin akan membuat Lea hancur..
__ADS_1
''Ayolah angkat telpnya Faya...''desah Carissa memohon..