Penyesalan Si Kembar

Penyesalan Si Kembar
Lea Yang Terluka


__ADS_3

Airmata Lea tak bisa di bendung ketika sikap Dava berubah dengan begitu cepat bahkan di depan matanya, Dava malah membiarkan Carissa menggenggam tangannya..


apakah sehina itu dirinya di mata Dava hingga sudah tidak ada kesempata baginya untuk membela dirinya..


''Jangan pergi dulu Dava,....kau harus menyelesaikan masalahmu dengan Lea..jangan membuat Lea sedih...karna aku tak akan membiarkannya..'' desis Carissa tegas..


Seperti terhipnotis...Dava menjadi patuh dengan perkataan Carissa pria itu lalu memalingkan wajahnya menatap mata Lea yang sembab...karna menangis..


''Lea...aku akan langsung saja...orang tuaku telah melihat foto mesra ibu kandungmu juga kau yang ternyata diam-diam mengunjungi club milik si mafia Derrel..jadi tak ada masa depan apapun yang bisa aku janjikan kepadamu lagi Lea...kita benar-benar putus dan jangan berharap apapun kepadaku karna apa....aku bukan kekasihmu lagi..apakah jelas sampai disini..'' desis Dava tajam..


Lea membeku di tempatnya ketika Dava melangkah meninggalkan dirinya bersama Carissa..


''Dava...Dava....'' jerit Carissa namun pria itu tak juga mau menoleh kepada mereka..


Hancur hati Lea saat ini hingga dia tidak punya kekuatan lagi..


''Leaa...ayo..ikut aku sekarang, jangan menangis disini..semua orang melihat kita..''


Lea hanya menganggukan kepalanya pasrah ketika Carissa membawanya menuju parkiran dan menuntun Lea masuk ke dalam mobil meski sebelum masuk ke mobil..Carissa masih sempat melihat Faya menatap ke arahnya dengan senyuman tak terbaca..Carissa hanya mengedipkan matanya sebelum dia masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kawasan kampus.


**********


''Jangan terus menangis Lea...aku janji akan membujuk Dava..''


''Tidak...kali ini Dava sangat marah dan kecewa padaku Carrissa...oh sudah tak ada harapan lagi...semuanya hancur...''tangis Lea pecah saat itu juga hingga Carissa menjadi bingung sendiri ia hanya mencoba menenangkan Lea..dia tak menduga kalau gadis yang biasa tegar dan ceria ternyata rapuh juga...


''Lea sudahlah...dunia belum kiamat...aku mohon berhentilah menangis...aku tau perasaanmu sekarang..''


''Tidak Carissa kau tidak tau perasaanku saat ini..hidupmu terlalu mudah sementara aku sangat berbeda...aku bahkan tidak merasakan bagaimana bahagia itu...aku baru saja ingin bahagia namun sekarang semuanya hancur...siapapun yang mempermalukan aku tadi sungguh jahat..mereka jahat sekali..bahkan rasanya ini seperti membunuhku..''isak Lea sesegukan..


Carissa menepikan mobilnya di pinggir jalan...ia menoleh..


''Bukan kau saja yang pernah patah hati Lea...kau pikir banyak uang itu bahagia..tidak selalu..lihatlah aku, aku bahkan tidak pernah mendapatkan kasih sayang kedua orang tuaku yang egois...itu adalah aku yang merasakan pahit di dalam hidupku meski aku kaya...tapi aku benar-benar tersiksa..''


Lea menghentikan tangisnya dia menatap wajah Carissa yang mendung...merasa iba, Lea menyentuh bahu Carissa..


''Jangan ikut sedih...baiklah bagaimana kalau ke apartemenku saja...aku janji aku tak akan menangis lagi..Carissa..''


Carissa menoleh dan akhirnya tersenyum ketika melihat Lea berhenti menangis...entah mengapa dia merasa hubungannya dengan Lea sedikit merubah sifatnya yang biasanya tidak perduli pada orang lain selain dirinya..


Lea benar-benar berkharisma...

__ADS_1


''Baiklah...ayo ke apartemenmu..aku penasaran..bagaimana tinggal di apartemen sendiri..''


''Sesekali kau harus menginap disana..''


Carissa tersenyum..


''Yah...aku akan membuat jadwal..''bisik Carissa mengarahkan mobilnya ke sebuah kawasan apartemen yang cukup elit...dalam hatinya menebak apartemen ini pasti bukan milik Lea yang sebenarnya dan pasti milik si mafia itu...jadi benarkah kalau Lea simpanan pria kejam itu..


''Ayo turun Carissa...''bisik Lea menatap Carissa yang sedang melamun di dalam mobil..


''Yah...baiklah...''balas Carissa keluar dari sana..


Mereka lalu melangkah bersama menuju apartemen Lea yang terletak di lantai 10...sesampainya di atas..Carissa di buat terkejut dengan isi apartemen yang cukup luas seperti rumah pada umumnya yang luas dan punya balkon yang besar...tentu saja tuan Derrel Dark cukup kaya...


Sementara Lea memahami isi kepala Carissa yang berisi pertanyaan besar disana...


''Apartemen ini pemberian tuan Derrel Dark...''


''Apa...'' Carrisa melongo..


''Jangan menatapku begitu..artikel tentang aku adalah simpanannya tidak lah benar Carrisaa...karna aku adalah adik angkat kak Derrel...dia mengadopsiku ketika aku berusia 10 tahun...''


Carrissa membeku mendengar informasi ini...ya ampun itu artinya dugaannya salah besar kalau Lea adalah seorang simpanan..


Mendengar hal itu Lea tertawa kencang sekaligus memancarkan senyum sedih..airmatanya menetes..


''Mereka salah paham..kak Derrell tidak sekejam itu padaku..dia benar-benar menganggapku adik kandungnya, dia tak pernah berbuat macam-macam dan hanya melindungiku..''


''Tapi bukankah tuan Derrell di kenal...''


''Punya hasrat yang besar dan suka mencari perawan begitu...''tebak Lea menatap wajah Carissa yang pucat pasi..


''Yah...aku dengar begitu..''


''Karna kau sahabatku maka aku memberitahumu Carissa..bahkan aku menceritakan tentang kau pada kakaku yang seorang Mafia..''


''Apa........'' kali ini Carissa menjerit cukup keras..


Ia begitu syok menyadari Lea dengan polosnya menceritakan tentang...


''Apa maksudmu kau menceritakan tentangku pada kakak angkatmu..''

__ADS_1


''Tenang saja..kakak tak akan marah atau menyakiti orang lain selama orang itu tidak menyakitiku...termasuk kau Carissa...kau adalah sahabatku dan aku pikir kakak memberi pengecualian kepadamu..''


''Begitukah...haruskah aku lega...''


''Kau harus lega Carissa...''


''Eehm....aku haus..''ucap Carissa mulai gemetar...


Bahkan walau pun dia mengadu pada ayahnya tuan Derrel benar-benar tidak tergoyahkan bahkan di kota ini sudah terkenal dengan kekejaman seorang Derrell Dark...


Astaga...apakah dia sudah salah memilih lawan...ternyata di belakang Lea ada kakak angkatnya..itu artinya kehancuran bagi Carissa..


''Mengapa kau gugup begitu Carissa..tenang saja..kakak ku sangat baik..dia tadi menelfon dan akan kemari...''


''Kemari...?.'' jerit Carissa seketika bangkit dari sofa..itu artinya dia harus cepat pergi dari sini..


''Carissa..mau kemana..''


''Aku lupa Lea...kalau aku ada janji dengan pengacara Ayahku..''


''Apakah terjadi sesuatu....''


''Tidak....hanya menyepakati beberapa hal...'' balas Carissa singkat


Lea pun kembali sedih..


''Kau akan meninggalkan aku sendirian Carissa..paling tidak tunggulah sampai kakaku datang..''


Carissa duduk kembali dengan hati yang tidak tenang...dan itu terlihat jelas dari gerak tubuhnya..'


''Apa kau tidak nyaman dengan kakakku Carissa..''


''Ah tidak.....untuk apa aku takut...''


Tiittt........


Terdengar bunyi bel di pintu hingga kedua gadis itu saling menatap....siapa yang datang mengapa Carissa yang ketakutan...bagaimana kalau tuan Derrell mengetahui segalanya..


''Aku akan membuka pintu...'' ucap Lea..


'Sementara Carissa menjadi semakin gugup...

__ADS_1


Bagaimana ini..........


__ADS_2