
Carissa baru saja melangkah namun, langkahnya terhenti ketika Darrel tiba-tiba saja mendekati mereka dan berdehem sedikit keras, sementara Faya dan Lydia saling menatap heran, bagaimana pun ini aneh menyadari kalau tuan Derrell selama ini tidak terlihat dekat dengan Carisaa.
''Tuan Derrell.''sapa Kevin tersenyum lembut.
Disaat yang sama Derrell mengarahkan tatapannya pada Carissa yang sejak tadi selalu saja berhasil menarik perhatiannya padahal dia sudah berusaha mengelak dengan perasaannya sendiri namun, bukannya pergi Carissa malah semakin masuk ke dalam hatinya dan tak ingin keluar. Tidak di pungkiri Derrell kalau selama ini dia sangat merindukan Carissa, dia rindu dengan percintaan mereka, meski ada banyak wanita namun dia selalu memikirkan Carissa.
''Apakah tuan Derrell ingin bicara sesuatu...jika tidak maka aku dan Carissa akan berdansa.''
Derrell sama sekali tidak menoleh ke arah Kevin dia malah memenjara mata Carissa.
''Aku hanya ingin mengatakan padamu agar jangan menumbuhkan perasaan apapun kepada Carissa.'' desis Derrell dengan nada tenang yang mengerikan.
Hening...
Faya dan Lydia saling menatap sekali lagi, informasi ini memang sangat mengejutkan mengingat tidak mungkin seorang Carissa akan punya hubungan yang jauh dengan tuan Derrel itu adalah hal yang paling tidak mungkin bagi keduanya, tidak mungkin.
Kevin membalikan tubuhnya sedikit tidak rela dengan ucapan Derrell yang seakan memiliki Carissa, padahal tidak, meski Derrell memang punya pengaruh namun dia tak akan pernah membiarkan pria ini mengatakan kebohongan untuk mendapatkan Carissa, dia juga sudah terlanjur menaruh hatinya pada Carissa.
''Maaf tapi apa maksudmu tuan Derrell, apakah kau juga menyukai Carissa.'' tanya Kevin semakin tidak sabar dengan jawaban Derel.
Derrell mendekat untuk menatap wajah polos Kevin, pria itu menaikan sudut bibirnya.
__ADS_1
Kevin bukan tandingannya,
''Hubungan kami lebih dari sekedar rasa suka...kau tidak tau.''
''Eehm.....''
Suara Carissa terdengar serak, hingga kedua pria itu sontak menoleh kepadanya dengan tatapan mendamba yang sama, Carissa mengepalkan tangannya ketika dia menatap mata Derrell yang dingin, masih terbayang di ingatannya bagaimana pria ini memaksanya bahkan tidak perduli betapa kesakitannya Carissa kali itu, sakit hati Carissa hingga wanita itu benar-benar membenci seorang Derrell.
''Maaf...Kevin, tapi yang di maksud dengan hubungan kami adalah, dulu aku punya beberapa hutang.....'
Derrell membeku mendengar pengakuan Carissa yang di ucapkan dengan kesedihan, bahkan suara Carissa bergetar di sana, hal itu tentu tak mudah bagi Derrell hatinya terasa nyeri dan mau tak mau Derrell hanya diam.
''Hutang di masa lalu.''ulang Kevin sedikit bingung.
Kevin tersenyum lega..
''Kalau begitu itu bukan masalah lagi kan.''
Derrell mengerang, ia sungguh tak terima melihat Carissa tampak dingin, Carissa juga sengaja ingin menghindarinya, mana mungkin, meski yang dia lakukan pada Carissa adalah karna balas dendam namun bukankah itu sangat berarti, Carissa adalah miliknya dan Derell ingin Carissa mengerti itu dan menanamkan di otaknya kalau yang sudah menjadi milik Derrell tak boleh berajak dari sisihnya tanpa ijinnnya.
Kevin bahagia menatap Carisa yang begitu cantik malam ini dan begitu mempesona..
__ADS_1
sementara Derrell malah melangkah ke arah mereka di tengah lagu dansa yang sedang di putar,..
Tanpa banyak bicara Derrell meraih tangan Carissa dan menariknya untuk keluar dari arena Dansa, terus membawanya pergi di hadapan semua orang.
''Derelll lepaskan aku..Derrell.'' desis Carisaa begitu hancur.
''Diam...aku tak ingin kau bicara apapun oke..ikut aku sekarang.''
''Tidak..lepaskan...apa maksudmu, bukankah di antara kita sudah selesai.''jerit Carissa memperingatkan,
Saat itulah Derrell menghentikan langkahnya dia terlihat geram.
''Kau pikir aku akan...''
''Lepaskann Carissa, bukankah kali ini kau sedikit keterlaluan.''desis Kevin di belakang mereka.
Derrell menaikan sudut bibirnya, dia mendekati Kevin yang sedang menatapnya.
''Kau mau tau hubungan kami yang sebenarnya.''
''Ya....aku penasaran sekali.'' balas Kevin tanpa takut.
__ADS_1
Derrell tersenyum...
''Aku dan Carissa....kami...''