
Carissa membeku mendengar ucapan Derrell tentang kepemilikan atas dirinya, berdasarkan apa..mengapa pria ini mengatakan hal seenaknya seolah Carissa sudah tak bisa lagi memilih, Derrell menariknya sedikit jauh dari Dava yang tergeletak tak berdaya di aspal, pria itu merasa dadanya panas ketika membayangkan Dava sudah berani mengincar Lea lalu Carissa,
''Lepaskan aku Derrell, ada apa denganmu.''
''Ikut aku sekarang Carissa.''pria itu menarik tangan Carissa sekaligus menjauhkannya dari Dava yang mencoba bangkit berdiri.
''Aku tidak pernah mengikuti mu Derrell.'' jerit Carissa menantang.
Namun tak lama, karna sesaat kemudian gadis itu terkejut ketika Derrell mencengkram tangan Carissa hingga dia tidak berkutik lalu memindahkan tubuh Carissa ke atas punggungnya lalu membawanya pergi.
Sementara Dava mencoba berdiri dan menegakan tubuhnya, siapa pria yang membawa Carissa mengapa dia terlihat seperti seorang mafia, bukankah ini sangat aneh dari mana Carissa mengenalnya. jemari Dava mengepal saat ini dia tidak punya kekuatan untuk menghadapi pria itu namun bukan berarti dia akan menyerah, Dava akan mengumpulkan semua bukti agar bisa kembali merebut Carissa yang sepert tambang emas di matanya.
♥️♥️♥️
Sampai di mobil, Carissa meronta sekuat tenaga memukul dan menjatuhkan hiasan apapun yang ada di dalam mobil pria dingin itu namun ketika semua kekasaran yang dia lakukan Derrell tidak melakukan apapun bahkan tidak terganggu sedikitpun dengan apa yang dia lakukan.
''Kita harus bicara Derrell.''
''Yah tentu kita harus bicara dan Pastika. kau sudah siap dengan semua jawabanmu atau kau akan tu akibatnya.''
Carissa memijit pelipisnya dia menoleh gusar ketika Derrell menghentikan laju mobilnya di tengah jalanan yang sepi, pria itu mematikan mesin mobil dan mencengkram stir mobilnya dengan kuat, aura kemarahan terpancar jelas di matanya.
''Katakan kepadaku mengapa kau pergi setelah kita melakukannya, bahkan setelah itu kau sengaja menyembunyikan dirimu dan ternyata kau sedang bersama pria lain.''
Carissa mengangkat dagunya tinggi-tinggi,yah...setelah dia pikir ucapan Dava ada benarnya juga sangat rugi menjadi orang baik lihatlah semua orang tidak melihat kebaikanmu dan ketika kau salah sedikit maka kesalahan mu akan di ungkit dan tak ada harapan untukmu untuk membela diri, tanpa sadar Carissa telah membiarkan ucapan Dava merasuk pikirannya.
''Ehem....aku minta maaf padamu tuan Derrell tapi kau harus ingat kalau aku adalah milikku sendiri dan mengenai yang terjadi itu cukup membuka mataku bahwa kau adalah pria yang sangat mengerikan, bukankah kau harusnya senang aku tidak menuntut atas apa yang terjadi.'' jerit Carissa dengan suara keras namun ironisnya, Derrell tampak tidak tersentuh pria itu tertawa kesal.
''Jadi inikah alasanmu menghianati Lea.....Derrell tampak marah, beraninya kau melakukan itu beraninya kau Carissa.''
__ADS_1
''Mengapa aku tidak berani melakukannya Derrell yah kau benar aku melakukan itu semua karna Dava karna apa dari awal Dava adalah milikku dan Lea yang merebutnya, sinar mata Carissa menajam..dia tertawa dingin sambil berkata, seharusnya Leela mengerti status sosial di antara dirinya dengan Dava, seekor itik tidak akan pernah berubah menjadi angsa, kelasnya sudah beda.''
''Kau sudah menghina Lea..''
''Memangnya kenapa,.apakah dia adik kandungmu mengapa kau perhatian sekali Derrell..atau jangan-jangan kau akan merusaknya sama seperti kau merusak aku.''
''Kau salah besar Carissa,karna di mataku Lea seperti adik kandungku,meskipun aku seperti singa lapar namun kau harus ingat aku tak akan merusak adikku sendiri meski dia bukan adik kandungku..dan satu hal lagi Carissa meski kau adalah gadis kaya raya tapi kau tidak akan pernah mendapatkan cinta tulus.''
Ucapan tugas Derrell seketika menjatuhkan airmata Carissa hingga gadis itu berpaling, mengusir rasa sakitnya..ia mencoba bertahan dengan perasaannya sendiri Carissa benar-benar hancur oleh perkataan Derrell.
''Baik kalau itu maksudmu jadi kau sudah balas dendam atas nama adikkmu Lea aku sudah hancur bukan maka tinggalkan aku Derrell.''
''Apa kau tidak tau siapa aku Carissa, aku tak akan pernah melepas gadis ku sampai aku bosan.''
''Keterlaluan Derrell ku tidak sudi.'' suara Carissa tercekat ketika Derrell menekan tubuh gadis itu di jok mobil dan menerjangnya denga ciuman kasar dan menuntut.
Carissa meronta sekuat tenaga sekali lagi dia tak ingin kalah dari Derrell yang tampak begitu mendominasi.
Carissa berusaha meronta melepaskan diri dari ciuman Derrell yabg membabi buta.
Srakk!!!!!
Gadis itu menjerit keras ketika, atasannya robek sampai di dada dan tanpa menunggu jemari dan mulut Derrell terus menggerayangi gadis yang tak berdaya itu.
''Kau adalah milikku Carissa,ingat itu di kepalamu baik-baik.''
''Aku tidak mau Derrell lepaskan aku.'' jerit Carissa semakin histeris.
Namun kali ini Derrell tidak memberi kesempatan, antara cemburu dan nafsu yang terus menuntutnya untuk menyentuh Carissa terus dan terus membuat pria itu menyerah, dia butuh Carissa untuk menghukumnya.
__ADS_1
''Tidak.....Derrell.'' tangisan Carissa pecah ketika pria itu tersenyum dingin, dia mendekatkan wajahnya perlahan, menikmati wajah pasrah Carissa di bawahnya.
''Aku belum pernah bercinta di mobil denganmu Carissa bagaimana jika kita melakukannya sekarang.''
''Oh tidak.'' jerit Carissa meronta.
Namun kaca mobil di naikan, suasana jalanan yang sepi menjadi saksi penyatuan paksa Derrell pada Carissa sebagai hukuman,terdengar erangan panjang dari dalam mobil tanda kepuasan seorang Derrell Dark.
♥️♥️♥️♥️
Tiga hari kemudian..
Carissa turun dari mobilnya dia baru saja tiba di kampusnya, gadis itu berhenti sebentar ketika memandang kampus dengan tatapan kosong, semua karna Lea,dia harus pasrah menjadi pelampiasan Derrell ketika sedang butuh,yah tiga hari lalu setelah pria itu memaksakan kehendak padanya dan bermaksud membawanya pergi namun Carissa berhasil meyakinkan Derrell bahwa dia tak akan lari dia butuh kembali kerumahnya karna ada banyak tanggung jawab, Derrell setuju tapi dengan syarat setiap dia hari Carissa harus menemui Derrell di Apartemennya bahkan dia sudah punya kunci cadangan. ingin marah tap tak punya kekuatan, meski dia juga kaya tapi mengenai Derrell bukan hal yang mudah untuk menantangnya, Derrell jauh lebih kaya dan punya power di dunia hitam dan putih jadi sulit bagi Carissa untuk melawan, kini dia harus pasrah memuaskan hasrat terlarang sang Mafia,entah sampai kapan.
Cariss melangkah ke halaman kampus dan tidak sengaja bertemu dengan sosok Lea yang berpapasan dengannya, keduanya saling melemparkan pandangan sebentar. Lea ingin mendekati Carissa dia pikir dia terlalu jahat karna menuduh Carissa tanpa mendengarkan penjelasan Carissa padahal selama ini Carissa sudah menolongnya.
''Hai.''
Carissa memalingkan wajahnya malas.
''Maaf...aku tidak mengenalmu.''desis Carissa dengan dingin.
Carissa melangkah begitu saja namun Lea tidak menyerah.
''Tunggu Carissa..aku ingin minta maaf.'' jerit Lea menahan lengan Carissa agar tidak pergi.
Namun sesaat kemudian gadis itu berbalik dengan marah dan mendorong tubuh Lea sampai jatuh.
''Jangan mendekatiku gadis miskin..aku tak ingin lagi melihat wajahmu di dekatku apa kau mengerti....'' usai berkata Carissa melangkah pergi.
__ADS_1
''Carissa tunggu.''