Penyihir Dan Pangeran Vampir

Penyihir Dan Pangeran Vampir
14 — Vampir dan Penyihir


__ADS_3


Phyllis menghabiskan segelas susunya. Bersamaan dengan itu, Merlin dan Louve datang. Keduanya menyusul ke dapur dan ikut makan sandwich yang dibuat Louis. Mereka bercengkrama sedikit sebelum beralih ke intinya.


"Jadi.. apa hubungan vampir dan penyihir?" tanya Phyllis setelah menyelesaikan makannya. Louis yang menunggu akhirnya buka suara.


Dahulu, beribu-ribu tahun yang lalu. Manusia dan vampir hidup terpisah. Walau begitu akses mereka untuk bertemu tidak sesulit sekarang. Dulu, seluruh kerajaan di setiap negri dipimpin oleh keluarga vampir.


Vampir memiliki kekuatan magis. Setiap vampir pasti memilikinya. Untuk kuat dan tidaknya tergantung bagaimana cara mereka mengasahnya.


Tentunya sebagai vampir, ada yang bersifat baik dan buruk. Sama halnya dengan manusia. Manusia juga demikian. Tidak sedikit para manusia yang mencoba untuk menggulingkan vampir karena merasa diri mereka paling suci. Mengingat bagaimana vampir mencari makanan membuat para manusia geli sekaligus takut.


Untuk beberapa orang yang punya niat untuk menghancurkan tatanan keluarga vampir, mereka mulai berlatih kekuatan magis. Walau bentrok dengan pihak kerajaan, tetapi ada beberapa vampir yang ikut membantu alias mengkhianati kerajaan.


Ada sekelompok vampir yang mengajari para manusia itu tentang kekuatan magis. Di mana manusia yang berhasil menguasainya disebut sebagai penyihir seperti saat ini.


Waktu demi waktu, mereka berhasil menurunkan paksa keluarga vampir sebagai pemimpin wilayah dan mendorong mereka untuk pergi. Untuk mencegah vampir dan penyihir bertemu, dua ras itu membuat ciptaan baru. Yaitu manusia serigala.


Tetapi penyihir yang licik menjadikan manusia serigala sebagai musuh vampir. Karena terpojok, para vampir akhirnya mengasingkan diri.


Seiring tahun berjalan, mereka mulai melupakan asal-usul penyihir dan manusia serigala. Beribu-ribu tahun mereka tidak mempelajari di mana mereka sebenarnya berasal. Hingga akhirnya sampai saat ini. Tapi kesamaan di antara mereka masih ada.

__ADS_1


Yaitu pengaruh pada bulan purnama yang terjadi pada vampir dan manusia serigala. Di mana ini sangat mempengaruhi kekuatan mereka. Tetapi untuk manusia serigala sendiri cukup terbatas karena mereka adalah ras buatan.


Kesamaan yang lain antara vampir dan penyihir adalah pernikahan. Cara perjanjian pasangan mereka sama seperti yang dilakukan Phyllis dan Louis setahun lalu. Hanya saja penyihir tidak menganggap itu sebagai janji pernikahan dan menganggapnya sebatas pasangan sihir saja. Di mana penyihir bisa menambah atau mengurangi pasangan sesuka hati.


Sementara dalam buku vampir, seorang vampir hanya bisa memiliki satu pasangan. Dengan diperkuat gigitan menandai, hubungan mereka akan dianggap permanen dan hanya bisa hilang ketika salah satu mati.


Maka dari itu Louis menganggap perjanjian dulu adalah perjanjian pernikahan. Walau konsep mereka berbeda, tapi di dunia vampir, Phyllis tetap dianggap sebagai pasangan Louis dan tidak ada yang bisa mengusiknya. Itu kenapa Louis tidak bisa menikah dengan Alice, tunangannya.


"Ternyata vampir makhluk yang setia, ya," gumam Merlin sambil memencet sandwich-nya.


Louis mengangguk, lalu berpaling pada Phyllis yang sejak tadi diam. "Tapi banyak juga vampir yang brengsek. Mereka memang menikah dengan satu vampir, tapi selirnya tidak terhingga. Seperti ayahku sekarang," jelas Louis meluruskan.


Louve yang sejak tadi diam akhirnya angkat tangan. "Jadi secara tidak langsung, vampir adalah buyut kami?" tanyanya dijawab anggukan mantap oleh Louis.


Kedua tangan Louve menyatu, merasa bimbang. "Tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan," ujar Louis ketika tahu gerak-gerik Louve.


"Mmm, soal kejadian pembantaian manusia serigala beberapa tahun lalu.. ayahku menjadi saksi mata kejamnya para vampir. Apa kamu tahu alasan mereka melakukan itu? Ayahku tidak mau menjawabku," ucap si gadis manusia serigala takut. Ia takut jika Louis marah karena menanyakan hal keji ini, karena bisa jadi ini adalah aib baginya.


Phyllis sendiri menyimak, menatap Louis lekat seolah ingin tahu. Paman Gill selalu memberi peringatan untuk tidak berhadapan dengan vampir karena mereka sadis. Tapi setelah hidup bersama Louis, Phyllis memiliki penilaian yang berbeda. Apa mungkin itu vampir dari golongan lain?


Louis ber-oh kecil, seolah tahu yang dimaksud Louve. Kepalanya manggut-manggut.

__ADS_1


"Kami para vampir punya kerajaan sendiri-sendiri. Sama seperti manusia. Di setiap wilayah, kami pasti ada. Mungkin kejadiannya sekitar empat puluh tahun lalu, ya."


"Waktu itu ada beberapa bangsa vampir lain datang ke kerajaanku untuk mendatangi pertemuan. Wilayah vampir kami dikelilingi wilayah manusia serigala. Tetapi kami punya jalur sendiri agar manusia serigala tidak menyerang atau bertemu tamu."


Louis lalu menoleh ke Louve dan menatapnya lekat.


"Tapi ada satu bangsa vampir gila. Di mana mereka tidak suka aturan dan lewat jalan lain. Saat itu mereka bertemu dengan manusia serigala dan mulai membantainya. Mendengar laporan dari manusia serigala yang selamat, kami segera mendatangi dan membawanya pulang. Walau begitu, kejadian itu meninggalkan bekas trauma yang mendalam. Permintaan maaf kami tidak bisa menutupi bahwa banyak manusia serigala yang mati karena tamu kami."


Louve terlihat tergoncang. Gadis itu hanya diam, kemudian merapat ke Merlin. Tangan Merlin segera merangkulnya dan mendekapnya dalam pelukan untuk menenangkan hatinya.


Kini Louis berpindah pada Phyllis. Ia menatap gadis mungil yang sekarang menjadi belahan jiwanya.


"Kamu bilang dapat kabar dari manusia serigala yang selamat, apa manusia serigala bisa masuk ke wilayahmu tanpa takut diserang?" tanya Phyllis.


"Sejujurnya, bangsa kerajaanku tidak sejahat itu. Dulu kami terbuka dengan manusia serigala di sekitar. Bangsaku belajar seluruh sejarah vampir dan mengetahui semua peristiwa yang terjadi. Kami ini bangsa yang terpelajar, kok."


"Tapi setelah pembantaian itu, kami dicap buruk dan akhirnya menutup diri. Ayahku menarik semua buku sejarah vampir yang tersebar dan membakarnya, dia memaksa kami untuk melupakan sejarah asli karena merasa terpukul dan malu."


Mendengar penjelasan itu, Louve sedikit tenang. Ini hanya salah paham di antara mereka. Tetapi mau salah paham atau tahu kebenarannya, rasa sakit yang diderita ayahnya tidak akan hilang. Trauma yang membelenggu hatinya selama berpuluh-puluh tahun ini tidak akan pergi dengan mudah.


Tentu saja sebagai saksi mata pembantaian, apalagi di usia yang masih muda. Paman Gill melihat bagaimana vampir-vampir kejam itu menghisap darah kedua orang tuanya hingga habis tak tersisa. Tepat di depan matanya.

__ADS_1


Bahu Paman Gill hampir digigit. Tetapi saat itu pihak kerajaan Louis datang dan menyeret mereka pergi. Rasa takut itu mengikat Paman Gill beberapa tahun ke depan. Meninggalkan luka dan dendam di hatinya. Berkat kejadian itu juga Paman Gill berusaha menjadi manusia serigala terkuat dan akhirnya memimpin wilayahnya hingga saat ini.


...* * * * *...


__ADS_2