
Kembar Campbell, anak dari selir pertama Raja Drake. Ibunya bernama Valentine. Awal mula Valentine adalah pelayan di kerajaan. Paras manis dengan netra merah jambu, surai pirang panjang bergelombang, suara empuk nan lembut, dan postur tubuh mungil. Di usia mudanya, Valentine berhasil menarik perhatian Raja Drake. Ini pertama kalinya Raja Drake berselingkuh.
Tetapi Sang Ratu—tepatnya ibu kandung Louis—tidak menyukai hadirnya orang ketiga, sesuai sumpah pernikahan sehidup semati vampir. Raja Drake yang terbawa napsu akhirnya melampiaskan pada Valentine. Ratu Campbell berusaha menggugurkan semua kandungan Valentine. Setiap Raja Drake menaruh benih, Ratu Campbell bergegas mengurutnya hingga janin di usia tiga bulan harus rontok dari rahim.
Hal itu berlanjut bertahun-tahun lamanya. Walau Ratu Campbell mengetahui suaminya berselingkuh, tapi Raja Drake tidak berhenti untuk bermain dengan Valentine. Yang semula hanya sebatas main di belakang, Raja Drake akhirnya menikahi Valentine dan menjadikannya selir. Begitu kabar pernikahan kedua Raja Drake, Ratu Campbell syok dan jatuh sakit.
Ketika itu Valentine mengandung bayi ketujuh Raja Drake. Kali ini Ratu Campbell tidak bisa menggugurkan bayinya karena berbaring lemas di atas ranjang. Melihat kondisi istrinya, Raja Drake terpukul. Ia menyesal dan selama lima puluh tahun, raja itu menemani istrinya dan enggan menyentuh Valentine.
Louis sudah mulai besar. Ia mengetahui hadirnya adik tiri, yaitu Calista dan Elyssa. Valentine yang semula selir mulai tidak diakui karena raja sama sekali tidak menemuinya di kamar. Pada akhirnya ibu dan dua anak kembar itu kembali ke ruang pelayan, turunlah derajat mereka.
Anak semata wayang Ratu Campbell mengerti baik buruk nasib orang. Selama ayahnya menemani ibunya, Louis bermain bersama Calista dan Elyssa. Ia tahu mereka adik tirinya, tapi Louis tetap menganggap keduanya saudara kandung. Perlakuan kasar dari orang-orang membuat Louis kesal, tapi ia tidak bisa berbuat lebih karena saat itu hanya perintah Raja Drake dan Ratu Campbell yang dituruti.
Elyssa bekerja sebagai tukang bersih-bersih, Calista koki kerajaan. Tingkah kepala pelayan yang semena-mena semakin brutal. Mereka mulai merayu kedua anak kembar itu saat keduanya sedang tumbuh dewasa. Melihat pelecehan di depan mata, Louis menarik keduanya dari status pelayan.
Louis memaksa ayahnya untuk kembali mengatur tatanan kerajaan. Seolah menganggap Louis adalah perwakilan dari perintah Ratu Campbell, Raja Drake menurut dan kembali membawa Valentine sebagai selirnya. Kembalinya Valentine membuat para pelayan lain yang sebelumnya kasar akhirnya dijatuhi hukuman mati.
Valentine merasa berutang pada Louis dan hendak membayar bantuannya. Louis hanya meminta, "𝘳𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘪𝘣𝘶𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘣𝘶𝘩."
Permintaan Louis disanggupi. Setiap hari Valentine mengurus Ratu Campbell. Yang semula benci, perlahan Ratu Campbell mulai menerima kehadiran Valentine dan kedua anak kembar itu. Kesehatan Ratu Campbell berangsur membaik. Namun karena dirinya terlalu fokus pada kesembuhan, ia tidak menyadari jika Raja Drake kembali berulah dan melanggar janji setianya.
__ADS_1
Dikarenakan kabar Valentine yang awalnya seorang pelayan, banyak pelayan muda yang berusaha untuk mengikuti jejaknya. Melihat kegatalan vampir-vampir haus kekuasaan itu membuat ratu maupun Valentine geli. Ditambah Raja Drake yang mudah tertipu.
Demi mencegah para selir baru berbuat lebih, ratu dan Valentine membuat perjanjian dan drama. Ratu akan membunuh selir Valentine di depan seluruh rakyat Campbell, sebagai peringatan jika ingin berada di posisi Valentine, maka akhir yang didapat akan sama seperti Valentine. Tetapi sebelum kematian menjemput, Valentine memberitahu kedua anaknya.
Di hari eksekusi, setelah Valentine merenggang nyawa, Ratu Campbell membuat perjanjian pada suaminya yang haus daun muda.
"𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘳. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬𝘪 𝘱𝘰𝘴𝘪𝘴𝘪 𝘝𝘢𝘭𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘦 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘬𝘶! 𝘚𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘫𝘶𝘮𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢!"
Perjanjian itulah yang berlaku hingga saat ini. Raja Drake yang aslinya bucin dengan Ratu Campbell hanya menurut. Tetapi Ratu Campbell menolak untuk disentuh dan memilih berpergian ke sana-sini untuk travelling. Dari situ Raja Drake mulai mengumpulkan banyak selir sampai sekarang.
Maka terjawab sudah Raja Drake sangat menyayangi Louis karena dia adalah anak satu-satunya Ratu Campbell, sekaligus ahli warisnya kelak. Karena jika Raja Drake mempunyai anak lagi, anak itu akan langsung dicabik-cabik oleh Ratu Campbell. Ratu Campbell hanya mengakui anak selain Louis adalah Elyssa dan Calista.
...* * *...
Elyssa dan Calista mendekat, menatap calon kakak iparnya yang kejam. Tak segan Alice memukul pelayan tak bersalah dengan peralatan masak lain.
"Di sini tidak ada darah manusia!" balas Elyssa berseru. Perhatian Alice teralihkan. Bagus untuk para pelayan, tapi buruk untuk anak kembar itu.
Alice mendekat dengan raut tak suka. Kedua tangannya mengepal dan ingin segera menghujani tubuh Elyssa dengan pukulan, tapi Alice tahu jika kedua bocah di depannya adalah adik kesayangan Louis. Kalau tangannya menyakiti mereka, kemungkinan besar Louis akan benar-benar meninggalkannya.
"Bantu aku cari," perintah Alice bossy. Duo kembar itu saling berpandang, lalu mengangkat bahu santai. "Malas. Makan yang ada," jawab Elyssa kemudian berbalik badan dan keluar dari dapur, diikuti Calista.
__ADS_1
Tak terima, tapi anak Washington tidak bisa berbuat apa-apa. Ia kembali mengamuk dan mengacak seisi dapur. Selagi keributan terjadi, Elyssa dan Calista mulai kesal dengan perilaku tidak sopannya Alice. Mereka mendatangi ruang tahta raja untuk berbicara.
Di depan pintu, pengawal segera membuka lebar pintu besar nan tinggi tersebut. Kedatangannya disambut hangat oleh Raja Drake. Bahkan ia mengusir selir-selir yang tadi mengerubunginya, mencoba memberikan pemandangan nyaman. Raja Drake masih takut jika kedua anak kembarnya teringat tentang Valentine yang seorang selir—padahal mereka sama sekali tidak peduli.
"Ada apa, kembar kesayanganku?" tanya Raja Drake lembut.
"Ayah. Aku lelah dengan Alice," jawab Calista, disusul anggukan mantap Elyssa.
"Telingaku sakit," keluh Calista sambil memegangi kuping. Raja Drake tahu betul. Dia sendiri juga kesal dengan Alice yang semakin barbar dan tak tahu malu.
"Tapi dia tidak akan pulang sebelum Louis datang," jelas Raja Drake, seolah tahu maksud mereka apa—mengusir Alice.
Calista maupun Elyssa tahu kondisinya tidak semudah itu. Maka dari itu. mereka berani mendatangi rajanya. Berwajah serius dengan tatapan mata tajam, keduanya memandang ayahnya yang duduk di kursi raja.
"Kami akan mencari Kak Louis dan membawanya pulang," balas Elyssa yang langsung ditolak mentah-mentah.
"Tapi, Ayah. Kami lelah di sini karena Alice berisik!" elak Calista ketika Raja Drake berusaha membujuk.
"Kami lebih kenal dengan Kak Louis. Jadi kemungkinan untuk membawanya kembali lebih besar daripada ayah sendiri. Bagaimana?" tawar Elyssa.
Raja Drake termenung. Ia menatap kedua putri tercintanya. Memang benar mereka sangat dekat dengan Louis, lebih mengenal pangerannya. Ini menjadi poin tambahan untuk membawa Louis kembali demi mengusir Alice.
__ADS_1
Pada akhirnya, Raja Drake memperbolehkan mereka keluar dari istana. Tetapi dengan syarat hanya diberi waktu dua minggu. Walau mereka cukup kuat, tapi Raja Drake merasa kedua anaknya masih kurang dalam hal bela diri. Makanya, diam-diam Raja Drake membawakan empat pengawal untuk menjaga Elyssa dan Calista.
...* * * * *...