PERANG METAFISIK

PERANG METAFISIK
Kematian Balton dibahas di televisi.


__ADS_3

Kematian Balton dibahas di televisi.


Dua hari kemudian, tewasnya Balton nyatanya merangsang para biang gosip di media sosial dan channel berita di televisi untuk memberitakannya, sekaligus mendiskusikan bagaimana ada sebuah baut berdiameter 3 milimeter dan panjang 3 centimeter bisa membunuh Balton malam itu ?


Biasanya mereka hanya menayangkan berita-berita politik dan skandal selebritis. Tapi kali ini, matinya orang-orang yang diketahui memiliki kemampuan metafisik, apalagi kematian yang terakhir adalah seorang pria yang sedang naik daun. Tentu saja kematiannya akan cepat diperbincangkan ditambah kematiannya memang tidak masuk akal. Orang-orang di media sosial mulai mengaitkannya dengan kasus pembunuhan sebelumnya. Spekulasi mereka cukup masuk akal karena waktunya berdekatan dan korbannya memiliki latar belakang yang sama.


“Ya, pemirsa sudah hadir di studio TVnine, Kapolda Jawa barat Tansil Kalam, lalu ada Bapak Hamzah Purwanto selaku kriminolog dan tentu saja ada Ki Gendeng Kuno seorang paranormal yang sengaja kita undang untuk membahas kasus pembunuhan yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik, atau lebih tepatnya misteri kematian Balton kali ya Pak Hamzah ?” Lirik Chany dengan baju yang cukup sexy ia membawa acara yang berlangsung 30 menit itu.


Hamzah Purwanto menggangguk.


“Selamat malam semuanya, sehat ya ?”


“Alhamdulillah,” jawab ketiganya.


“Oke, saya mau ke Pak Kapolda Jawa barat dulu, Pak Tansil, dua hari yang lalu publik digemparkan dengan tewasnya seorang selebritis katakanlah begitu, secara misterius. Ini, bagaimana menurut tanggapan kepolisian ? Apalagi kan sebelum kejadian ini sudah ada 5 orang yang tewas dan kalau kita selidiki ternyata kelimanya adalah orang-orang yang katanya memiliki ilmu supranatural. Publik lantas mengaitkannya dengan kasus Balton, jangan-jangan pelakunya memang orang yang sama kata mereka.” Chany memulai perbincangan.


“Kepolisian memang sudah menerima laporan dari keluarga korban, ya. Keluarga Balton memang mencurigai ada seseorang yang sengaja membunuh Balton malam itu dengan benda tajam.”


“Benda tajam ? Apa itu bisa disebutkan dengan detail Pak ?”


“Berdasarkan temuan bukti-bukti di lapangan, kita menemukan baut yah, satu baut kecil sebenarnya gak lebih dari 5 centimeter bahkan panjangnya. Tapi ujungnya tajam, sehingga sangat berpotensi untuk melukai manusia,” ungkap Tansil Kapolda Jawa barat. “Masalahnya Chany, yang kita temukan itu hanya baut itu saja yang terlepas dari tangga kecil di depan museum pos Indonesia, di Bandung kemarin. Tapi kita terus berusaha untuk mendalami kasus ini.”


“Jadi penyebab kematian Balton itu hanya sebuah baut kecil ?” Chany terkejut. “Lantas ada rekaman cctv kah, atau kameraman yang merekam kejadian itu. Ini kan kasusnya terjadi saat sedang melakukan syuting sebuah acara mistis kalau tidak salah ?”


“Sampai saat ini belum kita temukan, museum pos Indonesia tidak dipasangi cctv. Namun memang ada rekaman dari kamera karyawan televisi tersebut yang secara kebetulan merekam momen itu. Tapi sayangnya sangat minim sekali, dalam artian karena kondisinya gelap plus ternyata baut itu memang seperti sebuah peluru yang melesat dan langsung menembus dada korban.”


“Maksud anda baut itu seperti ditembakkan oleh suatu alat ?”


“Kemungkinan.”


Chany lantas mengarahkan wajahnya pada kriminolog salah satu universitas terkenal di ibu kota.


“Kalau menurut Pak Hamzah, ini bagaimana tanggapannya tentang kematian Balton ini ? Kepolisian pun ternyata cukup kesulitan mengungkap kematian Balton.”


“Terimakasih Chany, sebelumnya saya mungkin ingin mengatakan bahwa terus terang saja saya cukup terkejut yah hehe, karena baru kali ini saya menemukan kasus seperti ini,” tuturnya sedikit lucu karena seorang kriminolog dimintai tanggapan perihal kasus yang lebih condong ke hal ghaib. “Kalau diminta tanggapan, tanggapan saya ya...kasus ini sulit untuk dibuktikan.”


“Oh, kenapa begitu ?” Chany memotong.


“Iya karena untuk menemukan pelaku dari kasus ini kan tidak mudah, tidak seperti menemukan pelaku pembunuhan dengan perampokan misalnya, tinggal periksa saksi, sidik jari dan sebagainya tapi kasus ini sama sekali berbeda, butuh bukti-bukti, sementara bukti rekaman tidak ada atau ada tapi tidak begitu kuat kan ? saksi juga tidak ada satupun yang melihat orang yang melemparkan atau menembakkan baut tersebut dan yang paling terpenting adalah menurut saya, bagaimana si pelaku ini bisa melesatkan baut sekecil itu dengan kecepatan tinggi ? Ini jadi pertanyaan juga, kalau gak salah, jika berdasarkan temuan kepolisian kan dugaan sementara baut itu diambil oleh pelaku dari TKP, atau dari salah tangga besi di museum pos Indonesia jadi bukan bawa sendiri. Intinya menurut saya ini agak-agak diluar nalar.”


“Mungkin tidak jika kasus ini adalah kasus santet ?”


“Bisa jadi Chany namun sekali lagi saya katakan kalau kasus santet itu susah dibuktikan. Bagaimana mau dibuktikan wong perbuatan seperti ini kan erat kaitannya dengan ilmu ghaib.”

__ADS_1


Chany terdiam mendengar penjelasan kriminolog.


“Baik, kalau begitu saya ingin ke Ki Gendeng Kuno, bagaimana menurut anda ? Selaku orang yang berkecimpung di dunia yang katakanlah mistis dan semacamnya.”


“Kasus Balton ini memang gak akan bisa dibuktikan. Jadi saya mengerti betul bagaimana sulitnya kepolisian mengungkap rentetan kasus pembunuhan paranormal yang telah terjadi beberapa bulan ini.”


“Jadi menurut anda kasus-kasus lain pun pelakunya adalah orang yang sama ?” Chany penasaran. “Anda tahu tidak siapa pelakunya menurut penerawangan anda ?”


“Iya namun—“


“Ditahan dulu komentarnya Ki Gendeng Kuno,” sela Chany lalu wajahnya menatap kamera. “Pemirsa kita akan kembali lagi setelah yang satu ini (iklan).)


Dua menit waktu yang dikhususkan untuk iklan muncul di sela-sela acara tersebut sejak tadi sudah 3 kali iklan menyela perbincangan mereka. Raduma yang saat itu baru saja pulang dari bekerja langsung menyalakan televisi, mengambil minuman bandrek minuman khas tatar sunda yang ia beli di perempatan jalan raya.


Ia duduk dan menyimak komentar dari tiga narasumber. Tidak banyak reaksi dari seorang Raduma, barangkali ia memang sudah jadi pembunuh berdarah dingin, mungkin.


Tak berselang lama acara dilanjutkan kembali, senyum terpaksa dari Chany menyapa pemirsa yang baru saja atau sudah sedari tadi menyimak perbincangan mereka.


“Lanjutkan Ki Gendeng Kuno,” kata Chany.


“Ya, menurut apa yang saya lihat sih, pelakunya bukan orang biasa yah. Ilmunya tinggi.”


“Kalau begitu anda mungkin bisa memberi tahu siapa pelakunya ke pihak kepolisian.”


“Gak semudah itu Chany, karena si pelaku ini ternyata punya kemampuan khusus.”


Chany tampak kurang mengerti dengan hal-hal mistis sementara Bapak Kapolda dan Hamzah Purwanto menyimak dengan santai.


“Maksud saya jadi pelaku ini punya semacam kemampuan agar jasadnya tidak terlihat, ini ilmu metafisik tingkat tinggi,” tutur Ki Gendeng Kuno. “Tidak terlihat oleh mata batin ya maksud saya, oleh indera ke enam paranormal.”


“Wow, ini sulit untuk dipercaya Pak Hamzah, Pak Kapolda dan Ki Gendeng.” Chany menggeleng. “Apa memang ada orang seperti itu ? Berarti memang kita sulit dong membuktikan ini, ya ?”


“Tentu saja ada,” jawab Ki Gendeng singkat. "Memang sulit, menurut saya juga apa yang kita perbincangkan malam ini juga hanya sia-sia saja."


Bapak Kapolda Jawa barat tersenyum sesaat mendengar itu.


“Lantas bagaimana dong kelanjutan dari kasus ini Pak Kapolda ? Kalau menurut Pak Hamzah dan Ki Gendeng juga, sepertinya ini memang sulit untuk dituntaskan sementara publik terus mendesak agar pelakunya bisa diketahui,” desak Chany. “Kepolisian masih optimis ?”


“Pada intinya publik saya mohon bersabar, biar kepolisian bekerja dulu dan mudah-mudahan bisa secepatnya diusut tuntas. Kita tetap optimis kok.”


"Kalau pelakunya adalah orang yang sama, saya ingin tahu kira-kira apa maksud dari pesan yang ditulis dengan darah korban di dinding dan lantai itu ?" tanya Chany sambil layar televisi menampilkan foto dari kepolisian yang memperlihatkan pesan Raduma yang ia sebut terang bulan 14.


"Silahkan Pak Kapolda dulu."

__ADS_1


"Termasuk pesan yang ditulis, dugaannya ditulis oleh pelaku ini juga masih kita dalami. Tapi kemungkinan besar pelaku ini ingin membunuh semua dukun."


"Kalau Pak Hamzah ?" Chany melirik ke wajah kriminolog.


"Nah ini yang menarik, biasanya jika seseorang melakukan tindak pembunuhan ia akan spontan untuk menghilangkan semua jejak. Tapi ternyata ini tidak, ia malah membuat satu jejak, berupa pesan yang ditulis dengan darah korban seolah-olah pelaku ingin memberi pesan ke masyarakat bahwa ini loh penyebab kerusakan di muka bumi tuh dukun-dukun kayak gini. Maka mereka harus dibunuh, secara tidak langsung pelaku mengarahkan masyarakat untuk membenci dukun. Sekaligus ini sebuah ancaman pada para dukun yang masih hidup lainnya. Itu sih menurut analisis singkat saya." Hamzah Purwanto lalu mengambil satu gelas berisi air mineral dan meneguknya. "Cuma masalahnya Chany lagi-lagi kan setelah saya tanya ke kepolisian, ternyata di TKP juga tidak ditemukan sidik jari pelaku padahal kalau kita amati seksama, pesan itu jelas ditulis dengan telunjuk atau jari tengah. Nah ini kan jadi pertanyaan juga gitu loh."


"Betul kata Bung Hamzah bahwa pesan ini memang ditulis oleh tangan hanya saja orang mungkin akan mengatakan saya gila jika saya katakan bahwa si pelaku menulisnya bukan dengan jasad tapi dengan meraga sukma." Ki Gendeng menambahi.


“Semakin seru tapi semakin runyam juga ya, meski menurut kita mustahil untuk diungkap kasus-kasus ini tapi mudah-mudahanlah ada pertolongan Tuhan agar kasus ini bisa diungkap. Baik kalau begitu saya ingin menyapa Mirda di ujung telepon,” kata Chany dengan gayanya seperti presenter televisi lainnya.


“Hallo, Mirda ?”


“Ya, Chany.”


“Oke Langsung saja begitu tahu suami anda tewas saat syuting di Bandung, bagaimana perasaan anda ?”


“Pastinya syok, gak nyangka juga dan masih gak percaya bahwa suami saya udah gak ada,” jawab Mirda istri dari Balton dengan Isak tangis.


“Sebelum suami anda tewas, kira-kira Mas Balton pernah curhat gak, wah punya firasat buruk nih atau tanda-tanda akan ada sesuatu yang buruk menimpa beliau ?”


“Seingat saya sih gak ada yah, cuma dia sempet ngeluh, kenapa ya hari ini aku kok gak bisa menerawang ?” ungkap Mirda. “Tapi saya sih gak berpikir macem-macem, saya pikir itu sih hal lumrah, mungkin karena kecapean dan sebagainya.”


“Lalu apa yang membuat anda akhirnya melaporkan kematian Mas Balton ke polisi ?” tanya Chany.


“Awalnya sih saya dan keluarga menganggap ini ulah dari makhluk astral yah, apalagi pada saat itu memang di lokasi syutingnya juga ada yang kesurupan. Tapi setelah tahu dari media sosial bahwa sebelumnya sejumlah paranormal juga tewas secara berdekatan waktunya. Akhirnya kita selaku keluarga jadi mikir, jangan-jangan memang Mas Balton atau suami saya juga menjadi korban dari pelaku yang sudah membunuh beberapa paranormal itu,” beber Mirda. “Dan saya rasa gak ada salahnya juga melaporkan ke polisi. Siapa tahu bisa diungkap.”


“Baik, sebelumnya kami turut berbelasungkawa atas kematian Mas Balton begitu. Lalu apa harapan anda ?”


“Harapan saya sih mudah-mudahan tidak ada lagi korban selanjutnya dan pelakunya bisa ditangkap, walaupun sejujurnya agak pesimis setelah mendengar penjelasan dari beberapa narasumber tadi.”


“Oke terimakasih atas waktunya Mirda istri dari mendiang Balton,” tutup Chany.


“Terimakasih juga buat ketiga narasumber saya yang sudah bersedia hadir di studio TVnine. Pemirsa kasus pembunuhan berantai paranormal masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian semoga ada hasil positif yang entah kapan juga ketahui pelakunya. Karena beberapa pihak mulai pesimis. Saya Chany sampai jumpa.”


Chany pun menyalami satu persatu narasumber yang hadir di studio TVnine menjadi tanda acara setiap Rabu malam itu telah usai.


Malam itu sunyi meneror jiwa Raduma, hujan yang dirindukan tak kunjung turun. Padahal, dengan turunnya sang hujan minimal suara butiran air hujan yang menimpa genting-genting rumah itu telah menyapa jiwanya yang kesepian.


Tak ada lagi keluarga, tak ada teman dan ada lagi ikatan dengan siapapun. Mungkin itu memang yang terbaik baginya, Karena dengan begitu ia tidak memiliki celah yang bisa diincar oleh musuh-musuhnya.


Justru dengan adanya ikatan, terasa lebih menyakitkan. Sakit saat orang-orang yang terikat batin dengannya tewas. Tentu rasa sakit itu tidak akan muncul jika orang-orang yang tewas itu bukan siapa-siapa. Bukan Ayah, Ibu ataupun teman.


Raduma sudah siap dengan segala risiko bahkan jika harus menanggung semua rasa sakit karena mati sendirian kelak. Ia tak lagi berhasrat untuk menemui Visa Mapa. Jikalau takdir mengatakan Raduma hidup bersamanya, ia berpikir itu hanya akan membuatnya menderita. Karena dirinya sudah bertekad, tak akan berhenti dari misinya untuk membersihkan permukaan bumi dari para dukun dengan kekuatan yang ada padanya.

__ADS_1


Disisi lain para serigala telah bangun dari tidur, kekuatan besar telah memancingnya untuk mengincar Raduma, bukan sebagai tugas tapi sebagai sebuah tantangan.


Bantu penulis dengan like dan komentar ya.


__ADS_2