Perbedaan

Perbedaan
Episode 16 # Sah


__ADS_3

Anjani menulis pesan kepada kedua temannya untuk ikut pada hari pernikahannya.


Sita dan Boy yang menerima pesan dari Anjani terkejut.


*****


Anjani datang ke rumah sakit bersama Ibunya Sita dan Boy. Mereka dijemput oleh Ryan.


Anjani dan rombongannya berjalan dikoridor rumah sakit. Anjani menjadi pusat perhatian para warga rumah sakit. Ia menggunakan kebaya putih modern dengan setelan rok batik kebaya modern buatan Ibu yang rencananya dipakai saat wisuda Anjani.


Sementara Andre dan Pak Penghulu telah menunggu di dalam ruang rawat inap Tuan Anggoro.


Tak berapa lama kemudian Anjani beserta rombongannya datang dan masuk keruang Tuan Anggoro. Anjani pun duduk disebelah dengan Andre, mereka tak saling sapa dan tak saling senyum. Mereka saling membisu.


Wali nikah Anjani diwakilkan oleh Pak Penghulu karena Anjani seorang anak yatim dan saudara-saudara Ayahnya entah sekarang ada dimana karena semenjak meninggal Ayah Anjani, mereka tidak pernah menampakkan batang hidungnya.


Ibu, Sita dan Boy duduk dibelakang pengantin. Nampak Ibu sedikit meneteskan air matanya dan menghapusnya dengan tisu yang dibawanya sedari tadi.


Pak penghulu memulai dengan kata-kata bijak untuk calon pengantin beserta orang tua calon pengantin. Dan ijab kabul dimulai.


Ijab kabul berjalan dengan khidmat. Andre masangkan cincin yang pernah ia beli bersama Anjani. Lalu Anjani mencium tengkuk tangan Andre yang Sekarang telah sah menjadi suaminya.


Lalu mereka semua mengangkat kedua tangan mereka masing-masing dan berdoa.


Kemudian Andre memakaikan cincin dijari manis tangan kanan Anjani, dan Anjani mencium tengkuk lengan Andre.

__ADS_1


Sekarang mereka sah suami istri.


Andre menghampiri Ayahnya dan mencium tengkuk lengannya yang sedang terbaring di bed rumah sakit, diikuti dengan Anjani. Kemudian Andre menghampiri Ibu Anjani dan mencium tengkuk lengannya. Giliran Anjani memeluk Ibunya yang menangis mau tak mau Anjani pun menangis.


Andre menghampiri adiknya Ryan dan memeluknya, Ryan pun menangis. Entah menangis karena bahagia atau karena melihat wanita idamannya menikah dengan kakaknya.


Sita dan Boy memeluk Anjani sambil menangis terharu dan bahagia.


Merekapun menghampiri para saksi dan bersalaman.


Satu jam kemudian Pak Penghulu berpamitan pulang kepada tuan Anggoro beserta pengantin. Pak penghulu diantar oleh sopir tuan Anggoro.


Ibu Anjani, Sita dan Boy pun berpamitan. Ibu Anjani diantar pulang Pak Tono.


"Ndre, bawa pulang Anjani," pinta Tuan Anggoro.


Tak lama kemudian Ryan masuk lagi keruang VIP itu.


"Yan, sekarang Anjani kakak iparmu," kata tuan Anggoro.


Ryan memasang muka datar sambil memakan buah.


"Ayah, aku dan Anjani pamit mau pulang kerumah, ya!" pamit Andre dan mencium tengkuk tangan tuan Anggoro.


"Oiya, kalau ada apa-apa, tolong hubungiku," pesan Andre pada Ryan.

__ADS_1


Ryan menganggukan kepalanya.


Lalu Anjani mencium tengkuk tangan Tuan Anggoro dan berpamitan pulang.


Andre berjalan keluar ruang VIP dan diikuti Anjani dibelakang Andre.


Sementara mereka berjalan dikoridor rumah sakit menuju pintu keluar, mereka masih jadi perbincangan hangat para warga rumah sakit itu.


Anjani memulai pembicaraan pada Andre.


"Lo yakin dengan pernikahan kita."


"Kita sudah resmi jadi suami-istri, aku mau kamu turuti semua perkataanku," jelas Andre.


"Apaan sih lo," kata Anjani sembari memukul tangan kiri Andre.


Andre tak membalas hanya diam dengan perkataan Anjani.


******


Mohon maaf, mohon like, vote dan komennya ya.


Trima kasih.


Oiya, ada yang bingung dengan nama email author, hehehehe author seorang Ibu rumah tangganya ya, kalau mau diceritain soal nama email author kepanjangan wkwkwkwk 😍

__ADS_1


__ADS_2