Perbedaan

Perbedaan
Episode 25 # Ketahuan


__ADS_3

There yang masih di dalam ruangan Andre mencoba merayu Andre untuk mengajaknya berjalan-jalan.


"Ayo dong, Ndre. Aku bosen di ruangan mu terus. Kita jalan, yuk!" rengek There yang masih menggelayuti manja tangan Andre.


"Ya udah. Aku bilang Rani dulu," kata Andre yang kemudian berjalan ke arah meja kerja-nya dan menelpon sekretarisnya yang ada di luar ruangan.


Setelah selesai menelpon sekretarisnya, Andre menghampiri There yang dari tadi tersenyum manja padanya. There bangkit dari duduknya dan menghampiri Andre. Kemudian There menggelayuti tangan Andre lagi. Andre hanya menggaruk-garuk kepalanya walau tak gatal.


Mereka keluar ruangan. There melambaikan tangan pada sekretarisnya Andre saat melintasi mejanya itu. Rani bangkit dari duduknya dan sedikit menundukkan kepalanya kepada mereka.


Andre dan There telah memasuki mobil dan segera Andre tancap gas meninggalkan kantornya.


Mereka memilih salah satu mall dan duduk di salah satu kafe. Tiba-tiba Andre melihat ada sedikit noda merah di bagian bokong There dan berkata.


"There. Belakang kamu seperti ada noda merah."


Kemudian There mencoba menarik dres bagian belakangnya ke arah depan. "Ya... Tamu bulanan ku datang," jelas There.


Kemudian There mengajak Andre untuk belanja ke supermarket. Ia ingin membeli roti tawar untuk tamu bulanannya.


Lalu Andre melepas jas hitamnya yang kemudian di pakaikan ke There untuk menutupi noda merah itu. There tersenyum dengan perlakuan Andre yang perhatian itu.


Andre dan There membawa trolly belanjaan. Mereka mencari-cara lorong roti tamu bulanan. Akhirnya mereka menemukannya. Kemudian mereka berkeliling memilih belanjaan keperluan dapur There, karena orangtua There akan pulang juga ke tanah air.

__ADS_1


"Kapan orang tuamu datang?" tanya Andre yang berhenti di lorong sayuran sambil memegang trolly belanjaan.


"Besok," balas There sambil memilih sayuran.


"Kamu masih nggak suka brokoli ya, Ndre?" tanya There.


"Nggak." Balas Andre.


"Kenapa? Brokoli bagus tau," jelas There.


"Aku geli liatnya," jelas Andre yang sedikit bergidik melihat brokoli.


There menjahili Andre dengan menyodorkan brokoli ke Andre. Andre menghindari brokoli tersebut dan tanpa sengaja menabrak trolly belanjaan seseorang yang di belakang Andre.


"Anjani." Kata Andre dengan suara datar.


"Kamu, Mas. Lagi ngapain?" tanya Anjani yang terheran dengan keberadaan Andre di supermarket.


Lalu There menghampiri mereka dan berkata.


"Kenapa, Ndre?"


Anjani memperhatikan There memakai jas hitam yang terpikir Anjani mengenalinya.

__ADS_1


"Seperti punya Mas Andre?"


Dari kejauhan Bi Inah melihat mereka bertiga.


Den Andre, sama siapa ya? Gumam Bi Inah. Bi Inah menghampiri mereka bertiga dan berkata. "Den, lagi belanja?"


Andre hanya menganggukkan kepalanya, ia bingung dengan pertemuan yang secara kebetulan ini.


"Kamu kenal mereka?" tanya There.


"Oh iya... Ini Bi Inah dan Anjani," Andre meperkenalkan There pada mau Anjani dan Bi Inah. Terlihat wajah Anjani memasang muka kecut dan menggeretakkan giginya dan berkata.


"Awas lo." Ancam Anjani pada Andre.


Bi Inah yang tak mau ada keributan segera memegang tangan Anjani dan trolly belanjaan ke kasir.


"Ayo, Non." Ajak Bi Inah. Anjani masih memperhatikan Andre dan There yang masih diam di tempat. Sementara There penuh tanda tanya.


"Mereka siapa?" tanya There.


"Bi Inah assisten rumah tangga ku." Jelas Andre yang masih melihat kepergian Bi Inah dan Anjani.


"Oo." Timpal There.

__ADS_1


"Udah yuk, aku mau ke toilet," kata There yang mengajak Andre. Andre pun mengikuti ajakan There.


__ADS_2