Perbedaan

Perbedaan
Episode 19 # Obat Perangsang


__ADS_3

Anjani dan Andre sudah pindah kerumah Andre yang ia beli sewaktu ibu Andre masih hidup. Rumah ini dibeli Andre untuk mempersiapkan membina rumah tangganya dengan seseorang yang ia cintai.


*****


Usia pernikahan Anjani dan Andre sudah seminggu. Namun kekakuan mereka sepasang suami istri masih terlihat jelas juga.


Masih terngiang ditelinga Anjani nasehat dari Ibu.


Sebagai istri harus tau hak dan kewajibannya, dengan cara memahami keadaan dan berusahalah jadi istri yang baik.


Anjani mengacak-acak rambutnya dan bangun dari tempat tidurnya. Kemudian ia mengambil ponselnya dari nakas. Anjani mencoba menghubungi kedua temannya Sita dan Boy.


Setelah mendapat balasan dari kedua temannya itu, Anjani bergegas mandi. Selesai mandi Anjani bersiap-siap tak lupa Anjani memesan ojol untuk mengantarnya ke tempat yang sudah ditentukan kedua temannya itu.


Tak lupa Anjani meminta ijin keluar rumah dengan Andre. Ia mengirim pesan kepada Andre namun belum ada balasan dari Andre.


Diluar pintu gerbang terdengar bunyi klakson.


Tin... Tin... Tin...


Anjani melangkah keluar pagar rumah dan benar saja, ojol yang dipesannya sudah datang.


Si pengemudi ojol memberikan helm pada Anjani. Setelah siap si pengemudi ojol mengenderai motornya dengan kecepatan sedang.


Anjani telah sampai di sebuah kafe dimana yang dijanjikan oleh kedua temannya.


Anjani masuk kedalam kafe dan mencari-cari Boy dan Sita.


Sita melambaikan tangannya ke arah Anjani. Anjani pun menghampirinya.


"Kalian udah lama?" tanya Anjani.


"Sekitar 5 menit," jawab Sita dengan santai.

__ADS_1


Boy memesan minuman kepada pelayan kafe untuk Anjani.


Sita menatap serius ke arah wajah Anjani.


"Sita, lo kenapa liatin gue kayak gitu?" tanya Anjani dengan serius.


"Gue heran sama lo, jaman seperti ini banyak lho yang ML duluan sebelum nikah," jawab Sita.


"Trus apa hubungannya dengan?" tanya Anjani.


"Tujuan lo menikah apa, say?" tanya Boy dengan ciri gemulainya.


"Ya..punya suami!" jawab Anjani polos.


"Trus?" tanya Sita kembali.


"Kok, kalian malah tanya gue sih, kita janjian disini supaya kalian bantu gur," jelas Anjani.


"Bantu apa, say?" tanya Boy dengan terheran.


"Kalau suami lo mau makan harus lo siapin, kalau mau kerja nih lo harus siapin segala keperluanannya," sahut Sita dengan tiba-tiba.


"Berarti gur harus bangun pagi-pagi ya?" tanya Anjani.


"Ya iyalah, emang suami lo kerja nggak lo bangunin," tanya Sita.


"Nggak, kan kamar suami gue diatas sementara gue dilantai bawah," jawab Anjani dengan jujur.


Mendengar perkataan Anjani, membuat Boy keluar tenaga keperkasaannya menggeprak meja dengan tangannya. Sehingga membuat kaget sebagian pelanggan di kafe.


Boy meminta maaf dengan tersenyum disertai tangannya bersimpuh kepada para pelanggan kafe itu dan kembali duduk.


Sita dan Anjani tertawa kecil.

__ADS_1


Kemudian Boy mengeluarkan sesuatu dari tas yang dibawanya.


"Nih, lo minum sebelum tidur," kata Boy.


"Ini obat apa, Boy," tanya Anjani sambil memperhatikan botol obat yang diberikan oleh Boy.


"Obat sehat dan bugar," jawab Boy.


Boy dan Sita saling pandang.


"Trus, gue minumnya kapan?" tanya Anjani pada Boy.


"Sebelum tidur malam!" Jawab Boy dengan singkat.


"Ya udah, nanti malam gue minum deh," sahut Anjani dan memasukkan botol obat tersebut kedalam tasnya.


Waktu sudah hampir sore, mereka saling berpamitan dan pulang ketempat masing-masing.


****


Sementara itu, Ryan masih sedikit menahan kecewa dengan pernikahan Kakaknya itu.


Kenapa harus Anjani sih jadi kakak iparku.


Ryan mengusap kasar mukanya. Ryan mencoba mencari udara segar dengan keluar rumah dan mengenderai mobilnya.


Saat lampu lalu lintas berwarna merah, dari luar kaca mobil. Ryan melihat ada seorang wanita dengan pria yang berboncengan mengenderai motor metik, sedang berkaca di kaca mobil Ryan.


Sepertinya wanita itu tak menyadari bahwa Ryan memperhatikan kelakuannya. Ryan tertawa kecil saat wanita itu memperlihatkan giginya. Sesekali wanita itu berpose dengan raut wajah bak model.


Dan Ryan sengaja merekam wanita yang diluar kaca itu saat berpose.


Lampu lalu lintas telah kembali berwarna hijau. Motor itu pun berlaju dengan cepat.

__ADS_1


****


Anjani telah sampai pulang kerumah. Dan Anjani bersiap-siap memasak untuk makan malam.


__ADS_2