Perbedaan

Perbedaan
Episode 17 # Dikamar


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju rumah tuan Anggoro, Andre dan Anjani saling membisu. Mereka larut dengan argumen dan pemikiran masing-masing. Masih tak percaya dengan apa yang baru mereka alami.


Kemudia Andre memulai pembicaraan.


"Baik. Kita buat perjanjian ya. Diantara kita jangan ada yang mencampuri urusan pribadi masing-masing." Terang Andre.


"Beres. Lo ga usah khawatir," jawab Anjani.


Tak lama kemudian ada pesan masuk di ponsel Andre. Andre melihat pesan itu.


Tere. Gumam andre.


'Sebelum aku pulang, kamu mau kan kita latihan salsa di sanggar Kak Lusi jam 7 malam nanti?'


Andre melihat jam ditangannya.


Masih ada waktu 4. Gumam Andre.


Andre menghentikan dan memakirkan mobilnya ditempat toko kaset.


"Kamu didalam mobil aja." Perintah Anjani.


"Iya." Jawab Anjani dengan sedikit menyelidik.


Ngapain dia ketempat ini. Gumam Anjani.


Beberapa menit kemudian Andre kembali dengan membawa sebuah paper bag.


Anjani yang penasaran mencoba bertanya.


"Apa itu?" tanya Anjani sambil menunjuk pada paper bag itu.


"Aku udah bilang. Kita nggak boleh mencampuri urusan pribadi kita masing-masing." Jelas Andre.


Anjani memandang sinis kepada Andre.


Mereka telah sampai didepan rumah tuawn Anggoro. Dan masuk kedalam rumah tanpa ada satu pun yang bicara.


Andre masuk kekamarnya begitu juga Anjani masuk kekamar ruang tamu.

__ADS_1


Anjani merebahkan badannya ke atas kasur sambil memandangi langit-langit kamar. Lama-lama ia tertidur tanpa menghapus make up nya dan tidak berganti baju.


Andre keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga menuju dapur karena meminta asisten rumah tangga menyiapkan makan siang untuknya dan Anjani.


Kemudian Andre berjalan ke kamar Anjani untuk mengajaknya makan. Sesampainya didepan pintu kamar Anjani pintu tak tertutup rapat, Andre mengetuk pintu tapi tak ada jawaban dari dalam.


Andre membuka pintu kamar itu dan dilihatnya Anjani sedang tertidur pulsa, Andre tak mau membangunkannya.


Kemudian Andre berjalan kemeja makan, ia pun terpaksa makan sendirian. Setelah makan Andre pergi kembali kedalam kamarnya.


Anjani terbangun tanpa disadarinya ia tertidur selama satu jam. Lalu Anjani membersihkan dirinya dengan mandi. Setelah mandi Anjani pergi kedapur untuk bertanya kepada assisten rumah tangga.


"Mbak Susi, Andre dimana."


"Ada diatas, Non?" jawab Susi.


Anjani menaiki anak tangga dan mencari kamar Andre.


Yang mana kamarnya, ya. Batin Anjani.


Terdengar suara bunyi musik. Anjani mencoba mencari dari kamar yang mana terdapat suara musik itu.


Seperti musik salsa. Batin Anjani lagi.


Anjani terkejut dengan apa yang ia lihat. Andre sedang berlenggak-lenggok dengan iringan musik salsa itu.


Andre yang menyadari ada yang datang dikamarnya merasa terkejut dan marah.


"Kamu ngapain sih pake masuk kamar orang tanpa permisi?" tanya Andre sambil mematikan musik salsa itu.


"Nggak nyangka gue. Ternyata lo suka sama salsa." Kata Anjani sembari masuk dan duduk dipinggir tempat tidur Andre.


Muka Andre memerah.


"Udah sana. Kamu keluar dari kamarku." Pinta Andre.


"Lo ngusir gue. Gini-gini juga gue istri lo tau," ucap Anjani dengan sewot.


Andre mendekati Anjani dan ikut duduk dipinggir tempat tidurnya.

__ADS_1


"Kamu jangan cerita sama siapa-siapa ya," pinta Andre.


"Tenang aja. Gue ga bakalan cerita," ucap Anjani dengan memegang pundak kiri Anjani.


"Oiya. Kita udah resmi suami-istri kan." Jelas Andre.


Kemudian Anjani melempar bantal kearah Andre dan berkata.


"Dasar mesum."


Andre yang melihat kamarnya berantakan marah.


"Anjani! Beresin," kata Andre sambil menunjuk bantal yang Anjani lempar mukanya dan jatuh ke lantai.


"Ya ampun, lebay banget. Tinggal beresin sendiri pake marah-marah," kata Anjani yang mengambil bantal Andre dilantai.


"Buka!" Pinta Andre.


"Lo gil^ ya." Sahut Anjani.


"Buka nggak!" Andre mengeraskan suaranya.


"Lo cari mampu^ sama gue ya?" tanya Anjani.


"Cepetan nggak!" Pinta Andre.


Lalu Anjani membogem mentah wajah Andre. Andrepun tersungkur ke lantai. Anjani menaiki Andre ingin menambah bogem mentahnya.


Tapi tiba-tiba Mbak Susi langsung masuk ke kamar Andre dan melihat Anjani yang sedang di atas Andre. Mbak Susi menutup kedua matanya dan berkata.


"Maaf Non..Den. Saya nggak sengaja," ucap Susi.


Anjanipun berdiri dan menjauh dari tubuh Andre.


"Mbak Susi salah paham." Kata Anjani yang duduk di sofa kamar Andre.


Andre yang terjatuh kemudian berdiri sambil memegang pelipisnya yang memar.


"Mbak Susi. Ada apa?" tanya Andre.

__ADS_1


"Tadi saya dengar, Den Andre teriak. Jadi saya langsung kesini." Jelas Susi.


"Tolong kamu lepasin sarung bantal itu," perintah Andre sambil menunjuk bantalnya yang jatuh itu.


__ADS_2