Perbedaan

Perbedaan
Episode 24 # Theresia


__ADS_3

There telah tiba di tanah air. Ia sengaja tidak memberitahu prihal kedatangannya kepada Andre. There ingin memberi kejutan yang sangat luar biasa pada Andre. Sehingga sepanjang perjalanan ke tanah air, There tersenyum penuh bahagia tanpa ia sadari.


Taksi yang membawa There sampai di kantor Andre.


"Mbak Rani. Andrenya ada?" tanya There pada sekretarisnya Andre.


"Eh... Mbak There! Kapan datang? tanya Rani yang kemudian memberi salam ala orang Eropa kepada There.


"Shtt...." Timpal There dengan meletakkan jari telunjuk ke depan bibir-nya. Kemudian Rani menganggukkan kepala, mengisyaratkan kalau ia paham maksud There.


"Lagi nggak ada tamu kan?" tanya There pada Rani. Rani hanya menggelengkan kepalanya.


There berjalan ke ruangan Andre dan membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"Surprise!!" Teriak There di depan pintu yang tak tertutup itu.


Andre kaget dan langsung menghampiri There. "Kamu nggak bilang kalau mau pulang?" kata Andre yang memberi salam gaya Eropa pada There kemudian ia menutup pintu.


There menggelayutkan dirinya ke tangan kanan Andre. "Sengaja. Aku mau kasih kejutan ke kamu." Terang There.

__ADS_1


Andre tersenyum mendengar perkataan There. Dan mereka duduk di sofa sambil berbincang-bincang.


Sementara Anjani di rumah. Di ruang tamu ia tengah asik mendengarkan lagu kesukaan-nya dari ponsel dengan menggunakan headset. Bi Inah menghampiri dari arah belakang Anjani dan berkata. "Non, persediaan dapur udah nggak ada." Anjani tidak merespon dengan perkataan Bi Inah.


Bi Inah mencoba mengulangi perkataannya tadi. "Non, persediaan dapur udah nggak ada." Lagi-lagi Anjani tidak merespon. Bi Inah yang merasa tidak di perhatikan oleh istri majikan-nya itu dan mencoba mendekati Anjani.


"Ih si, Non. Pantes Bi Inah dari tadi ngomong nggak di sahutin." Kata Bi Inah yang sekarang ada di hadapan Anjani.


"Eh... Ada apa Bi Inah," kata Anjani sembari melepas headset dari telinganya.


"Persediaan dapur udah nggak ada." Jelas Bi Inah dengan raut wajah masam.


"Maaf, Bi. Aku nggak denger tadi," kata Anjani yang kemudian menunjukkan headset di tangannya.


"Lagu GNR, Bi." Jelas Anjani sambil meletakkan ponsel di meja yang ada di hadapannya.


"Lagu apa itu, Non. Bibi nggak ngerti?" tanya Bi Inah makin penasaran dengan lagu kesukaan istri majikannya itu.


"Bi Inah mau denger?" Anjani mencoba menawari Bi Inah untuk mendengarkan lagu kesukaannya itu. Bi Inah duduk di samping Anjani. Lalu Anjani mengambil ponselnya dari meja dan mencari lagu yang tadi ia dengar.

__ADS_1


Setelah ketemu dengan lagunya itu, Anjani memasang headset ke kuping Bi Inah.


Kebetulan lagu yang di dengar Bi Inah itu yang berjudul Welcome To The Jungle. Bi Inah buru-buru melepas headset di telinganya itu dan berkata. "Lagu apaan sih itu, Non?"


"Kenapa, Bi?" tanya Anjani heran dengan melihat raut wajah Bi Inah kecut.


"Nggak ngerti Bi Inah, Non. Bahasa apa itu? Trus musiknya bikin telinga Bi Inah sakit." Jelas Bi Inah.


Anjani tertawa mendengar penjelasan Bi Inah dan berkata. "Ini keren lho, Bi."


Bi Inah memasang muka masam mendengar perkataan istri majikannya itu.


"Ya udah, Non. Kita belanja aja sekarang. Keburu Den Andre pulang." Jelas Bi Inah.


"Siap, Bi," kata Anjani.


Kemudian Anjani memesan taksi online. Setelah selesai memesan taksi, Anjani berjalan ke lantai atas. Ia mengambil dompet dan tidak lupa topi kesayangan-nya berwarna coklat.


Ponsel Anjani bergetar, ada panggilan masuk. Rupanya driver taksi online telah tiba di luar pagar rumahnya.

__ADS_1


Anjani dan Bi Inah bergegas keluar rumah dan menaiki taksi online tersebut. Selama di perjalanan Bi Inah memperhatikan penampilan Anjani yang tomboy itu. Bi Inah menghela napas kasar dan tak berani komentar pada Anjani.


Dan akhirnya Anjani dan Bi Inah sampai di salah satu supermarket yang terdekat.


__ADS_2