Perebutan Harta Warisan

Perebutan Harta Warisan
bab 10


__ADS_3

Bejo yang di rumah ibunya hanya menerima nasib ia pun mengecek keadaan ibunya setelah itu ia mengambil air hangat untuk mengkompres saat Bejo tidak sengaja memegang kening orang yang melahirkannya terasa panas seperti demam maka dari itu ia mengompres semalaman sampai dirinya ketiduran.melihat jam dinding ia pun segera sholat untuk menunaikan kewajibannya sebagai umat Islam, selesai sholat dirinya kembali memegang keningnya namun masih saja terasa panas bahkan lebih panas dari sebelumnya, Bejo pun menjadi panik takut terjadi sesuatu ia segera menelfon kakaknya Salamah yah selain Tuti dan Sumi ia juga mempunyai seorang kakak yaitu Salamah, mendapat kabar dari adeknya Salamah langsung saja bergegas menuju ke rumah ibunya, sesampainya di sana ia melihat Bejo yang terlihat panik sama seperti dirinya ia masuk ke kamar dan memastikannya sendiri ternyata benar ibu demam.


Salamah menoleh lalu bertanya sudah dikompres belum ia hanya mendapat anggukan kepala melihat itu ia meminta adeknya membawa ibu ke rumah sakit untuk diperiksa dokter lebih detail, saat ia melihat wajah ibu yang pucat seraya ada bintik merah membuat ia memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit. Bejo pun mencari mobil lalu menyewanya agar ia bisa membawa ibu ke rumah sakit setelah menyewa mobil ia langsung saja meminta kunci dan bergegas menancap gas supaya ibunya bisa mendapatkan pertolongan pertama, sampai di depan gang ia turun sambil mencabut kuncinya dirinya berlari sekuat tenaga agar cepat sampai.


sudah setengah berlari ia berhenti sejenak sambil mengatur nafas dan melihat Salamah yang tidak jauh dari situ ia pun berlari kembali lalu membantu Salamah yang kelihatannya kelelahan memapah ibu sambil membawa tas yang berisi baju ganti, Saroh pun sedang dalam perjalanan untuk ke rumah mertuanya setelah selesai mengerjakan semuanya dan Siti yang sudah berangkat ke sekolah pagi tadi ia istirahat sebentar membaringkan tubuhnya yang terasa remuk karena ia dari tadi tidak sempat istirahat sebelum semua pekerjaan rumahnya selesai dirasa tidak terlalu lelah seperti tadi ia mandi lalu bersiap siap.


saat sampai ia merasa rumah nek Ipeh sepi Saroh langsung saja menelfon suaminya sedang dimana, Bejo pun memberi tahu bahwa nek Ipeh di rumah sakit Saroh yang mengetahui itu segera bergegas menuju rumah sakit yang beralamat dijalan j*********m.


setelah sampai dihalaman rumah sakit ia mencari tempat parkir agar bisa memarkirkan sepeda motornya dirasa sudah ia mengirim pesan kepada bejo ada dilantai berapa dan nomor kamar tak lama pun akhirnya terbalas di lantai 3 no 108.


ia pun menaiki lift didalam lift Saroh terlihat tidak sabar agar segera sampai, saat lift berhenti Saroh pun berlari supaya cepat sampai saat di lorong dirinya melihat Bejo dan Salamah yang sedang mondar-mandir seperti setrikaan ia bergegas menghampiri dan menanyakan bagaimana keadaan nek Ipeh sekarang ini.

__ADS_1


" pak, Salamah gimana keadaannya nek Ipeh " panggil Saroh seraya bertanya sambil mengatur nafasnya yang tersenggal senggal habis berlarian saat keluar dari lift. melihat Saroh yang kecapean karena berlarian Salamah pun tersenyum berarti tidak hanya ia dan Bejo yang panik tapi juga Saroh yang bahkan rela berlari hanya ingin mengetahui keadaan nek Ipeh, tidak seperti Tuti dan Sumi adiknya walaupun mereka berdua sudah dikabari tetapi Tuti bersama Sumi hanya sekedar menengok lalu pulang tidak ikut menemani ibu secara bergantian.


" belum ada kabar lagipula dokter belum keluar dari tadi" ujar Salamah dirinya pun terus menunggu informasi selanjutnya ia juga cemas terhadap ibunya akan penyakit apa yang di idapnya kini, mendengar itu Saroh hanya tersenyum samar untuk menutupi rasa khawatir akan kondisi nek Ipeh andai saja ia tidak pulang kemarin pasti bisa langsung dirinya bawa ke rumah sakit sebelum terlambat.


Disekolah


Siti yang sedang belajar sambil mengerjakan tugas yang diberikan oleh Bu Siska guru yang paling ia hindari yaitu guru yang menganut mapel matematika pelajaran yang bisa membuat otaknya pecah lalu pusing tujuh keliling.


tak lama ada cowok bertubuh atletis, tinggi, putih dan cool itu mendatangi meja Siti dan menanyakan soal yang susah sama seperti temennya tadi Siti pun menjelaskan tanpa menoleh kepada orang yang bertanya sedikitpun, Revan yang melihat dirinya dicuekin oleh seorang cewe pun terlihat kesal karena ia merasa baru kali ini ia dicuekin oleh seorang cewe.


" hei" sapa Revan terhadap Siti agar ia menoleh kepadanya lalu terpana akan ketamvanannya bicara didalam hati dengan percaya diri, Siti yang mendengar ada yang menyapanya pun seketika menoleh

__ADS_1


" hai juga siapa yah" ia memang tidak terlalu paham tetapi saat melihat sekilas ia tau bahwa orang di depannya itu teman satu kelas dengan dirinya namun ia tidak terlalu tahu akan namanya.


" kenalin saya Reva salken " sambil mengulurkan tangannya agar cewe didepannya mau berjabat tangan dengan dirinya


" oh salken Siti " seraya menunduk tidak menerima uluran tangan orang yang dihadapannya, Revan yang mendapat penolakan itu pun merasa heran baru kali ini ada seorang cewe yang menolaknya walaupun hanya sekedar berjabat tangan dengan dirinya.


suasana diantara keduanya pun agak canggung tapi itu tidak berlangsung lama, setelahnya mereka mengobrol sedikit demi sedikit agar saling kenal mengenal.


Di rumah sakit yang menunggu di sana terlihat uring uringan setelah dokter memberitahukan bahwa nek Ipeh terkena DBD maka dari itu dokter menyarankan untuk rawat inap dan akan segera dipindahkan ke ruang rawat pasien karena saat ini nek Ipeh sedang di UGD, Saroh yang mendengar itu ternyata tebakannya tidak salah saat mengira nek Ipeh terkena DBD dirinya semakin bersalah seharusnya waktu itu ia segera membawanya ke rumah sakit bukan malah pulang.


Salamah yang tahu akan hal itu pun merasa gagal menjaga ibu seharusnya ia menengoknya walau hanya sebentar, dirinya juga sadar bahwa selama ini ia tidak terlalu peduli kepada ibu maka dari itu dirinya akan berusaha meluangkan waktu untuk ke rumah ibu Ipeh. Bejo pun sama ia merasa bersalah andai saja dirinya tau akan seperti ini ia langsung saja membawa ibunya dari kemarin untuk di periksa ia juga merasa gagal menjaga ibu sama seperti apa yang dirasakan kakaknya, dirinya bisa sampai kemari pun karena anaknya yang mengajak kemari katanya Siti merasa kangen dengan nek Ipeh.

__ADS_1


Salamah dan Bejo sebelumnya memang sering kemari bahkan bisa di bilang setiap hari namun setelah pembahasan harta warisan membuat ia bersama kakaknya malas kemari karena ia juga tidak ingin mencari masalah dengan adeknya Sumi dan Tuti untuk saat ini tetapi kalau besok besoknya ia tidak tahu akan mengungkit tidaknya.


__ADS_2