
disekolah Siti seperti biasa mengikuti pelajaran dengan tertib kebetulan sekarang hari Jum'at jadi dirinya pulang lebih awal dari hari biasanya saat di rumah. Siti beberes rumah karena kalau bukan dirinya siapa lagi lagipula ibu juga belum pulang.
Siti....
Siti....
mendengar suara kak Ima yang memanggil manggil dirinya pun segera menghampirinya.
" ada apa kak Ima " tanya Siti langsung pada intinya karena ia masih harus beberes rumah setelahnya dirinya berangkat lagi masih ada ektra Pramuka yang wajib diikuti.
" mau ikan goreng sambal kecap ga " tawarnya Ima tau bahwa Siti tidak mungkin sempat masak mengingat hari Jum'at setau dirinya nanti akan ada ektra Pramuka makanya ia kesini menawarkan makanan.
" boleh kak, Siti juga belum sempat masak lagi beres beres soalnya " untung saja kak Ima memberinya lauk kalo tidak mungkin dirinya akan beli nasi bungkus sampai disekolah nantinya.
" ya udah mau ambil sendiri atau biar kakak aja yang ngambil terus bawa kesini" tanya kak Ima biasanya dirinya sambil membawa makanan yang ditawarkan namun ia sengaja tidak membawanya agar Siti makan dirumahnya, supaya ada teman makan.
" kalo boleh kakak aja yang ambil terus di bawa kesini soalnya Siti mau menyelesaikan ini dulu" suruh Siti sambil mengangkat sapu ia tidak ingin menunda untuk membersihkan rumah.
" udah beres beresnya lanjutin hari Minggu aja kamu pasti capek kan apalagi setelah ini kamu ada ekstra, sekarang ikut aja ke rumah kakak biar rame makannya " mencoba menyarankan kepada Siti karena ia juga takut adeknya sakit gara gara kecapean.
" ya udah deh kak tapi aku beresin peralatannya yah kakak kerumah duluan aja" ia ingin menolak tapi ada benarnya juga apa yang dibilang kak Ima. dirinya tau kakaknya pasti khawatir dengannya apalagi ia tidak biasa mengerjakan tugas rumah.
" tapi kamu janji kan entar ke sana kakak sama Eka tunggu loh " ancam Ima dengan membawa bawa nama Eka supaya Siti menepati perkataan dirinya sendiri.
" iya kak tenang aja Siti pasti ke sana kok" dirinya tau bahwa perkataan tadi tidak hanya mengancam tapi hal yang sudah dikatakan kak Ima adalah kenyataannya maka ia akan menepati apa yang ucapannya.
__ADS_1
Ima pun berlalu kembali pulang dan menanti Siti menepati janjinya dia tidak sendiri menunggu tetapi bersama dengan Eka sambil nonton film kartun kesukaan anaknya meskipun dirinya tidak terlalu suka tapi agar Eka tidak rewel jadinya ia mengalah.
Siti pun sedang menuju ke rumah kak Ima untuk menepati janjinya makan siang bersama Eka dan kakaknya sampai di sana ia mengetok pintunya
" Assalamualaikum kak " tok tok tok bisa saja ia berlenggang masuk tapi menurut Siti itu tidaklah sopan karena kita sendiri tidak tau orang tersebut akan menyukai hal itu atau sebaliknya.
" wa'alaikumsalam salam, masuk aja dek tidak di kunci kok " Ima tau bahwa yang datang pasti Siti orang yang sudah dirinya tunggu bersama dengan Eka. siti pun memegang gagang pintu sambil berjalan perlahan menuju ruang tengah yang biasa dipakai untuk makan siang.
"kok masih berdiri aja bukanya kamu lagi buru buru untuk melakukan ekskul" karena Siti tidak langsung duduk melainkan masih berdiri seperti tamu yang akan duduk jika di suruh oleh pemilik rumah.
" eh iya kak " ucapnya seraya tersenyum sembari duduk lesehan di karpet depan televisi melihat makanan yang ada di hadapannya menurutnya dirinya terlalu banyak meski hanya empat macam tapi Siti menjadi bingung ingin memakan lauk yang mana dan pilihannya pun jatuh kepada lauk Ikan goreng sambal kecap seperti apa yang ditawarkan kak Ima tadi saat di rumahnya.
" sebelum makan sekarang Eka pimpin doanya mau gak Eka" Ima pun memulai berbicara agar tidak senyap ia menyuruh Eka agar menarik perhatian anaknya yang sedang menonton film dengan serius.
" boleh bu, Eka juga sudah hafal doanya " akhirnya Eka lebih memilih memimpin doa darinya nonton film yang dirinya sukai saat ini.
di dalam kamar ruangan pasien nek Ipeh sedang mengobrol dengan Salamah dan Bejo soalnya Saroh sendiri yang menawarkan biar dirinya saja yang membeli makanan.
" Bu apa yang ibu dirasakan sekarang apa mulai agak mendingan " Salamah ingin tau apa yang ibunya rasakan saat mengidap penyakit DBD.
" rasanya seluruh badan merasa sakit serta perut akan terasa mual bila tidak suka dengan yang dimakan" jujur nek Ipeh itu memang apa yang dirasakannya bukan bermaksud menyindir atau semacamnya tapi memang itulah yang dirinya rasakan sekarang.
" kalo gitu semisalnya ibu gak suka jangan dimakan yah Salamah takut ibu merasa mual" Salamah mengerti kalo ibunya tidak sedang menyindirnya ia tau itu dari nada bicaranya yang tidak sewot seperti yang dilakukannya saat menyindir.
" iya kamu tenang aja Salamah tapi ucapan ibu tadi tidak bermaksud menyindir kok " nek Ipeh takut Salamah akan menyalah artikan perkataannya tadi.
__ADS_1
" Salamah tau kok Bu dari nada bicaranya yang tidak sewot " sambil tersenyum ia tau pasti sekarang ini ibunya mengira dirinya telah salah paham akan ucapnya.
sedangkan di kediaman ibu Sumi
Arip sedang beradu mulut dengan Hidayah kakak laki lakinya mereka berdua sedang cekcok pasal laptop.
" kak Ida yang ganteng, manis tapi lebih ganteng Arip" dirinya selalu berkata manis jika akan meminjam sesuatu yang diinginkan olehnya.
" itu memuji diri kakak atau kamu sendiri" Ida merasa kesal dengan apa yang Arip katakan padanya dan ia paham pasti ada udang dibalik bakwan.
" itu namanya memuji kakak tapi sambil memuji diri sendiri " ucapnya tersenyum mengejek karena berhasil membuat kak Ida merasa kesal dengan ucapannya.
" udah deh gak usah dijelasin bilang aja kamu mau apa" Ida sudah biasa menghadapi sikap adeknya yang menurutnya sedikit manja tetapi susah sekali agar berdiri di atas kakinya sendiri, untuk itulah dirinya sudah stok kesabaran.
" pinjem laptop dong" walaupun belum mendapat izin tidaknya tapi ia tidak peduli akan hal itu dan tangannya pun seperti akan mengambil laptop di meja.
" ga bisa kakak belum puas main game " tolaknya sembari menepis tangan Arip yang akan mengambil laptop.
" ayolah kak masa sama adeknya sendiri pelit amat" Arip merasa tidak terima dengan penolakan hidayah, ia juga tidak suka dengan namanya penolakan dari siapa pun itu.
"ga nanti kalo sudah main game pasti ga ingat sama waktu" alasan hidayah padahal ia hanya ingin mengulur waktu agar Arip mengerti bahwa ia tidak mengizinkannya saat ini.
" kak ga usah banyak alasan deh pokoknya kalo kak Ida ga mau kasih Arip bakal.." ancamnya Arip yang belum sempat diteruskan.
braaaaak
__ADS_1
ia terkejut saat kak Ida menggebrak meja Arip tidak menyangka bahwa kakaknya akan semarah ini lalu menatapnya dengan tatapan tajam.
ada rahasia apa yah diantara Arip dan Hidayah🤔🤔????