
Setelah mengobati kaki istrinya yang melepuh Bejo pun membantu memapah istrinya. saat sampai diruang tamu Siti melihat kaki ibunya melepuh pun merasa iba. Siti pun menghampiri keduanya.
Melihat anaknya duduk dan ingin bertanya Bejo pun menaruh jari telunjuk didekat bibirnya pertanda untuk diam. Sang anak yang mengerti pun tidak jadi ingin protes, untuk mencairkan suasana Siti pun mengajak kedua ortunya untuk shalat Dzuhur berjamaah.
Mendengar ajakan sholat Dzuhur berjamaah mereka sangat senang dan Saroh meminta agar Siti mengajak nenek Ipeh sholat. Bu Saroh tau betul bahwa orang daerah pegunungan seperti mertuanya akan jarang sholat, walaupun mereka tau kapan waktu sholat tapi mereka akan melaksanakannya ketika timbul rasa ingin sholat.
Siti pun setuju dengan permintaan ibunya maka dari itu ia mencoba mencari nek Ipeh. saat sudah mencari kemana mana ternyata neneknya ada di dapur ia menghampirinya.
Merasa ada yang menghampirinya nek Ipeh pun menoleh dan tersenyum ternyata cucunya yang menghampiri. melihat nenek seperti itu Siti pun mengutarakan niatnya untuk mengajak shalat berjamaah.
Nenek Ipeh yang mengetahui maksud kedatangannya senyum di wajahnya pun mulai mengendur. maklum dia tidak terlalu suka diatur dan ini salah satu alasan ia tidak suka pada Saroh.tapi melihat raut wajah memelas akhirnya ia pun mau shalat berjamaah.
Saat sudah siap semua mereka pun melaksanakan shalat.skipp dulu!!! yah ga boleh berisik!!!
selesai solat Saroh berniat mengajak Siti dan Bejo ke rumah adik ipar kebetulan rumah mereka berada di tidak jauh dari sini. Siti pun tersenyum mengangguk Bejo yang melihat itu hanya pasrah mengikutinya.
Hubungan Bejo dengan adiknya tidak terlalu baik apalagi saat pembagian harta warisan belum bisa disebut pembagian yah lebih tepatnya perebutan. pasti tau sendiri kan kalian masalah tahta akan membuat hubungan dengan seseorang menjadi renggang dan terpecah belah.
Sesampainya di sana Bu tuti menyambut mereka dengan baik dan senyuman palsu yang khas di wajahnya.mereka menyediakan hidangan berbagai makanan diantaranya rendang, kripik, teh manis, agar agar dan masih banyak yang lainnya.tapi Bejo hanya meminum teh ia merasa tidak sudi memakan makanan mereka.
__ADS_1
Berbeda dengan Bejo Siti nampak senang dan berniat mencoba semua hidangan yang ada di atas meja.
" Alhamdulillah kenyang pak bu " ucap Siti seraya mengelus perutnya yang kekenyangan
" gimana ga kenyang kan hidangan yang di atas meja kamu cobain semuanya " sindir bu Tuti
merasa disindir tak lantas membuat Siti sakit hati ia mencoba bersikap biasa saja. tidak dengan bejo yang mendengar anaknya disindir lantas saja akan berdiri merasa tidak terima walaupun ia sudah biasa mendengarnya berkata pedas seperti itu tapi tetap saja sebagai seorang bapak ia tidak terima.Siti yang melihat bapaknya akan protes membelanya pun mencoba memberi kode menyenggol tangannya dan dua kedipan mata.
Bejo hanya menghela nafas beratnya tak hanya Bejo. Saroh dan nenek Ipeh pun tak terima sama seperti Bejo namun apa boleh buat semuanya sudah terbiasa akan mulutnya yang pedas lagipula mereka kesini untuk bersilaturahmi bukan mencari masalah.
setelah berbincang bincang cukup lama walau sering kali ribut dan berbicara seperti orang berdebat mereka pun pamit dan melanjutkan ke rumah adik ipar yang satunya. melihat pemilik rumah Bu Sumi yang lagi menyapu sambil menatapnya seperti mengincar musuh namun masih menunjukan senyumnya.
" eh Siti, Saroh ,ibu " sapanya bu Sumi " kalian kesini kok ga bilang " tanyanya
" ya udah mari masuk dulu, maaf kalo rumah saya kotor lagi diberesin" ucapnya
" ga papa sini aku bantuin " tawarnya
" aduh gausah ini tinggal dikit lagi selesai" tolaknya " silahkan duduk, mau minum apa teh atau kopi" ucapnya
__ADS_1
" ga usah repot repot bu tadi kami sudah minum dirumahnya Bu Tuti" merasa sungkan
" oh begitu "
karena sunyi seperti kuburan Siti meminta diantarkan ke toilet mungkin ingin setoran.setelah keluar dari toilet Siti melihat sepupunya Arip lagi main PS bersama temannya. merasa diperhatikan Arip pun menoleh melihat kedatangan Siti ia pun mengajaknya untuk ikut bermain PS.
Akan tetapi Siti menolak dengan alasan tidak bisa bermain PS maka ia hanya menonton Arip bermain. diruang tamu Bejo dan yang lainnya berbincang bincang sambil menikmati teh. walaupun sudah bilang mereka minum di rumahnya Tuti tapi Sumi merasa tidak enak ia pun tetap membuatkan teh walau agak tidak suka dengan kehadiran Bejo.
Tak terasa sudah satu jam berbincang dan Siti menemani nonton PS mereka pun kembali ke rumah nenek Ipeh. tepatnya dijalan pulang Siti teringat dia sudah lama tidak mendaki gunung. maka rencananya akan menginap dan mendaki gunung di pagi hari.
Betapa sejuknya udara di pagi hari apalagi di pegunungan pikirnya lagi pula untuk mendaki gunung yang lumayan tinggi maka akan membawa persiapan saat sampai rumah neneknya. diperjalanan azan ashar sudah berkumandang menandakan sudah waktunya.
Mereka pun mencari mushola atau masjid yang terdekat untuk melaksanakan sholat.setelah berhasil menemukannya mereka langsung saja bergegas masuk untuk wudhu sebelum melaksanakan sholat.lalu mereka pun sholat dengan khusu dan mengikuti iman.
selesai sholat akhirnya sampai rumah untuk istirahat, Ipeh dan saroh lalu rebahan tidak lama sampai akhirnya tertidur karena kelelahan.sedangkan Bejo dan Siti mereka lagi berebut remote untuk menonton Chanel TV kesukaan masing masing.
Siti lebih suka sinetron lalu Bejo lebih memilih berita dan aksi berebut pun terjadi bisa di bilang seperti anak kecil berebut mainan tentu saja mereka yang berebut pun tidak peduli akan hal itu bukan. mendengar suara ribut diruang tengah Saroh pun terbangun dan melihat suami serta anaknya sedang berebut remote.
Saroh mengambil remote lalu mematikan tv-nya ia tidak enak dengan nek Ipeh yang sedang tidur.melihat Saroh Bejo dengan Siti pun menyesal atas apa yang mereka lakukan. mereka takut akan diceramahi dan benar saja saat dimatikan tv-nya Saroh mulai berbicara.
__ADS_1
" pak , Siti kalian itu apa apaan sih berebut remote seperti anak kecil aja dan kamu pak udah tua bukannya mengalah sama anaknya malah berebut inget umur!!! kalian berdua itu udah dewasa emangnya kalian ga takut apa nek Ipeh kebangun gara gara kalian berdua ga kan!!! kalo kebangun ibu juga jadi ga enak dan kamu Siti jangan seneng dulu meskipun masih masa puber kamu juga salah harusnya kamu itu istirahat biar ga sakit emangnya mau kamu sakit entar kamu juga yang rugi ga bisa jalan jalan lihat gunung bla.... bla....
jangan lupa vote like and komen yah!!!!