
Sedangkan di kamar bejo sedang bercanda ria dengan Saroh saat keputusan sudah di diskusikan Bejo juga sangat senang karna hak yang seharusnya menjadi miliknya sudah kembali kepadanya
sehingga Bejo bisa menghidupi keluarga kecil yang sudah lama Bejo tak bisa mencukupi apalagi semenjak berhenti bekerja maka dari itu Bejo dengan bersusah payah untuk mengambil apa yang sudah menjadi haknya
walaupun Saroh selalu memperingati Bejo agar tidak diungkit lagi namun karena Bejo orangnya sangat keras kepala makanya ia masih mengungkit kembali selain untuk mencukupi kebutuhan hidupnya Bejo rasa sudah cukup Tuti ataupun Sumi bahagia di atas penderitaan orang lain
ya, semenjak Tuti dan Sumi menguasai warisan itu saat itulah Salamah harus berjuang sendiri untuk mencukupi kebutuhan hidupnya Salamah bisa saja meminta bantuan Bejo namun ia tidak ingin merepotkan Bejo dengan kehadirannya lagipula Salamah juga merasa sungkan kepada Saroh jika disana
" Saroh, aku kan udah dapet warisan kamu ada keinginan ga buat beli baju gitu" tawar Bejo yang sudah lama tidak membelikan apapun untuk istrinya seingatnya sudah lama Bejo membelikan baju untuk Saroh itupun dua tahun yang lalu dan harga bajunya Bejo pilih yang paling murah hanya sekedar menyenangkan Saroh waktu itu.
" pak lebih baik warisan itu kita simpan buat masa depan Siti nanti" usul Saroh walau ingin membeli kebutuhan nya namun lebih baik untuk biaya sekolah Siti hingga tamat
apalagi SPP nya belum di bayar Saroh tidak bisa terus menerus meminta uang terhadap Udin maupun Jamil karna mereka berdua sudah sering mentransfer lalu untuk Tomo dia sudah menikah makanya Saroh tidak pernah meminta lagi setelah Tomo menikah walau Tomo masih suka mentransfer uang untuknya.
" baiklah kalo itu mau kamu tapi kalo kamu berniat mau beli apapun itu beli aja yah " pasrah Bejo perkataan istrinya memang
membuat Bejo menjadi berfikir dua kali untuk berbelanja apalagi yang dikatakan Saroh ada benarnya mungkin kini bejo bisa membeli apa yang ia mau tapi mungkinkah esok hari ia masih bisa menikmati nya sebanyak apapun uang yang kita miliki jika terus menerus dipakai pasti akan menipis.
Bejo pun bersyukur mempunyai istri seperti Saroh karna apa karna sikap Saroh berbeda dengan wanita pada umumnya Saroh bahkan tidak suka berdandan satu hal yang disukai setiap wanita bukan karna tidak punya uang, dulu saja saat Bejo masih bekerja Saroh malah mengumpulkan nya untuk ditabung sedikit demi sedikit agar bisa membuat rumah dan karna itulah sekarang mereka mempunyai tempat yang layak untuk berteduh.
karna sudah malam akhirnya Eka pulang ke rumah sesampainya Eka langsung saja merebahkan tubuh nya di atas kasur dengan tv yang masih menyala tapi film sinetron membuat Eka mengganti channel kartun kesukaan nya. sesaat Eka menoleh sekeliling dan dirinya baru menyadari bahwa tidak ada siapa siapa selain Eka maka dari itu Eka bangkit dari atas kasur mencari kedua orang tuanya.
__ADS_1
" pak, bu kalian dimana " teriak nya tadi Eka berniat untuk menyelusuri setiap kamar namun Eka rasa semua akan sia sia bila Eka masih tetap tidak bisa menemukan orang tua nya.
teriakan Eka terdengar hingga kamar mandi membuat Ima dan Sugi yang sedang bercinta terpaksa menyudahi permainan Sugi yang begitu ahli membangkitkan hasrat Ima, Ima bersyukur Eka berteriak coba saja Eka mengecek seluruh ruangan pasti Sugi dan Ima akan kepergok sedang berduaan tak lama setelah teriakan Eka berhenti Ima langsung saja mengambil handuk dan keluar
" Eka ada apa kok teriak teriak " tanya Ima yang sedang menutupi kegugupan nya
" ga ada apa apa " jawab Eka sambil memperhatikan penampilan Ima yang cuma memakai handuk " oh ya ibu habis mandi " tanya Eka lagi membuat Ima semakin gugup harus menjawab apa
" iya emang kenapa " ucap Ima seraya bertanya balik ingin rasanya Ima bergegas masuk ke kamar tapi Eka akan curiga jika Ima berlalu begitu saja
" bukanya tadi pas Eka pergi main ke rumah nek Saroh ibu juga lagi mandi kok baru selesai emang ngapain aja " tanya Eka dengan penasaran perasaan kalo ia mandi tidak selama itu hingga menghabiskan waktu berjam-jam_ pikir Eka
" eh kok masih di sini aja " tanya Sugi sambil memperhatikan mata Ima yang terlihat bingung kini Sugi paham kenapa masih disini
" oh ibu kamu itu habis olahraga sama ayah ka " jawaban Sugi membuat Ima melotot bisa bisanya menjawab seperti itu terhadap Eka_ pikir Ima
" olahraga emang olahraga apa di kamar mandi" tanya Eka dengan sedikit menuntut
" entar kalo kamu udah dewasa juga tau kok " ujar Sugi sambil nyengir sedangkan Ima dia sudah tidak bisa menahan malu pada anak nya sendiri dan langsung masuk ke dalam kamar
" kasi tau dong apa " rengek Eka yang di buat penasaran sambil menggoyangkan badan Sugi agar memberi tau emang olahraga apa di kamar mandi hingga berjam jam? dan kenapa Sugi tidak memberi tau dirinya? lalu alasan sugi menurut Eka tidak masuk akal
__ADS_1
Sugi berlalu begitu saja tanpa memperdulikan rengekan Eka yang penasaran di buatnya Eka pun memilih untuk menonton tv dari pada memikirkan perkataan Sugi yang membuat nya semakin bingung
di tempat lain
tepatnya disebuah gudang yang sudah lama tidak terpakai sedang digunakan untuk pertemuan dengan orang yang sama sama misterius. berbadan besar bertubuh tinggi berwajah tampan dan yang satu lagi berkulit putih memiliki tubuh atletis dengan jenggot yang semakin menambah kharisma nya.
namun sayang yang satu memakai topeng dan yang satu memakai masker agar mereka berdua sama sama tidak mengetahui identitas masing masing dan orang itu tidak hanya ingin membantu orang yang ingin membalas dendam tapi juga ada maksud tertentu
entah ini kebetulan atau tidak namun dua orang tersebut sedang memiliki misi yang berbeda untuk menghancurkan orang yang sama
" apakah kamu sudah yakin dengan rencana yang kita susun tadi " tanya orang yang memakai topeng berwarna hitam dengan topi yang bertengger di kepala
" yah saya sudah yakin untuk menghancurkan orang yang sudah membuat saya dipenjara " balas orang yang memakai masker dengan lantang
" saya senang dengan semangat kamu tapi satu hal yang perlu kamu ingat jika sudah setengah main jangan pernah berfikir untuk mundur " ucap orang memakai topeng dengan tegas
" dan satu yang anda perlu ingat saya bukan orang yang mudah kasihan dengan orang lain" ujar yang memakai masker tak kalah tegas
mendapat balasan itu membuat orang yang memakai topeng tersenyum licik karna ia berfikir rencana kali ini tidak akan gagal dan
mereka berdua pun akan memulai rencana yang sudah disiapkan dengan matang dan permainan akan segera dimulai
__ADS_1