
Setelah mengucapkan yang berada di kepalanya Saroh pun menarik nafasnya dalam dalam lalu dikeluarkan lewat hidung.saroh tadi sempat melihat Siti tersenyum mungkin dia mengira akan membelanya nyatanya sama saja akan memarahinya bukan memarahi lebih tepatnya memberi nasihat.
saat selesai menceramahi, Bejo dan Siti pun terdiam mereka bingung harus bicara apa untuk menyangkal semua yang diucapkan Bu Saroh nyatanya semua yang di ucapkan nya sesuai dengan yang terjadi. makanya Bejo maupun Siti hanya memilih diam walau berbicara pun bukannya menyelesaikan masalah justru akan membuatnya semakin rumit.
lalu Saroh pun pergi menuju kamarnya ia kecewa dengan apa yang terjadi karena mereka berdua susah sekali untuk akur dan tidak berebut. Saroh merasa gagal mendidik anaknya yang selalu bertengkar dengan suaminya.disaat lagi memenangkan fikiran ia pun sholat magrib soalnya sudah waktunya.
tadi ia terbangun bukan cuma gara gara mendengar suara ribut akan tetapi ia juga sempat lupa untuk mengerjakan sholat karena ketiduran, tadinya Saroh fikir ia akan tidur sebentar agar kondisi fisiknya tidak terlalu lelah namun keblabasan sampai dini hari.
jadi sekarang ia sholat sekaligus menenangkan fikirannya yang berkecamuk saat akan wudhu ia melihat nek Ipeh maka ia menghampiri dan mengajaknya sholat melihat sikap nek Ipeh kepadanya menjadi lebih baik iya pun senang karena pada akhirnya nek Ipeh sedikit demi sedikit menerima kehadirannya.
Sedangkan Siti dan Bejo meratapi kesalahannya pun berusaha mencari bu saroh untuk meminta maaf telah membuat keributan saat menjelang malam hari, melihat Bu Saroh di dapur maka ia akan mencoba membujuknya dengan membantu cuci piring.
" Bu sini biar aku aja yang kerjain" ucapnya menawarkan sambil tertunduk
" udah biar ibu aja" jawabnya rada sewot
" tapi bu...." tetap kekeh untuk membantunya
" ya udah nih ibu mau wudhu" seraya meninggalkan " kasian nenek kamu kayaknya nungguin ibu" ucapnya sambil berjalan
" iya bu ga papa " mencoba sabar lagipula ini salahnya
Saat anaknya menawarkan bantuan Saroh pun berpura pura merubah sikap agak judes. merasa ibunya menjauh Siti semakin merasa bersalah tapi tak membuat dirinya putus asa maka ia akan memberi waktu hingga esok hari mungkin ibu belum bisa memberinya maaf sekarang.
kalian pasti pernah kan membuat kesalahan namun disaat akan meminta maaf orang itu malah menghindar??? Seharusnya kalian berfikir kesalahan ini dilakukan untuk pertama kalinya atau sudah pernah melakukannya namun kalian tidak ingat?????
Author akan jelasin yah alasannya tapi ini versi author
Yang kalian harus tau orang yang seperti itu hanya butuh waktu untuk menyendiri karena apa!!! jika dibicarakan hari itu juga orang itu belum bisa berfikir jernih
Setelah merasa sudah cukup memberi waktu bicarakanlah secara perlahan karena setelah diberi cukup waktu pasti orang itu akan menunggu penjelasan selanjutnya
Kalau masih belum bisa memaafkan bicaralah sekali lagi dan tunjukan bahwa kamu menyesal. bisa jadi orang itu juga sengaja agar membuatmu menyesal karena telah membuat dirinya marah dan kamu tidak mengulanginya setelah tau bagaimana ketika dia marah
Segala macam makanan tersedia di meja makan seperti: ayam goreng tepung, telur ceplok balado, ayam tak bertulang, dan masih banyak yang lainnya. selesai ditata di meja Saroh menyuruh Siti memanggil nek Ipeh, dengan senang hati pun melakukannya karena dengan ini ia merasa ibunya mulai membuka pintu maaf.
__ADS_1
mendengar suara cucunya memanggil untuk makan malam tak lama kemudian nek Ipeh membuka pintu dan mengangguk tersenyum pertanda setuju. Siti pun segera berlalu setelah mendapat jawaban dari neneknya itu. Ipeh pun bersiap siap untuk mandi lalu menuju meja makan.
" ibu lama ya " nek Ipeh menunduk " maaf yah " lanjutnya
Bejo dan yang lainnya pun hanya tersenyum geli sambil geleng geleng kepala merasa tingkah nek Ipeh itu aneh tidak seperti biasa, biasanya ia akan selalu cuek tidak pernah seperti ini
" iya bu ga papa lagipula belum lama juga nunggu ibu" ucap Bejo memberi penjelasan
" bener apa yang dikatain pak Bejo bu mari silahkan duduk" sambil berdiri lalu tersenyum hangat untuk menyambutnya
nenek Ipeh yang mendengar hal itu ia merasa sudah salah menilai menantunya selama ini,sebelumnya ia menyukai Saroh tapi bu Tuti menghasut dan mencuci otaknya agar tidak menyukai Saroh.
Tadinya dia berfikir bakal kena marah karena terlambat ke meja makan namun ternyata dugaannya salah besar Saroh menantunya itu malah menyambutnya dengan tersenyum hangat ia jadi bersalah terhadap apa yang di perbuatanya selama ini maka dari itu ia akan meminta maaf setelah ini.
" nek kok malah bengong " Siti menyadarkan "nek Ipeh ia sendiri bingung dengan sikap nek ipeh tadi merasa bersalah sekarang malah bengong" bergumam lirih
" eh iya " yang langsung tersadar dari lamunannya
Tidak ada yang berbicara saat makan karena memang tidak ada yang akan dibahas hanya ada suara dentingan garpu dan sendok setelah selesai makan Saroh langsung membereskan piring yang kotor kedapur untuk segara dicuci.
Pas selesai makan Siti mengajak nenek dan bapaknya untuk berkumpul diruang tengah Saroh pun langsung saja bergabung dengan yang lain karena anaknya yang mengajak toh piringnya sudah selesai di cuci Siti pun akan mulai membicarakan keinginannya yang sudah ia susun matang matang.
" bu, pak, nek" memulai berbicara serius
" iya kenapa " tanya nek Ipeh sambil menaikan satu alisnya
" buruan" Bejo tidak sabar apa yang akan disampaikan anaknya sampai gugup begitu
" sabar pak mungkin Siti belum terlalu yakin untuk mengutarakannya " mengelus punggung suaminya
Siti menoleh kearah bapaknya yang tidak sabar ia jadi ragu untuk bertanya namun tetap berusaha agar terlaksana ia sudah lama tidak mendaki mungkin ini kesempatan dan peluang yang bagus.
" Aku_" ucapnya ragu
" mau kentut" tebak Bejo yang semakin penasaran Siti pun menggeleng lemah
" atau bab " tebaknya karena melihat keluar keringat di keningnya seperti ora bab
" trus kenapa" nek Ipeh berusaha sabar
__ADS_1
Mendengar itu semua Siti semakin kesal dibuatnya tidak hanya Siti, nek Ipeh, Bejo, dan Saroh pun kesal karena Siti membuat semuanya semakin penasaran akan yang terjadi.untuk itu Siti mencari cara agar suasananya tidak terlalu tegang.
" aku mau cerita nih " sambil meringis
" cuma mau tanya itu "sahut mereka bertiga secara berbarengan tadinya mereka berfikir Siti akan menyampaikan hal penting
" Dahulu kala ada sebuah kehidupan raja hutan lalu raja hutan itu menceritakan hal lucu semuanya tertawa kecuali kera
" terussss" ucap bejo
" keesokan harinya raja hutan merasa sedih karena anaknya hilang semua yang ada disitu pun merasa sedih
"terussss" lanjut bejo masih sebal dengan siti
" tapi tidak dengan kera dia malah tertawa sangat keras sehingga semua hewan menatap kearahnya
Saroh yang merasa suaminya terus memotong pun mulai mengangkat tangan lalu mencubit pinggang bejo lalu berbisik
" bisa diem ga pak, kalo ga aku ga bakal lepasin tangan aku" ucapnya mengancam
" iya iya lepasin dulu"sambil meringis
tapi itu tak lantas membuat Siti berhenti bercerita ia terus bercerita walau pemandangan didepannya itu mengganggu
" raja hutan pun bertanya ' wahai kera kenapa tertawa keras apakah cerita saya lucu'
' apakah kamu merasa senang anak saya hilang kera '
raja hutan tersulut emosi karena ada yang merasa senang dengan hilangnya anaknya, suasana pun cukup mencekam setelah raja hutan bertanya kera masih saja tertawa......
pasti penasaran kan kisah selanjutnya!!!
makanya ikuti terus yah!!!😅😅😅
kenapa kera tertawa sedangkan yang lain tidak????
jawabannya ada di bab selanjutnya 😂😂
jangan lupa vote like and komen yah😄😋
__ADS_1