
selesai mencuci piring Siti pun berlenggang keluar dan bersiap siap kembali ke sekolah sesampainya di sana terlihat teman dekatnya sedang berjalan menuju ke arahnya siti pun mengimbangi dengan jalan santai agar bisa cepat menghampirinya.
" hai besti tumben rada telat " tanya Tia dengan menaikkan satu alisnya kerena setau Tia, Siti biasa berangkat lebih awal dari dirinya dan Siti juga termasuk anak yang rajin dikelas setelah dirinya.
" oh, tadi aku diajak makan di rumah kak Ima lalu Siti bantuin deh setelah selesai makan kan ga enak main asal tinggal, bener ga besti " jelas Siti serta menyunggingkan senyumnya sambil
mengungkapkan alasan dirinya terlambat berangkat kemari
" iya juga yah " sambil menggaruk belakang kepala yang tidak terasa gatal Tia merasa tersindir atas penjelasan Siti tadi namun ia mencoba memahami
" ya udah yok entar keburu ada yang marah sama kita karna telat " menyadarkan Tia yang sedang berdiri melamun memikirkan ucapan Siti tadi
" eh iya " mengimbangi saat berlari karena tangan kanannya ditarik oleh Siti agar tidak terlambat berkumpul di halaman sekolah.
singkat cerita Siti dan Tia pun tiba di gerbang sekolah setelah aktivitas ekskul Pramuka yang paling dihindari oleh keduanya selain itu mereka mencari tempat duduk untuk beristirahat sejenak badannya terasa lelah kalo terus dipaksa pulang takutnya oleng dijalan baginya kegiatan yang satu ini cukup menguras tenaga dan pikiran dalam waktu yang bersamaan.
di rumah sakit nek Ipeh menyuruh Saroh, Bejo, dan salamah berkumpul dirumahnya besok pagi tak hanya itu nek Ipeh juga akan mengundang Tuti bersama Sumi untuk ikut adil dalam hal ini. nek Ipeh ingin menyelesaikan masalah harta warisan secara damai agar anak anaknya akur bukan menjadi orang yang selalu menganggap musuh satu sama lain dan ia ingin selesai hari esok juga.
sesampainya di rumah Saroh maupun Bejo pamit secara bergantian untuk pulang karena sudah tiga hari Siti ia tinggal di rumah selama dirinya disini. nek Ipeh pun mengijinkannya ia juga kasian dengan cucunya yang sendirian di rumah mereka pun bergegas menuju ke kamar beres beres baju kotor untuk dibawa pulang.
tak lama setelah Bejo pergi nek Ipeh meminta Salamah untuk mengantarkan ke rumah Tuti dan Sumi mendengar itu pun kening Salamah berkerut dan langsung menanyakan hal yang ibunya katakan takutnya dirinya hanya salah dengar.
__ADS_1
" Bu, ibu kan belum terlalu sehat apa ibu tidak salah berkata seperti itu" tanya dengan nada lembut memegang tangan nek Ipeh yang sudah keriput
" ibu yakin Salamah ibu..ibu merasa bersalah atas apa yang terjadi saat ini" ucapnya bergetar berusaha tegar sudah cukup ia dikibuli Tuti dan Sumi selama ini.
jawaban ibunya itu membuatnya menghela nafasnya pasrah bisa saja ia merayunya tapi dirinya enggan melakukan hal itu mengingat sifat ibunya yang jika dikekang akan tetap kekeh atas hal yang diinginkannya.
di fikir fikir ada benarnya jika dibahas lagi selain itu tidak hanya Salamah yang ingin jika hak yang seharusnya menjadi miliknya kembali namun juga Bejo buktinya tadi Salamah memperhatikan dengan mata kepalanya sendiri bejo yang terlihat sangat antusias.
Tapi akankah Sumi dan Tuti mau untuk dibagi secara merata????? Salamah tidak yakin akan hal itu!!!!!mereka pasti bakal melakukan cara apapun: belum lagi kakak tiri laki-lakinya Surya yang ambisius dan juga serakah melebihi Sumi atau Tuti walaupun Surya anak tiri tapi dia juga pasti akan minta bagian jika tentang harta.
membahas harta siapa yang tidak ingin???? siapa yang tidak mau?? sebagian orang pasti ingin haknya bukan?????? untuk itulah supaya tidak terjadi perselisihan kumpulkan lah orang yang memiliki hak lalu bahas dengan kepala dingin sampai semua orang yang ikut serta membahas puas dengan hasilnya keputusannya.
Bejo dan Saroh sedang dalam perjalanan pulang mengalami kemacetan membuat Bejo mau tak mau pun turun dari motornya dan mencari tau penyebab jalan macet setelah ditelusuri rupanya ada kecelakaan pengendara mobil dan motor yang berlawanan arah saat ditikungan.
oleh karena itu Saroh menelfon Siti bahwa dirinya akan pulang namun terjebak macet.
Siti yang baru sampai rumah pun berjalan sembari memegang hp menuju kamarnya serta ia berharap Saroh menelfon dirinya dan ternyata usahanya membuahkan hasil karena yang ditunggu tunggu akhirnya menelfonya.
..." Assalamualaikum Siti" berkata dengan keras takut Siti tidak mendengar suaranya apalagi disini terlalu bising akibat pengendara yang terus menerus klakson antara pengendara satu dengan yang lain....
..." Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah akhirnya ibu telfon....Siti udah tungguin loh dari tadi" jujur siti yang menjawab dengan lantang, karena Siti mendengar bunyi klakson yang bersahutan....
__ADS_1
..." bisa aja kamu, eh iya.... ibu telfon itu mau ngasih tau kalo ibu sama bapak udah dijalan pulang, namun jalanan lagi macet soalnya ada kecelakaan kayaknya ibu sampai sana sore deh" ucap Saroh mengira ngira ia sendiri tidak tau akan sampai kapan macetnya....
..." oh gitu yah bu" ucapnya yang terdengar kecewa padahal Siti sudah menahan kangen sejak kemarin dengan Saroh....
..." iya nak....maaf yah kalo Siti kecewa tapi akan ibu usahain deh biar cepat" ujarnya menghibur anaknya...
..." tapi janji loh, kalo gitu Siti tungguin" Siti tidak ingin ibunya berucap hanya untuk menyenangkan dirinya....
..." iya janji.. yaudah ibu tutup dulu yah telfonnya Assalamualaikum"...
..." wa'alaikumsalam" setelah telfonnya ditutup Siti merasa lega karena sebentar lagi ibunya akan pulang dan ia berencana tidur sebentar setelah menjalani hari yang melelahkan....
Saroh yang sudah berjanji pun berusaha untuk cepat cepat pulang tak hanya itu ia juga menyuruh Bejo agar lebih cepat ketika membawa motor melihat jalanan sudah tidak terlalu macet mungkin sudah ditangani oleh pihak kepolisian.
Diperjalanan tiba tiba hujan deras melanda jalanan yang ramai membuat jalanan terasa licin namun Bejo tidak mengurungkan niatnya justru dirinya semakin menambah kecepatan sampai sampai tidak melihat ada lubang didepannya yang sudah di pasang pembatas jalan berbentuk kerucut dan pada akhirnya Bejo mengerem secara mendadak.
ciiiiitttt......
ahhhhhhhhhhh teriak Saroh karena ia tidak berpegangan dengan erat alhasil dirinya terpental hingga menyangkut di atas pohon, kebetulan di sepanjang perjalanan melewati jalan yang di samping kanan ataupun kiri terdapat pohon yang menjulang tinggi. tak hanya Saroh....Bejo pun nyungsep ke dalam lubang akibat mengerem dadakan dan seperti sebuah keajaiban jalanan itu berlubang cukup besar dan berisi air hujan sehingga pakaian serta celananya menjadi kotor.
ibuuuuuuu......
__ADS_1
ingin tau dengan jawabannya?????saksikan terus di bab selanjutnya???