
Mendengar raja hutan marah akhirnya kera pun berhenti tertawa sambil menjawab pertanyaan raja hutan
"saya baru paham cerita yang kemarin raja hutan" ucapnya sambil menunduk malu dengan ucapannya
kegaduhan pun terhenti seketika mendengar alasan sang kera yang sangat tidak masuk akal mereka semua menatap heran lalu hening
1 menit
2 menit
krik krik suara jangkrik bersahutan
semua pun tertawa keras mengingat kebodohan kera yang tadinya suasananya mencekam pun menjadi suara tawa bersahutan
selesai bercerita Bejo, Saroh dan Ipeh pun tertawa terbahak bahak mendengar cerita itu tak lama brutttttttt brutttttt Bejo tertawa hingga perutnya sakit jadilah keluar angin tak lama kemudian mereka melanjutkan tertawa karena suara kentut, suasana yang tadinya tegang pun mencair Siti pun sudah memantapkan hatinya untuk bercerita tentang tujuannya setelah mengatakannya hatinya merasa lega, masih untung semuanya setuju dengan rencananya dan besok ia akan bangun lebih pagi dari biasanya.
nek Ipeh yang memang berencana akan berbicara empat mata dengan Saroh pun segera menyusulnya, sebelum saroh bersiap siap untuk tidur, dirinya langsung saja berlari lalu menghadang Saroh tepat didepan pintu, saat Saroh akan membuka pintu melihat nek Ipeh menghadang jalannya Saroh menatapnya dengan penasaran lalu Saroh pun bergumam di dalam hati.
__ADS_1
'Apakah aku melakukan kesalahan sampai nek Ipeh menghadang jalanku' apakah nek Ipeh ingin mencelakai aku karena pak Bejo sedang tidak ada dirumah' tak ingin berperangsangka buruk akhirnya ia menunggu nek Ipeh berbicara
nek Ipeh yang sebenarnya ingin berniat minta maaf dan menebus semua kesalahannya kepada saroh pun menjadi ragu melihat tatapan Saroh yang menatapnya penuh tanya dan curiga juga dirinya tak ingin berlama lama sebelum bejo kembali dan menuduhnya melakukan yang tidak tidak kepada istrinya nek Ipeh pun akan memulai pembicaraan setelah berfikir antara bicara tidaknya nek Ipeh meraih tangan Saroh lalu menggenggamnya erat lalu mengatakan
" Saroh maafin nenek yah karena selama ini nenek udah jahat sama kamu" ucapnya bergetar sambil terisak.saroh yang mendengarnya pun terasa lega ternyata penantian yang selama bertahun tahun dirinya tunggu dengan mencoba sabar dan ikhlas pun tidak sia sia karena pada akhirnya akan berbuah manis_ pikirnya sambil terharu lalu ia pun membalas menggenggam tangan nek Ipeh seraya berkata " iya nek ga papa aku udah maafin kok sebelum nenek minta maaf" ucapnya juga bergetar karena ia pun merasa terharu dengan apa yang barusan nek Ipeh katakan.
" makasih yah udah mau maafin nenek" masih terisak sambil menghapus air matanya yang tumpah sejak tadi padahal tadinya ia fikir akan mencoba membendung air matanya namun semakin lama ditahan akan terasa susah untuk membendungnya dan pada akhirnya air mata pun tumpah tanpa bisa dicegah
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat cahaya menerobos masuk ke jendela Siti pun membuka matanya ia bergegas mandi lalu sholat dan menyediakan barang apa saja yang akan dibawa nanti agar tidak ada yang tertinggal.
Begitu juga dengan Ipeh, Bejo dan Saroh mereka pun sama seperti yang Siti lakukan bedanya Saroh dan Ipeh sedang memasak bersama, yah setelah mendapat maaf hubungan Saroh dan nek ipeh jauh lebih baik dari sebelumnya, lalu kembali lagi untuk sarapan pagi ini tidak semua hidangan ditaruh diatas meja karena sebagian akan dibawa untuk bekal mendaki.
" pak tumben seger amat tu muka" tanya Siti penasaran semua orang yang ada di atas meja mengarah pada bejo dan setelah di perhatikan emang lebih segar dari biasanya, Bejo pun hanya tersenyum melihat semua yang ada di meja makan melihat kearahnya.
" iya kenapa" nek Ipeh bertanya sambil tersenyum geli menghadap menantunya,sadar dirinya menjadi pusat perhatikan nek Ipeh dan Siti, seketika wajahnya menghangat lalu ia reflek menunduk, siti pun mengikuti arah pandang neneknya, melihat ibunya menunduk pun paham akan apa yang terjadi.
flashback
__ADS_1
saat Siti berhasil mengutarakan niatnya Bejo menjadi cemas karena tak mungkin dirinya mendapat jatah saat disana nanti.
" sayang" bisik nya dengan nada sensualnya tepat ditelinga saroh seraya melingkarkan tangannya diperut istrinya, membuat perempuan yang masih dalam balutan daster itu merinding, apalagi ketika Bejo dengan sengaja memberi tiupan tiupan kecil di jenjang lehernya lalu disusul dengan ciuman yang membuatnya menjadi tanda merah kehitaman lalu Saroh mendesah tanpa bisa di cegah
" Bejo..." lenguh Saroh seraya mencengkram kuat rambut Bejo, menahan desah agar tidak kembali dirinya luncurkan, ia merasa tidak enak dan juga malu secara bersamaan, ini bukan rumahnya melainkan rumah mertuanya jadilah ia bersusah payah untuk menahannya, bejo yang mengerti pun langsung saja menyambar bibirnya Saroh, ********** serta menggigitnya kecil, Saroh pun berusaha menyeimbangkan sambil membalas permainan bibir Bejo, tangan Bejo pun perlahan lahan membuka baju lalu meloloskannya lewat kepala.
tadinya ia berfikir langsung saja merobeknya namun melihat istrinya menahan desahnya akhirnya ia mengurungkan niatnya,setelah melihat benda kenyal yang masih tertutup kain berwarna merah, bejo langsung saja membuka pengaitnya lalu membuangnya kesembarang arah, lalu langsung saja memasukan kedalam mulutnya, menghisap layaknya bayi dan tangan yang satunya tak lagi diam melainkan meremas benda kenyal yang satunya lagi.......
💓💓💓💓
pasti tau kan kelanjutannya seperti apa nantinya?????
kita kembali ke meja makan yah????
saat dimeja makan suasana pun seperti biasa sunyi tak lama kemudian semua orang selesai makan lalu berjalan menuju tempat pendakian alasan mereka juga beda beda yah seperti nek Ipeh dia setuju karena ia tak ingin membuat Siti sedih dan juga agar bisa mengenal Saroh lebih kenal mengenal satu sama lain, setelah di fikir fikir ide mendaki juga tidak terlalu buruk maka dari itu dirinya setuju.
sedangkan Saroh menyetujui karena Saroh berfikir dengan ini ia jadi lebih bisa dekat dengan nek Ipeh dan ia memang sudah lama tidak mendaki. lalu Bejo sebenarnya dirinya tidak setuju dengan ide ini karena ia tidak akan dapat jatah tapi melihat Saroh dan ibunya setuju ia pun pasrah.
__ADS_1
setelah semua peralatan sudah lengkap dan tidak ada yang tertinggal mereka pun keluar dari rumah dengan jalan kaki soalnya jaraknya tidak terlalu jauh lagipula kalau naik motor juga mana bisa satu motor empat orang,satu jam kemudian mereka semua istirahat ditepi jalan karena merasa lelah, di rasa sudah tidak terlalu lelah mereka pun melanjutkan perjalanan yang sebentar lagi sampai.
jangan lupa ikuti terus yah cerita????