Perebutan Harta Warisan

Perebutan Harta Warisan
25


__ADS_3

malam hari sekitar jam setengah sembilan Tuti sedang bersiap siap untuk menepati janji bertemu dengan Samsul Tuti pun berdandan natural agar tidak terlihat menor dan juga Somad tidak curiga dengan penampilan nya untung saja Tuti sudah terbiasa berdandan walaupun tidak berpergian keluar


tepat seperti dugaan Somad masuk kamar dan terlihat dari pantulan cermin Somad pun terpesona melihat penampilan Tuti yang lebih cantik dari biasanya di usianya yang sudah tidak muda lagi Somad pun merasa yang dibawah sudah menegang apalagi Somad hanya memakai celana bokser yang siapa saja bisa melihatnya ada tonjolan besar ingin mengepul keluar


langsung saja Somad menaruh kedua tangannya di perut lalu berusaha membalikkan tubuh Tuti yang masih membelakangi Somad dan tanpa aba aba Somad mencium bibir yang terasa manis, menghisap dengan menggigit kecil agar Somad bisa menelusuri rongga yang terasa hangat


mendapat serangan mendadak awalnya Tuti diam saja karena terkejut namun itu tidak berlangsung lama seperti sekarang Tuti mulai mengimbangi permainan Somad namun Tuti teringat akan janjinya Tuti pun reflek mendorong tubuh Somad agar menjauh darinya


" kamu kenapa Tuti!! apa aku ada buat salah " gertak Somad dengan nada tinggi Somad yang masih kesal dengan sikap Tuti yang tiba-tiba mendorong dirinya seakan ingin menghindar


" bisa gak sih! kamu jangan bentak aku terus aku capek dengan sikap kamu yang selalu marah marah sama aku dan kamu tanya apa salah kamu? tanya dong sama diri kamu sendiri" ucap Tuti dengan nada yang tinggi sama dengan Somad


perkataan Tuti membuat Somad menganga seketika baru kali ini Tuti berani menjawab ucapannya selama bertahun tahun Somad menjadi suami Tuti baru kali ini juga Tuti menolak sentuhan yang ia berikan padahal dulu secapek apapun Tuti tetap akan melayani bahkan bisa sampai pagi


Tuti pun keluar dan menutup pintu dengan keras hingga menimbulkan suara dentingan pintu Tuti juga tidak lupa membawa tas selempang kesayangan nya meski barang diskonan


sudah berjalan cukup lama Tuti pun melihat tukang ojek yang biasa mangkal di pertigaan


" bang bisa antar ke vila cempaka" tanya Tuti


" vila cempaka? bisa Bu tapi ongkosnya tambahin soalnya jaraknya lumayan jauh bisa gak bu" tawar tukang ojek yang masih muda dan usianya pun bisa di tebak sekitar 18 tahun


" iya udah deh saya tambahin tapi agak cepat yah soalnya saya udah telat" jawab Tuti


setelah di timang mending tambah ongkos daripada harus jalan kaki dan cari ojek yang lain mending sama yang di depannya udah ganteng, masih muda lumayan lah buat cuci mata

__ADS_1


lima belas menit kemudian mereka sampai di vila yang Samsul kasih dengan pekarangan yang penuh bunga ada kolam renang di samping vila dan halaman vila juga cukup luas


Tuti pun berjalan masuk menuju vila dan ia terlebih dahulu masuk ke kamar kemudian bergegas ke kamar mandi untuk mengganti pakaian yang akan digunakan melayani Samsul setelah selesai tuti memberi pesan terhadap Samsul


" mas Samsul saya sudah sampai di vila sesuai alamat " begitulah isi pesan tersebut


Samsul sedang berada di teras rumah menunggu kabar dari Tuti dan akan memberi tahu terhadap orang yang sudah menyuruhnya untuk membuat Tuti berada di vila Samsul segera menyampaikan berita penting bahwa tuti sudah di sana Samsul juga tidak ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh pria asing itu yang terpenting Samsul mendapat uang yang jumlahnya cukup banyak


" orang yang anda cari sudah berada di vila cempaka saya ingin anda mentransfer uang yang sudah anda janjikan " isi pesan tersebut sudah terkirim kepada si penerima


tak lama


tringgg


mendengar suara yang berasal dari ponsel Samsul langsung saja mengecek ternyata orang yang menyuruhnya sudah memberi uang sebagai imbalan atas hal yang sudah ia lakukan padahal Samsul mengganggap hal yang dilakukannya termasuk sepele namun sangat menguntungkan Samsul


" pergi ke vila cempaka sekarang tugas kalian kalian ada disana, ingat pakailah topeng dan bermainlah secara bijak " tegas nya menyuruh anak buah


" baik mister " ucapnya yang begitu yakin bahwa ia bisa menyelesaikan tugas nya


orang suruhan pria asing sedang berjalan menuju vila cempaka yang lokasinya tidak jauh dari tempatnya sekarang hingga tiga 5 orang tersebut bisa cepat sampai


sesampainya di sana kelima pria yang usianya berbeda beda ada yang bisa dibilang masih muda dan juga ada yang sudah tidak muda lagi tapi belum bisa di bilang tua karna otot-otot yang ia jaga selama ini membuatnya masih terlihat muda


salah satu dari mereka mengetuk pintu dengan sopan namun sama sekali tidak mengeluarkan suara

__ADS_1


Tuti yang sudah memakai lingerie yang tipis sehingga kedua buah dada yang akan membludak seketika bila sekali sentuh dengan rambut yang di ikat asal Tuti pun menyemprotkan minyak wangi agar semerbak dan siapa saja yang melihatnya pasti akan langsung menerkam


setelah sudah selesai Tuti membuka pintu dan kedua matanya terkejut ternyata bukan Samsul melainkan 5 pria yang memakai topeng sedang menatap penuh nafsu kearahnya karna Tuti tidak memakai bathrobe untuk menutupi tubuhnya


" cari siapa " tanya Tuti tanpa masuk mengambil sesuatu yang bisa menutupi kedua buah dadanya


" kami mencari Tuti apakah ada? " tanya pria bernama Anton


" dengan saya sendiri memangnya ada keperluan apa mencari saya?" jawab Tuti dengan ketus


" apa anda kenal dengan Samsul? dia sekarang lagi di sekap oleh bos kami sekarang saya di suruh bos saya untuk meminta tebusan sebesar 1M " ucap Dedi dengan tegas


penuturan dari salah satu dari mereka membuat Tuti terkejut dari mana dirinya mendapat uang sebesar itu? namun Tuti tak lantas percaya begitu saja karna takut pria itu menipu dirinya


" tunjukkan bukti "tagih Tuti dengan menodongkan tangan berharap salah satu dari mereka menyerahkan buktinya


" ini anda bisa lihat sendiri dengan mata kepala anda " ujar lukman sambil menyodorkan ponsel untuk menunjukkan foto


Tuti terkejut setelah melihatnya dengan seksama ia melihat tangan dan kakinya Samsul di ikat dengan rantai serta mukanya yang terlihat bonyok karna bekas pukulan yang terlalu keras sehingga disudut bibirnya keluar darah segar yang mengalir


flashback


sebelum menyuruh anak buahnya pria asing tersebut terlihat dahulu menyuruh Samsul untuk pergi ke gedung setelah selesai transaksi Samsul hanya menurut untuk pergi ke gedung agar ia tidak kehilangan uang yang dirinya dapat dengan mudah


sesampainya di sana pria asing itu menyuruh untuk duduk tak lama ada tiga orang berbadan besar yang langsung mengikat Samsul dengan waktu 5 menit tak lupa salah satu dari mereka memukul wajah Samsul dengan keras dan berhasil mengeluarkan darah

__ADS_1


setelahnya pria asing itu memotret Samsul lalu mengirimkan foto tersebut terhadap orang suruhannya agar Tuti percaya dengan rekayasa yang ia buat


__ADS_2