
Sesampainya hidayah dan Arip di depan kamar Sumi langsung saja Arip mengetok pintu
tok
tok
tok
karna sudah diketok dan tidak ada jawaban mereka berdua mencoba untuk membuka pintu secara perlahan
" kakk pintunya gak di kunci " seru Arip jadi Arip pun secara perlahan lahan membukanya takut bila Sumi sedang tidur dan terbangun karena ulahnya
" hati hati yah " ujar hidayah yang juga was-was dengan jantung yang berdegup lebih kencang dari biasanya mungkin terlalu tegang
di perjalanan pulang Somad yang sedang bermain ponsel tiba tiba ada nomor yang tidak dikenal seperti memperingatkan Somad untuk waspada
" mungkin boleh sekarang anda bersenang senang tapi tunggu 3 hari nanti " begitulah isi pesan tersebut
Somad hanya menanggapi pesan itu dengan cuek ia pikir itu hanya orang yang sedang iseng terhadap dirinya Somad pun memilih membalas dari pada mendiamkan nya Somad merasa tertantang dengan hal itu
" oke saya tunggu " setelah membalas pesan Somad hanya tersenyum tipis ia tidak terlalu memahami isi pesan itu hanya sekedar ancaman atau menjadi kenyataan
__ADS_1
orang yang mengirim pesan ancaman menjadi kesal dibuatnya apalagi Somad tidak terlihat takut sedikitpun setelah melihat isi pesan yang ia kirim? tanggapan Somad pun seperti menantang nya balik
" boleh sekarang Somad terlihat biasa saja tapi tunggu 3 hari lagi permainan akan segera di mulai " diakhiri dengan senyum licik
sesampainya di rumah Somad langsung masuk kedalam dan melihat putra yang sedang tiduran di sofa ingin sekali Somad menjodohkan putra dengan wanita pilihan nya namun Somad masih bersabar menunggu putra membawa wanita pilihan putra
" putra ibu kamu mana tumben ga keliatan " tanya Somad memang sedari tadi Tuti tidak keliatan biasanya Tuti akan keluar hanya untuk menyapanya jika Somad sudah pulang
" oh ibu lagi pergi ke warung kayaknya " jawab putra masih fokus terhadap telfonnya
" kamu kapan mau ngenalin cewek untuk pendamping hidup kamu putra? bapak semakin lama akan semakin tua bukan semakin muda bapak ingin melihat kamu bahagia " jelas nya
pura yang tadi masih fokus dengan telfon genggam nya sekarang beralih menatap Somad dengan tatapan yang sulit di artikan
" ya udah bapak kasih kamu waktu 1 bulan jika kamu belum mendapatnya terpaksa bapak jodoh kan kamu dengan pilihan bapak " tawar Somad yang lebih cenderung mengancam
" oke kalo itu yang bapak mau " putra terpaksa mengiyakan penuturan Somad agar dirinya tidak kelewat emosi
Somad pun menepuk bahu putra lalu berlalu pergi ke dalam rumah ia senang akhirnya kemauannya dituruti
sedangkan putra dia bingung mau mencari dimana perempuan yang mau dengan dirinya? lalu apakah dirinya bisa percaya terhadap perempuan yang baru ia temui? memikirkan semuanya membuat putra pusing tujuh keliling dengan keinginan Somad yang kekeh agar dirinya cepat menikah
__ADS_1
di warung
" pak samsul kangkung 1 iket berapa " tanya Tuti kepada penjaga warung kebetulan yang jaga suaminya jadi Tuti bisa minta diskon
" lima ribu aja Bu tuti " jawab Samsul yang sedang memisahkan sayuran yang masih layak dijual
" satu lima aja yah nanti saya sekalian beli ikan laut seperempat gimana " tawar nya supaya bisa sama sama untung
" yah gak bisa Bu " ucap Samsul saat dipikir pikir kalo kangkung sama ikan seperempat kan 6k belum lagi entar ikannya ditawar 4k bisa rugi kalo gini
" gitu ya pak pliss lah pak bapak boleh minta apapun yang bapak mau " mohon Tuti yang masih belum menyerah untuk mendapat diskon
" baiklah kalo begitu ambil aja deh Bu tapi beneran saya boleh minta apapun " jawab Samsul sedang mencari kesempatan dalam kesempitan
" iya pak beneran " ujar Tuti semangat karena sebentar lagi bisa mendapat diskon
" kalo gitu nanti malam ibu Tuti bisa ga melayani saya di vila Cempaka tapi jangan sampai ada yang tau " bisik Samsul tepat di telinga Tuti
" boleh deh " tak apa melayani Samsul yang penting bisa dapat dengan harga murah
karna sudah menunggu Tuti yang sangat lama ke warung membuat Somad ingin menyusul ke sana namun saat akan mencari suara Tuti terlebih dahulu terdengar hingga Somad memilih rebahan kembali
__ADS_1
sedangkan Tuti sedang memikirkan cara agar bisa keluar nanti malam tanpa ketahuan putra ataupun Somad Tuti juga ingin merasakan bagaimana nikmatnya melayani Samsul yang lebih muda satu setengah tahun dari suaminya pasti lebih hot
membayangkan saja sudah membuat celananya basah bagaimana bila sampai kejadian huh tidak bisa Tuti bayangkan sekarang pun tuti sudah mendapat ide yang cocok untuk bisa keluar nanti malam