Perebutan Harta Warisan

Perebutan Harta Warisan
bab 16


__ADS_3

hah... hah...hah Siti mengatur nafasnya yang masih memburu ia bersyukur ternyata itu hanya mimpi buruk tapi tak lantas membuat Siti tenang.pada akhirnya Siti mengecek keluar apakah orang tuanya sudah sampai??? ternyata zonk hal itu membuatnya semakin gelisah. Siti pun memiliki niat untuk pergi ke rumah kak Ima agar bisa menceritakan kegundahan hatinya.


di rumah Ima yang sedang bersiap siap untuk bercinta bersama suami tercintanya yaitu Sugi, mereka berniat ingin membuatkan adik untuk Eka mengingat umur Eka yang sudah tujuh tahun menurut Sugi sudah cocok jika Eka menjadi seorang kakak. Ima keluar dari kamar mandi dengan mengenakan daster tipis sepanjang lutut, rambut yang sengaja digerai panjang, dua benda kenyal yang tercetak jelas, wangi parfum yang menyeruak, serta bibir tipis yang sedikit terbuka seakan mengundangnya masuk.


Sugi mendekati secara perlahan karena Ima sudah membuatnya susah menelan ludahnya. tanpa aba aba Sugi langsung saja mencium dengan sedikit brutal, menghisap serta menggigit bibir bawah agar lidahnya bisa mengeksplor masuk kedalam rongga yang hangat, sadar Ima yang sudah kehabisan nafas membuat sugi melepaskan ciumannya.


Ima mengambil nafas sebanyak banyaknya lalu mengeluarkannya melalui mulut sebanyak tiga kali, melihat Sugi sedang mengendalikan hasrat birahinya supaya tidak terlalu brutal terhadap istrinya. membuat Ima menyusulnya lalu duduk dipangkuanya dengan jemari lentik yang berusaha membuka kancing kemeja, saat sudah terbuka semuanya tangannya menelusuri bagian dada hingga berhasil membangkitkan hasrat Sugi, melihat itu dirinya pun segera mengalungkan kedua tangannya ke leher Sugi.


sebenarnya Sugi tidak ingin melanjutkannya karena sang istri terlihat lelah namun apa daya Sugi hanya makhluk yang tidak akan pernah puas dengan sentuhan istrinya. apalagi Ima dengan sengaja menggoda dirinya, semakin ia menahan hasratnya celananya akan terasa semakin sesak. dirinya sudah berusaha agar tidak tergoda namun miliknya semakin keras membuatnya merasa tidak nyaman apalagi senjatanya sudah berdiri tegak sejak tadi seakan ingin masuk kedalam goa yang hangat.


usahanya tidak hanya sampai situ Ima bahkan membuka resleting Sugi hingga terlihat lah senjata yang sudah mengeras lalu Ima turun dari pangkuan Sugi dan berjongkok didepan ************. Ima langsung saja memasukan senjata yang besar nan berurat kedalam mulutnya, memaju mundurkan mengikuti ritme, menghisapnya dengan cepat hingga terdengarlah erangan erangan kenikmatan.


" ahh imaaa " rintihan Sugi yang sebentar lagi mencapai puncak kenikmatan dan tangannya pun menekan kepala Ima agar miliknya semakin tenggelam di dalam mulut Ima.akan tetapi sebelum meraih puncak kenikmatan terdengar pintu diketuk oleh seseorang membuat Sugi kesal setengah mati apalagi Ima juga berhenti memainkan senjatanya ketika mendengar ketukan pintu dari luar, pada akhirnya Sugi memilih beranjak pergi ke kamar mandi seraya mengambil handuk melanjutkan aktivitas nya sendiri. Ima tersenyum merasa lucu melihat tingkah suaminya yang sedang kesal ia pun menjadi tidak enak kepada Sugi.

__ADS_1


sementara itu Ima pun ikut beranjak sambil memakai jaket karena tidak mungkin dirinya keluar dengan pakaian seperti ini bisa marah kalo suaminya tau. saat pintu dibuka ternyata adeknya sendiri yang sudah berhasil mengganggu aktivitas yang menguras keringat.


"kak, kak Ima" tok tok tak lama sang pemilik rumah membukakan pintu Siti merasa beruntung yang membuka kak Ima bukan kak Sugi yang membuatnya bisa langsung bercerita bahwa ibu sama bapak akan pulang hari ini beserta mimpi yang dialaminya.


" ada apa dek kok keliatannya kaya buru buru" tanya kak Ima


" kak tadi ibu ngabarin Siti kalo ibu sama bapak sedang dalam perjalanan pulang namun terjebak macet jadi tidak bisa cepat sampai sini tapi, bukan itu yang buat aku buru buru tadi Siti mimpi buruk aku mimpi ibu sama bapak kecelakaan saat dijalan pulang" ucapnya menghela nafas


" tuh kan bisa jadi mimpi tadi karna kamu belum baca doa Siti, lain kali kalo mau tidur jangan lupa baca doa biar gak bermimpi buruk" nasehat kak Ima


" iya kak makasih yah atas sarannya Siti jadi merasa lebih lega dari sebelumnya, ya udah aku pamit dulu" ujar Siti


" iya" ucap kak Ima

__ADS_1


sebenarnya Ima kasihan terhadap suaminya karena harus bersolo karir lagi, Ima pun kembali ke kamar untuk berganti pakaian. Untuk Eka dia sudah pisah kamar sejak satu minggu lalu, entah apa yang membuatnya memilih hal itu padahal sebelumnya Eka tidak mau tidur sendiri dan tetep kekeh tidur bersama dengannya.


" yang dateng siapa tadi" tanya Sugi yang sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih kesal


" oh itu, adik aku ngabarin kalo ibu sama bapak lagi dijalan pulang namun terjebak macet, bukan cuma itu siti juga bilang kalo dia mimpi buruk jadi dia kesini cerita sama aku" jelasnya


" kirain siapa, ganggu aja!! dia kesini cuma mau ngabarin itu doang sama kamu" ucap Sugi merasa kesal bagaimana tidak sebentar lagi akan mencapai puncak kenikmatan tapi malah ada yang menggangu dan dia berniat akan menagihnya lain kali.


dijalan Bejo sedang bersantai bersama istrinya sambil memakan gorengan dipinggir jalan, tadi saat dijalan motornya mogok setelah di cek ternyata bensinnya habis maka dari itu bejo mengajak istrinya untuk mencari pom bensin terdekat. namun diseberang jalan bejo melihat ada penjual gorengan yang membuatnya menjadi lapar apalagi saat di rumah ibunya Bejo maupun Saroh tidak sempat makan.


sudah tiga puluh menit mereka singgah dengan menikmati gorengan tiba tiba Saroh teringat akan janjinya kepada Siti lalu ia menyenggol lengan suaminya dan mengajaknya untuk kembali melanjutkan perjalanannya sambil mengingatkan bahwa mereka sudah ditunggu Siti di rumah. perkataan Saroh membuat dirinya bergegas membayar gorengan lalu menaiki motor tak lupa Saroh juga ikut.


Siti yang tadinya merasa tenang sekarang kembali gelisah apalagi sampai saat ini ibunya tidak memberi kabar sama sekali. untuk itu Siti mencoba menelfon namun tidak diangkat padahal aktif ia juga sudah mencoba beberapa kali tapi tidak ada yang di angkat satupun. Saroh sebenarnya samar samar mendengar hp nya berbunyi namun ia menganggap itu hanya perasaan dirinya saja. kalau pun benar Saroh juga tidak akan mengangkat karena Saroh sudah bisa menebak pasti yang menelfon dirinya adalah Siti karena sudah membuatnya menunggu kelamaan dan dirinya juga tidak ingin membuang buang waktu walau hanya sekedar mengangkat telfon.

__ADS_1


__ADS_2