
setelah dipindahkan keruang rawat Saroh bertanya kepada dokter boleh tidaknya masuk untuk melihat kondisi nek Ipeh sang dokter pun mengizinkan cuma boleh satu atau dua orang tidak boleh lebih dari itu, saat dokter mengizinkannya ia langsung saja mencari Bejo dan Salamah yang ternyata sedang sholat melihat itu Saroh pun mengurungkan niatnya karena ia tidak ingin mengganggu mereka saat ini, dirinya juga ingin masuk terlebih dahulu namun dirinya merasa tidak enak dengan Salamah untuk itu ia lebih memilih duduk di bangku tunggu.
saat Salamah dan Bejo yang mengganggap diri mereka telah gagal menjaga ibu, Salamah pun mengajak adiknya sholat seraya mendoakan kesembuhan ibu Ipeh dan juga ingin menenangkan hatinya, disaat berdoa sebenarnya Bejo tahu istrinya sedang mencari dia dan kakaknya dari bayangan kaca ia ingin menghampiri namun melihat kakaknya yang sedang khusuk berdoa membuat ia mengurungkan niatnya selesai berdoa mereka berdua menuju ruangan ibu Ipeh, sampai di sana Salamah memanggil Saroh orang yang dipanggil pun menoleh sambil tersenyum dia langsung saja memberi tahu bahwa dokter sudah boleh mengizinkan masuk tetapi satu atau dua orang yang masuk kedalam tidak boleh lebih, mendengar perkataan itu Salamah bergegas masuk kedalam.
saat masuk Salamah melihat dengan mata kepalanya sendiri ibunya sedang di infus dan belum sadarkan diri ia pun menghampirinya sembari duduk
" Bu maafin Salamah yah karena selama ibu dalam keadaan sadar Salamah jarang ke tempat ibu setelah cekcok akan masalah harta" hiks hiks sambil menangis haru sebenarnya Salamah tidak haus akan harta namun ia juga tidak terima saat dengan semena-menanya Tuti mengatakan bahwa ia dan Sumi yang berhak atas warisan ibunya, mendengar pernyataan itu dari mulut adiknya ia pun sempat adu mulut dengan Tuti dan juga Sumi karena tidak ingin hal itu terjadi lagi ia pun berusaha untuk ikhlas, itulah mengapa ia sangat jarang ke rumah ibu Ipeh dirinya fikir kedua adiknya yang akan bersedia mengurus ibu nyatanya mereka hanya ingin mendapat hartanya saja dan tidak ingin mengurus ibu Ipeh padahal diantara keempatnya hanya rumah Tuti dan Sumi yang paling dekat menurut perkiraannya.
setelah selesai menyampaikan keluh kesahnya Salamah merasa lega ia pun keluar soalnya ia tahu pasti Bejo atau pun Saroh ingin melihat kondisi ibu Ipeh, saat keluar Bejo melihat kearah istrinya seolah meminta izin lalu Saroh hanya tersenyum sembari mengangguk ia pun masuk kedalam dengan mata yang berkaca-kaca melihat kondisi ibunya Bejo pun menggenggam tangan ibu.
" maafin Bejo yah bu karna belum bisa jagain waktu ibu sakit seandainya Bejo bawa ibu ke rumah sakit dari kemarin pasti ibu tidak seperti sekarang ini" ucap Bejo yang masih menyalahkan diri sendiri ia memang merasa ini semua salahnya yang tidak becus menjaga ibu disaat sakit. setelah itu ia keluar agar bisa bergantian dengan Saroh yang juga ingin melihat kondisi ibu, saat melihat Bejo keluar ia pun bergantian untuk masuk.
" Bu sekali lagi Saroh ingetin bahwa Saroh sudah memaafkan kesalahan ibu, semoga ibu cepat sadar yah kasian Bejo dan Salamah mereka terus menyalahkan diri mereka sendiri karena merasa gagal menjaga ibu, Saroh mohon Bu" ujarnya berlinang air mata setelah selesai berbicara ia pun berdiri akan keluar ruangan tetapi Saroh merasa ada yang memegang tangannya ia pun menoleh ternyata yang memegangnya ibu Ipeh, dirinya pun kembali duduk sambil menunggu siuman karena ia yakin sebentar lagi mertuanya akan segera sadar.
__ADS_1
tak lama ternyata ibu yang tengah berbaring pun sadar seraya membuka kedua matanya lalu Saroh segera memencet tombol agar dokter ataupun suster segera datang memeriksa karena telah datang ia keluar membiarkan mereka memeriksanya, disaat dirinya keluar Salamah dan Bejo pun menjadi semakin panik apalagi tadi mereka melihat dokter bersama suster masuk.
" ke.. napa dokter masuk apa yang terjadi Saroh " ujar Bejo gugup dirinya sudah berfikiran negatif thinking akan terjadi hal buruk terhadap ibunya, ia pun tidak bisa berfikiran positif maupun berfikir jernih di situasi sekarang ini, Salamah pun belum berhenti menangis sebelum mengetahui keadaan ibunya. Saroh yang melihat itu pun segera menyampaikan kabar baik bahwa ibu Ipeh sudah Siuman tadi dokter masuk hanya untuk diperiksa lebih lanjut bejo dan Salamah pun sedikit lega mendengarnya.
sedangkan di rumah Siti yang sedang mencari keberadaan Saroh pun menjadi teringat bahwa ibunya tadi berpesan kepadanya akan pergi ke rumah neneknya, mengingat itu Siti pun membuka tudung saji karena ia merasa lapar setelah mengerjakan tugas matematika lagipula dirinya baru pulang sekolah selesai makan ia sholat setelah itu ia berniat menelfon ibunya untuk menanyakan kondisi neneknya yang sedang sakit.
" assalamualaikum Bu " salamnya kepada Saroh tak lama ibunya pun menjawab
" wa'alaikumsalam nak tumben telfon" ucapnya dengan nada mengejek pasalnya memang jarang sekali Siti telfon.
" iya iya ibu tuh bukanya sewot emang bener kan yang ibu bilang tadi" Saroh merasa senang jika mencari gara gara terhadap anaknya terutama Siti yang paling mudah sewot dirinya pun menjadi semangat untuk mengejek.
" tau ah ibu ngeselin " walaupun Siti tau ibunya hanya becanda tapi entah kenapa dirinya selalu kesal ketika ibunya terus menerus meledeknya.
__ADS_1
" ih kamu aja yang mudah marah nanti cepat tua loh" setelah berkata seperti itu Saroh merasa ada kebahagiaan tersendiri dihatinya ketika membuat Siti kesal.
" ibu kok doain Siti cepat tua" rengek Siti dengan manja terhadap Saroh mendengar anaknya merengek manja membuat ia semakin ingin mengejeknya secara terus menerus.
" udah ah jadi lupa kan tadi Siti mau tanya keadaan nenek gimana bu udah sehat kan" Siti pun berbicara dengan nada serius dirinya ingin tahu perkembangan neneknya sampai tahap mana.
" tadi sebenarnya nek Ipeh dibawa ke rumah sakit karena semalaman demam dan ada bintik merah ditangan saat selesai diperiksa ternyata nenek kamu itu mengidap penyakit DBD dan disarankan rawat inap, alhamdulillah sekarang nek Ipeh sudah siuman dan keadaannya jauh lebih baik dari sebelumnya.
" syukur Alhamdulillah kalo gitu Bu Siti ikut seneng dengernya" ucapnya Siti tadinya ia khawatir saat tau neneknya itu terkena DBD namun setelah mendengar penjelasan ibunya dirinya menjadi lega.
" Siti ibu kayaknya ga bisa pulang nanti soalnya harus gantian buat jagain nenek kasian kalo cuma Bejo sama Salamah" Saroh memberi tahu akan rencananya terhadap Siti ia tahu suami dan kakak iparnya pasti kelelahan karena menjaga nek ipeh, Siti yang mendengar itu pun paham ia tidak boleh egois untuk saat ini.
" iya Bu ga papa, Siti paham kok tapi ibu jangan sampai kecapean, jangan lupa juga makan yah Siti takut ibu ikut sakit nantinya" ucapnya memperingati ibunya dia tau bahwa Saroh punya penyakit maag dan tipes, mendengar anaknya yang memberi perhatian kepadanya ia pun terharu
__ADS_1
" iya Siti tenang aja ibu ga bakal kecapean kok kan ibu sudah bilang disini bukan cuma ibu dan bapak tapi ada juga Salamah, dan kamu tenang aja ibu pasti ga lupa makan" jawabnya agar Siti tidak khawatir dengan dirinya setelah itu Siti pun mengakhiri telfonnya.