
di rumah Somad sedang cemas menunggu Tuti yang tidak kunjung pulang Somad pun sudah menelfon teman sosialita nya Tuti namun tidak ada yang tau tentang keberadaan Tuti yang pergi tanpa memberi kabar
Somad merasa bersalah karena telah memperlakukan Tuti dengan buruk sehingga membuatnya pergi padahal Somad juga ada alasan dibalik itu semua setelah perjanjian Somad malam hari itu membuat Somad terpaksa melakukannya
di vila cempaka
setelah memberikan bukti yang cukup agar Tuti percaya dengan yang dilihatnya Tuti pun melihat ke arah lima orang yang berada di depannya
" tolong lepaskan mas Samsul " melas Tuti dengan bertekuk lutut di depan lima pria tersebut
mereka semua tersenyum menyeringai sambil melirik satu sama lain karena rencananya berjalan sesuai apa yang mereka harapkan, tidak hanya itu Dimas juga bersiap siap untuk merekam apa yang akan terjadi selanjutnya
" apa anda punya uang 1M atau jaminan yang lain sebagai tebusan " tanya fajar
" saya tidak punya uang sebesar itu ataupun barang yang bisa digadaikan " jawab Tuti sambil menahan tangis memang benar ia tidak punya uang sebanyak itu walaupun Tuti pernah menjual pohon jati hasil dari menjualnya secara diam diam namun uangnya sudah habis tidak tersisa
" jadi apa yang bisa anda lakukan untuk kami sebagai gantinya " tanya Anton yang sedang berusaha memanas manaskan suasana
__ADS_1
sejenak Tuti berfikir ia juga apa yang harus ia lakukan sekarang? uang tidak punya, rumah milik Somad ia hanya menumpang satu satunya yang ia punya hanya tubuh sendiri? apa ia harus melakukannya tapi... ah sudahlah daripada mas Samsul kenapa Napa kan aku bisa terlibat dalam hal ini
" saya bisa memuaskan kalian semua " ucap Tuti dengan suara beratnya sontak saja jawaban Tuti membuat Anton, Lukman, Dedi, Dimas, dan fajar tertawa terbahak bahak mereka semua tidak yakin Tuti bisa memuaskannya
" asal kalian tau saya sanggup memuaskan kalian apalagi cuma lima orang jangankan lima sepuluh saja bisa " tantang Tuti supaya mereka berhenti menertawakan dirinya
" waw ternyata anda cukup buas saya pikir baru setengah main udah loyo " balas fajar yang mudah terpancing emosi namun kelicikannya tidak dapat diragukan lagi
penuturan fajar sontak membuat Tuti ingin sekali menghajar pria yang karismanya melewati batas dan terlihat sangat tampan namun sikapnya yang arogan membuat ia mengurungkan kembali niatnya memujinya
" apapun syaratnya saya akan terima " yah Tuti akan menerima syarat yang diberikan pria asing yang terpenting Samsul bebas
mendengar kata apapun yang berarti akan melakukan apa saja yang di perintahkan olehnya kelima pria itu pun mulai berfikir syarat apa yang cocok agar Tuti akan terus terikat dengan segala perintahnya
Dimas melihat penampilan Tuti dari atas sampai bawah dan dapat dilihat sekali bahwa orang yang didepannya terlihat betapa murahnya, awalanya mereka terkejut dengan alasan yang diberikan Samsul karna Tuti mau melayani Samsul hanya karena barang diskonan namun melihat tingkahnya membuat mereka juga yakin bahwa Tuti akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia mau termasuk menjual diri
Dedi juga teringat dengan perkataan bosnya yang meminta untuk mengajukan syarat yang bisa membuat Tuti tidak bisa keluar karena ulahnya sendiri dan sekarang ia sudah mempunyai ide untuk itu
__ADS_1
" apakah anda mau bekerja di bar teman saya sebagai wanita penghibur kebetulan ada job yang masih kosong gimana " tawar Dedi dengan senyum smirknya
sontak saja Tuti terkejut bukan main dengan syarat yang mereka ajukan, sekarang Tuti bagai makan buah simalakama disatu sisi ia ingin menyelamatkan nyawa Samsul agar dirinya tidak terbawa bawa tentang masalah penculikan yang dialami Samsul disisi lain tawaran yang mereka ajukan termasuk sulit Tuti terima akhirnya mau tidak mau Tuti pun menerima syarat tersebut
" oke saya terima tapi berapa hari saya bekerja di sana " jawabnya sambil bertanya namun penuturan Tuti membuat kelima pria tersebut merasa heran dibuatnya
hebat juga wanita ini bisa langsung menerima syarat yang gue ajukan tapi yasudah lah toh yang penting tugasnya sudah selesai batin Dedi
emang Tuti tidak tau menerima tawaran tersebut sama saja sudah masuk kedalam kandang singa tidak ada yang tau kapan keluarnya batin fajar yang merasa heran jika Tuti langsung bisa menerima
salut gue baru kali ini ada cewek yang main langsung terima gitu aja tidak seperti cewek yang gue temuin sebelumnya susah banget dibilangin batin Dimas
wah kenapa gampang sekali tugas yang diberikan bos batin Anton
kayaknya ada yang salah sama wanita ini apa sebelumnya pernah sakit jiwa yah terus belum sembuh dibalikin karna tidak sanggup merawat nya batin Lukman
batin mereka berbeda beda setelah mendengar penuturan Tuti yang terlihat tidak ragu dalam mengambil keputusan
__ADS_1