
Setelah sampai ditempat pendakian mereka langsung saja naik mengikuti jalan yang terlihat licin jadinya mereka berjalan pelan pelan agar tidak terjatuh karena sudah lama tidak mendaki membuat mereka cepat sekali lelah, pada akhirnya duduk dengan memakan makanan yang tadi dibawa. Tapi tidak semuanya di makan pada saat ini tetapi juga menyisakannya setengah untuk makan nanti.
Jarum jam terus berjalan membuat para pendaki tak menyadari telah menghabiskan waktu sekitar lima jam saat mendaki, meskipun begitu semuanya tetap merasa senang karena bisa bersama orang yang kita sayang seharian walaupun terasa lelah. tak lama azan Dzuhur bersahutan Saroh pun mengajak yang lainnya untuk sholat
mendengar ajakan sang menantunya nek Ipeh hendak bertanya bagaimana caranya untuk sholat sedangkan air saja tidak ada di sekitarnya setahunya sebelum sholat kan harus wudhu terlebih dahulu_ pikirnya tak hanya nek Ipeh, Bejo pun bingung ia fikir saat mendaki mereka tidak menunaikan sholat ternyata dugaannya salah, nek Ipeh pun bertanya apakah ia tidak salah dengar barusan.
Saroh pun tersenyum seraya mengangguk dirinya pun mulai menjelaskan didalam surat Al Maidah ayat 6 menerangkan bahwa " Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. (Qs. Al Maidah. 6)
nek Ipeh dan Bejo hanya mengangguk sesekali sambil mendengarkan penjelasan Saroh. Siti yang melihat itu hanya tersenyum seraya geleng geleng kepala, ia pun sudah mengerti pasti nenek dan bapaknya belum pernah mendengar istilah tayamun mengingat ia belum pernah mendengar ajakan sholat saat menginap di rumah Bu Sumi waktu itu. setelah dijelaskan nek Ipeh merasa salut dan semakin yakin bahwa Saroh adalah menantu yang baik tapi tidak hanya itu ternyata dia juga Sholehah.
Sebagai mertua ia sangat beruntung anaknya jatuh ke orang yang tepat yang bisa membimbingnya, dirinya sungguh menyesal atas apa yang pernah dibuatnya kepada saroh ia berjanji akan menebus semua kesalahannya dengan bersikap lebih pengertian dan peka terhadap sekitarnya. dirinya juga sadar selama ini dia telah gagal mendidik anak anaknya dengan benar agar tidak salah langkah makanya ia akan memulai semuanya dari awal.
Nah untuk niat tayamun juga berbeda dengan niat saat menggunakan air yah
__ADS_1
Niat tayamum
...Nawaitut Tayammuma Lisstibaahatish Shalaati Fardlol Lillaahi Ta'aalaa."Artinya: Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah ta'ala. "Asyhadu Allaa Ilaaha Illalloohu Wandahuu Laa....
itulah bacaan niat tayamun yuk sekarang kita mulai bertayamum secara bergantian, lalu menunaikan sholat dan Bejo yang menjadi imam, setelah sholat mereka semua membaca Wiridan setelah sholat, dilanjutkan doa setelah sholat.
Setelah itu mereka masih melanjutkan perjalanan yang masih panjang sebelum malam tiba seraya mencari tempat untuk membuat tenda, sekian lama mencari ternyata ada lahan kosong dan cocok buat dipasang tenda, langsung saja mereka mendekat takut ada orang yang menempati terlebih dahulu melihat sekitar terlihat lumayan ramai, mereka pun meminta izin kepada pemilik lahan saat akan membuat tenda.
Mendapat izin dari pemilik lahan membuat mereka tidak sabar membuat tenda saat sampai ditempat yang akan dibuat tenda terlihat akan ada orang lain yang ingin menempati, mereka semua akhirnya berlarian mencegah dan mengingatkan bahwa tempat itu akan menjadi milik keluarganya berteduh, tapi melihat seorang ibu hamil ia dan yang lainnya menjadi tidak tega tetapi mereka tetap menghampirinya.
mendengar ajakan itu Bu Suti dan pak Bambang menoleh yah ibu hamil yang tadi ialah bu Suti, pak Bambang langsung saja menolak akan tetapi Saroh berusaha keras membujuk agar mau ia pun terpaksa mengatasnamakan bayi yang ada pada kandungan istrinya, Bambang pun melihat pada istrinya terlihat lelah berjalan akhirnya pasrah dan mengingat kandungan istrinya pun ia merasa kasihan jika terus dipaksakan berjalan bergumam lirih
Saroh senang pada akhirnya mereka mau menerima bantuan darinya walaupun dengan cara agak sedikit memaksa, malam pun tiba Siti dengan semangat membuat api unggun dengan alasan cukup dingin di daerah pegunungan padahal ini belum sampai puncak baru seperempat puncak tidak bisa ia bayangkan sedingin pada bila sampai puncak nantinya, setelah berhasil membuat api unggun langsung saja mengambil jagung yang ada di tas agar bisa dibuat jagung bakar kebetulan ia sengaja membawanya untuk dibakar disaat saat seperti ini.
__ADS_1
mencium aroma jagung bakar Suti menjadi ingin ia pun mencari sumber aromanya melihat anaknya ibu Saroh yang sedang membakar jagung, membuatnya merasa minder setelah mengingat pertolongannya lalu ia kembali ke tenda menahan keinginannya memakan jagung bakar tersebut. Setelah selesai membakar jagung Siti mengajak ibu, nenek dan bapaknya untuk memakan jagung tak lupa ia mengajak ibu hamil tadi.
saat semua sudah berkumpul Siti menghampiri ibu hamil yang ada di tenda lalu memanggilnya melihat masih jam delapan ia rasa pemilik tenda belum tidur disaat jam seperti ini
" Assalamualaikum Bu maaf mengganggu waktu istirahat, ibu Suti udah tidur belum yah??? kalo belum mau ikut ga makan jagung" ajaknya sambil menunggu jawaban, mendengar itu Suti pun senang akhirnya keinginannya terpenuhi dan berlenggang keluar tenda
" wa'alaikumsalam, ibu belum tidur kok emang boleh ikut makan jagung" walaupun senang sudah di ajak tetap saja merasa minder
" ya bolehlah biar rame yuk ikut gabung sekalian jangan lupa ajak juga suami ibu yah, saya tunggu ya Bu" ajaknya sambil tersenyum ia bisa melihat bahwa ibu hamil itu akan menolak ajakannya dari sorot matanya, Siti pun langsung saja pergi setelah mengatakan hal itu, Tadinya Suti akan menolak tapi melihatnya pergi mau tak mau ia akan hadir, Suti merasa beruntung bisa bertemu orang baik seperti keluarga Bu Saroh ia berjanji suatu saat nanti akan membalasnya disaat Saroh ataupun keluarganya butuh bantuan darinya.
...Suti yang hendak membangunkan Bambang suaminya tidak jadi melihat tidurnya yang sangat pulas membuat ia tidak tega untuk membangunkannya mungkin kecapean memapah dirinya berjalan seharian saat mendaki_pikirnya...
ia pun berjalan sendiri agar bisa memakan jagung, sesampainya di sana ia merasa iri melihat keluarga itu harmonis andai saja keluarganya bisa seperti itu ia akan sangat senang sekali, Suti tidak tau saja kejadian yang ada didepan matanya tidak akan pernah terjadi jika Saroh menyerah dengan keadaan.
__ADS_1
maaf kalo penulisannya belum rapi soalnya masih belajar😊😊