
karena tidak ada tanggapan dari lawan bicaranya Tuti mengarahkan kepalanya ke atas dan terlihat sekali mereka semua terlihat bingung hanya karna dirinya menyetujui
" kenapa diam " sentak Tuti
kelima pria tersebut tentu saja terkejut tapi berusaha menetralkan kembali dari rasa keterkejutan secara mendadak
" soal waktu kami tidak bisa menentukan" jawab fajar tanpa sengaja berbicara dengan nada lembut membuat semua orang yang berada di situ terkejut apalagi keempat rekannya yang baru kali ini mendengar nada bicara fajar yang begitu rendah biasanya fajar yang akan selalu emosi di setiap situasi
fajar memperhatikan sekeliling ia menatap heran kenapa semua orang memperhatikan dirinya namun fajar baru tersadar ternyata dia sendiri yang sudah membuat semua orang menatapnya fajar sendiri bingung kenapa bisa bersikap seperti tadi
" kami tidak tau! hanya bos yang tau, paham!! " sentak Dimas agar tidak terlalu malu dengan kelakuan fajar
mereka semua langsung saja bergegas pergi menaiki mobil hitam tak lupa dengan memakai kacamata hitam,
" fajar kamu itu gimana sih! apa maksud kamu tadi hahh " tanya Anton selaku wakil setelah bosnya, yah fajar di terlebih dahulu masuk kedalam mobil karna sangat malu dengan apa yang dilakukannya tadi
" maaf bang aku juga gak tau kenapa bisa seperti tadi " jelas fajar Anton memang lebih suka jika di panggil Abang karna agar terlihat lebih akrab
Suasana pun menjadi hening didalam setelah mendengar penjelasan dari fajar mungkin Anton sedang memikirkan kesalahan yang dibuatnya dan juga tidak ada yang berani untuk membantah ataupun menentang karna mereka semua tau Anton lebih kejam dibalik sikapnya yang merendah bila bertemu orang
perjalanan telah menempuh kurang lebih 20 menit hingga mereka sampai ditujuan
__ADS_1
" lepaskan dia! dan antarkan dia pulang dengan selamat paham! " perintah tuan Raka setelah selesai mencambuk Samsul supaya rencananya berjalan dengan sempurna yah Raka lah yang sedang balas dendam terhadap Somad
" baik tuan " orang suruhannya hanya menuruti permintaan tuannya dan memasukan kedalam mobil
sepanjang perjalanan Samsul nampak terdiam dan tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun
aku tak menyangka hal ini bisa terjadi di dalam hidupku namun tak apa selagi uang masih bisa mengalir kenapa tidak batin Samsul
meskipun Samsul terlihat ketakutan tapi ia mempunyai nyali yang begitu tinggi walau suka gegabah dalam mengambil keputusan dan sering sekali dikibuli oleh orang-orang terdekat namun tidak membuat Samsul jera sedikit pun setelah berbagai musibah yang Samsul hadapi
sedangkan preman yang saat ini duduk di samping Samsul nampak memikirkan rencana untuk menjahili Samsul yang menurut yoga sangat asik bila membuat Samsul kesal dan yoga merasa seperti mendapatkan mainan baru, yah preman tersebut yoga dan yang satu lagi Arman yang sedang fokus menyetir
" eh, elo mau gak gue ajak ke bar " kebetulan tadi yoga mendapat pesan dari Raka untuk mengajak Samsul ke salah satu bar milik Raka tadinya yoga sempat heran dengan perintah bosnya tapi yoga tetap melakukan perintah Raka mungkin kasihan karena abis dipukul makanya mendapat hadiah dengan mengajaknya bersenang senang pikir yoga
" ke bar? serius? bayar tidak " balik tanya Samsul Samsul senang bila diajak kesana namun bila harus mengeluarkan uang Samsul tidak bisa karna ia masih harus menafkahi istrinya walau Samsul tidak mencintainya
" tenang aja gratis lagipula ini juga perintah dari bos jadi elo bisa tuh bersenang senang sepuasnya " jawab yoga meski Raka menyuruh mengajak Samsul tapi yoga juga ikut mencicipi salah satunya
" eh Arman lo ikut kan masuk ke bar atau mau disini aja " sindir yoga pasalnya Arman belum pernah bersenang senang di klub malam yoga pun sedikit khawatir Arman suka terong sama terong membayangkan nya saja sudah geli apalagi melakukan nya
" gue di sini aja kalo Lo mau masuk, masuk aja gih " ketus Arman Arman juga tau apa yang sedang dipikirkan oleh temannya itu bukanya Arman tidak tertarik namun ia ingin keperjakaan nya untuk orang yang akan Arman jadikan istri saat hari itu tiba
__ADS_1
" oh yaudah kalo gitu gue masuk dulu yah, eh tapi kalo elo berubah pikiran masuk aja " jawab yoga yang akan keluar bersama Samsul " Inget kalo mau masuk ketok dulu jangan nyelonong entar pas gue lagi enak enak Lo ngiler lagi " ledeknya yang masih belum keluar dari mobil
" sialan lo " umpat Arman ia jadi kesal bisa bisanya Arman memergoki yoga yang sedang enak enak saat Arman akan bertanya sesuatu yang tidak ia mengerti sungguh mengingatnya membuat Arman menjadi panas dingin
pada akhirnya Arman harus bersolo karir di dalam mobil ia tidak mungkin masuk ke dalam bar yang akan banyan menyita perhatian wanita disana
emmmm.... emmmm..
eugh...
ahhhhhhh
tak lama Arman mengerang nikmat walau itu dilakukannya sendiri tanpa bantuan seorang wanita namun ia bangga karna masih bisa mempertahankan keperjakaan yang Arman jaga
didalam bar
saat Samsul sedang minum minuman beralkohol sambil ditemani wanita seksi dengan dandanan menor, berpakaian ketat apalagi aset aset yang terlihat sangat mont0k Samsul juga beberapa kali m3rem4s b0ngk4h4n b0k0ng hingga membuat Wati pemilik aset berharga itu beberapa kali dibuat mendes4h oleh pelanggan yang agresif tapi itu sudah biasa bagi Wati
hal itu juga terbilang wajar karena selama satu tahun terakhir ada pelanggan yang lebih gila dari ini bahkan dengan tidak tau malunya m4ngh1s4p bagian k3ny4l milik Wati dengan rakus didepan semua orang hingga Wati memilih untuk menggiring nya di atas ranjang daripada melakukannya ditempat yang terbuka walau hal itu sudah biasa dilakukan orang yang berkunjung ke klub namun berbeda dengan Wati ia masih mempunyai malu untuk itu
" tuan apa mau saya layani " tawar Wati dengan suara menggoda jujur saja Wati sudah tidak tahan dengan kelakuan pelanggan yang sengaja merem4s b0k0ng sekaligus ia juga butuh pel4mp14s4n
__ADS_1
tidak mau berlama lama Samsul langsung saja mendaratkan c1um4nnya kepada Wati dan tentu saja disambut dengan baik oleh Wati perlahan tapi pasti Samsul sudah didepan kamar dan langsung menendang pintu tanpa melepaskan c1um4n p4n4snya
saat ini yoga sudah selesai melampiaskan hasratnya dan segera bergegas pergi mencari Samsul kebetulan yoga tidak minum terlebih dahulu namun langsung memilih wanita yang seksi yang beraneka ragam