Perebutan Harta Warisan

Perebutan Harta Warisan
bab 7


__ADS_3

Saat Saroh menoleh ia melihat sorot mata Suti yang merasa iri dengan dirinya tapi itu tak membuat ia merasa bangga, orang lain boleh berfikiran harmonis sekali keluarga itu namun dibalik itu semua mereka tidak tau saja bagaimana perjuangannya membuat nek Ipeh suka dengan dirinya selama bertahun tahun ia sudah menunggu, dirinya pernah berfikir bahwa dekat dengan mertuanya akan menjadi angan angannya saja tetapi Allah berkehendak lain ia mendekatkan kami dengan jalan yang tidak pernah dirinya duga tentu ia senang dan bersyukur bisa seperti sekarang ini.


Saroh pun mendekati ibu hamil yang menggunakan pakaian longgar lalu ia menepuk bahunya pelan agar sadar dari lamunannya, yah setelah mengetahui Suti yang merasa iri dengan dirinya dari sorot matanya lantas saja Saroh berdiri lalu berjalan menghampiri Suti, saat merasa ditepuk bahunya oleh seseorang membuatnya menoleh kesamping dan melihat Saroh yang juga sedang menatapnya, Suti menjadi malu dilihat seperti itu lantas ia pun menunduk.


"ibu kenapa kok melamun" walaupun ia sudah tau penyebabnya tapi dirinya jadi penasaran kenapa iri melihatnya???? apa dia juga sama seperti dirinya dulu dihina sebab mempunyai 5 anak yang masih kecil, sering sholat ke mushola saat melewati tetangga yang sedang gosip dirinya dibilang terlalu alim lah, sok suci tapi itu semua tidak membuat semangatnya pudar Saroh tetap semangat meskipun mereka merendahkan dirinya dan menatapnya dengan tatapan yang bisa dibilang meremehkan.


"saya merasa iri melihat keharmonisan keluarga ibu" jujur Suti tadinya ia berniat akan berbohong tapi saat mengingat pertolongannya beliau membuat ia merasa bersalah jika ia berbohong apa dirinya akan tega. itu sama saja dirinya membalas seperti peribahasa air susu di balas dengan air tuba, karena saroh sudah baik mau menolongnya jadi ia berkata jujur lagipula belum tentu orang lain akan semudah itu menolong dirinya, kenal aja enggak pasti juga jarang menemukan orang yang berada disampingnya ini.


" kenapa ibu merasa iri bukankah setiap keluarga seharusnya memang seperti itu" Saroh berkata begitu sambil berjalan untuk mencari tempat duduk bersama Suti dan juga agar ia bisa memberi nasehat tentang masalah yang dialami Suti walaupun baru saja bertemu tapi entah kenapa ia merasa nyaman dengan ibu hamil yang satu ini, sebelumnya dirinya tidak pernah begitu peduli dengan masalah orang lain mungkin karena dulu masalahnya terlalu banyak sedangkan sekarang sudah berkurang sedikit demi sedikit.


"jadi gini mertua saya tidak menyetujui hubungan saya dengan Bambang karena saya bukan orang berada seperti anaknya, dia juga memberi pilihan untuk memilih saya atau ibunya yang melahirkan dia ke dunia ini. jika memilih saya dia akan diusir dari rumahnya, tapi jika memilih ibunya dia disuruh untuk meninggalkan saya" hiks hiks tangis Suti pun pecah seraya menyandarkan kepalanya di bahu Saroh karena memang tidak ada yang bisa ia ajak ngobrol untuk mendengar keluh kesahnya, saat sadar dirinya telah salah ia pun meminta maaf karena telah menangis di bahu orang yang baru ia kenal, mendengar itu Saroh hanya tersenyum sambil menoleh.

__ADS_1


" ga papa kalo ibu mau nangis, nangis aja biar merasa lega aku tau ibu pasti butuh orang buat jadi teman kan"ucapnya ia mengerti pasti Suti sudah lama memendam masalah ini sendiri tapi ia tetap berusaha tegar untuk menjalani semua yang menimpa dirinya. Saroh merasa jauh lebih beruntung dari Suti walaupun nek Ipeh selalu mencari masalah dengannya tapi ia masih mendapat dukungan dari anak serta suaminya agar tidak pantang menyerah.


" makasih Bu atas pengertiannya saya senang bertemu dengan orang baik seperti ibu" puji Suti terisak sambil mencoba menenangkan hatinya yang gundah gulana, ia juga merasa nyaman bersandar di bahu Saroh seperti ini ia pun berfikir enak juga makan jagung sambil melihat bintang, mengingat jagung ia jadi ingat bahwa tadi dirinya diajak makan jagung yang dibakar oleh anaknya Saroh kalo tidak salah namanya siti. Suti langsung saja mengingatkan Saroh soal jagung bakar, Saroh yang lupa pun menjadi teringat ia dan Suti langsung saja bergegas pergi takut yang lainnya masih menunggu kehadirannya.


sampai didepan tenda mereka masih setia menunggunya ia pun merasa terharu padahal dirinya pergi mungkin sangat lama hingga mereka ketiduran, bisa saja mereka langsung makan jagung duluan tapi mereka malah lebih memilih menunggu hingga ketiduran, tak mau berlama lama karena hari semakin larut ia dan Suti pun langsung saja membangunkan mereka satu persatu. setelah bangun mereka terlihat lesu bercampur kesal secara bersamaan, melihat itu Saroh dan Suti pun meminta maaf karena telah membuat semuanya menunggu lama seraya menunduk.


andai saja tadi dirinya tidak bercerita tentang masalahnya pasti semua tidak akan seperti ini jadinya_pikir Suti


pagi harinya mereka terbangun saat ada cahaya masuk menerobos tenda. setelah tidur mereka bersiap siap untuk sampai di air terjun lalu mandi di sana.


pasti kalian bertanya-tanya kan kenapa tidak menumpang mandi di rumah pemilik lahan????

__ADS_1


itu karena mereka merasa tidak enak masih mending pemilik lahan mengizinkan mendirikan tenda dilahannya, kalo tidak pasti mereka mencari tempat lain untuk singgah tadi malam.


sekian lama berjalan akhirnya sampailah ditempat yang ada bebatuan disekitar air terjun mereka langsung saja memasukan kakinya secara perlahan sebab airnya sangat dingin mungkin efek masih pagi jadilah begitu,


pasti ada yang berfikir kan mandinya bajunya dilepas atau enggaknya????


aku bantu jawab yah bajunya gak dilepas dipake aja soalnya disini terlihat cukup ramai gak mungkin kan dilepas.


selesai mandi mereka berfoto foto terlebih dahulu sebelum kembali mendaki untuk pulang ke rumah nenek soalnya tujuan awal Siti kesini selain tidak lama mendaki ia juga ingin sekali melihat ibu dan neneknya akrab seperti sekarang dan juga ingin melihat air terjun lalu merasakan seberapa dingin airnya. setelah mencoba mereka tidak lagi penasaran dengan air terjun terutama Siti, ia pernah mendengar cerita dari temannya bahwa air terjun itu sangat indah dengan pohon disekitar berwarna hijau, air yang biru, bebatuan kecil disepanjang ke arah air terjun cocok sekali bukan untuk dipandang, mendengar itu dirinya menjadi penasaran seindah apa air terjun hingga sebagian temannya suka sekali melihat air terjun, setelah memastikannya sendiri ia pun kagum akan keindahannya itu.


ini visualnya maaf kalo tidak sesuai๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜…

__ADS_1



__ADS_2